A. Pendahuluan

Globalisasi di Indonesia telah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Globalisasi dapat diartikan sebagai proses penyebaran unsur-unsur baru, khususnya yang menyangkut informasi global melalui media cetak dan elektronik (Bara, 2015). Globalisasi meliputi globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional dan organisasi internasional, dan mengevaluasi globalisasi (Permendiknas No. 22 Tahun 2006 dalam Alrakhman, 2012: 26).

Globalisasi memiliki dua pengaruh sisi positif dan negatif bagi siswa di Indonesia. Dalam hal ini salah satu dampak negatif dari globalisasi yaitu penurunan kualitas moral bangsa dengan banyaknya bermunculan kasus-kasus yang tidak sesuai dengan nilai-nilai norma yang hidup dalam masyarakat Indonesia, seperti: maraknya pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dikalangan masyarakat serta kasus-kasus kenakalan remaja seperti tawuran, sex bebas dan penyalahgunaan narkoba terutama yang terjadi dikalangan pelajar (Kurniawan, 2015: 41).

Beberapa kasus diatas menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia belum mampu membangun karakter bangsa. Karena, hingga saat ini praktik pendidikan yang terjadi dikelas-kelas tidak lebih dari latihan-latihan skolastik, seperti mengenal, membandingkan, melatih, dan menghafal (Surachmad, dkk. 2003: 114). Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diupayakan untuk membangun kembali moralitas bangsa.

Globalisasi selain memiliki dua sisi positif dan negatif juga dapat menyebabkan infiltrasi budaya yang tidak terbendung. Budaya begitu cepat dan mudah saling bertukar dan saling mempengaruhi satu sama lain. Termasuk hidup budaya liberal barat dan budaya oriental yang meresap secara bebas cenderung lebih teratur dan dipertahankan oleh nilai-nilai agama. Dampak negatif globalisasi yang terlihat menyedihkan adalah perubahan yang cenderung mengarah pada krisis moral, sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan kompleks yang melanda Indonesia akibat moral seperti anak sekolah yang membolos saat jam sekolah juga tindak pidana yang setiap hari biasa dilihat. Hal tersebut membuktikan bahwa krisis moral telah dan sedang melanda bangsa. Siswa harus berkontribusi untuk memahami gejolak globalisasi yang sedang melanda saat ini.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003), moralmemiliki makna akhlak atau tingkah laku yang susila, sedangkan moralitas dimaknai dengan kesusilaan. Jadi moralitas merupakan sesuatu yang sangat penting dalam hidup untuk menentukan buruk tidaknya sikap atau tindakan yang dilakukan.

Siswa di era globalisasi seperti kehilangan arah dan tujuan. Mereka terjebak dalam lingkaran pengaruh globalisasi yang mengedepankan gaya hedonisme dan apatis atau tidak peduli. Generasi muda saat ini memang anarkisme dalam menyuarakan kepentingan rakyat, bahkan banyak kalangan yang menganggap generasi muda kini sibuk dengan tawuran dan bentrok. Sehingga pada akhirnya keamanan masyarakat menjadi terganggu dan kehidupan belajar di lembaga atau sekolah tidak kondusif pendidkian yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya krisis moral anak muda yang seharusnya menjadi agen perubahan sosial menjadi lebih baik, namun terhalang oleh kebahagiaan semata-mata di dunia.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433