STUDI TEORITIS: KONSEP DASAR DAN LANDASAN TEORITIS

A. Latar Belakang Masalah

Pengetahuan dan ilmu berawal dari kekaguman manusia akan alam yang dihadapinya, baik alam besar (macro cosmos) maupun alam kecil (micro kosmos).[1] Rasa kagum akan alam tersebut kemudian menumbuhkan rasa ingin tahu manusia. Manusia akan merasa puas jika ia sudah mendapatkan penjelasan dari apapun yang dipertanyakan. Ketika manusia belum merasa puas akan rasa penasarannya tersebut, manusia akan mencoba mempertanyakannya kembali dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Di sinilah manusia kemudian terlibat untuk melakuan sebuah pencarian dengan berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang ditempuh yaitu pendekatan secara modern yang dinamakan pendekatan ilmiah.

Pendekatan ilmiah ini membawa manusia ke dalam aktivitas penelitian. Artinya, dengan pendekatan ilmiah manusia berusaha memperoleh kebenaran ilmiah, yaitu kebenaran yang dapat dipertanggung jawaban secara rasional dan empiris.[2] Aktivitas penelitian akan selalu dilakukan oleh manusia sepanjang akhir hayatnya. Penelitian ini bisa berupa mengamati, mencoba dan mempelajari hal-hal baru dimana akan menemukan sebuah pemikiran baru di dalam khasanah ilmu pengetahuan manusia. Penelitian adalah jalan membuka dan memperlebar wawasan manusia tentang kehidupan baik dalam aspek alam maupun sosial.

Dalam setiap akademisi, penelitian berguna untuk mengembangkan ilmu, dimana ilmu tersebut diajarkan ataupun ditemukan oleh mahasiswa dan kemudian diaplikasikan pada masyarakat. Sebaliknya, ilmu pengetahuan juga tidak akan berkembang tanpa penelitian, sehingga di dalam Tri Darma Perguruan Tinggi, penelitian biasanya diikuti dengan pengajaran dan pengabdian pada masyarakat. Penelitian yang dilakukan di lingkup akademisi tidak boleh dilakukan secara serampangan. Penelitian tersebut harus sistematis dan terukur sehingga bisa mendapatkan penemuan atau bukti yang valid untuk pengembangan ilmu pengetahuan sebelumnya. Penelitian bisa jadi menambahkan ilmu pengetahuan sebelumnya ataupun membantah ilmu pengetahuan sebelumnya. Sehingga dalam pelaksanakannya harus dilakukan berlandaskan prinsip-prinsip penelitian.

Dikarenakan penelitian merupakan proses pengembangan ilmu, maka bagan tersebut dapat menjelaskannya:

Gambar 1. Bagan Pengembangan Ilmu Pengetahuan melalui Penelitian[3]

Prinsip-prinsip penelitian untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut disebut sebagai metode penelitian. Menurut Suryana (2010), metode penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan.[4] Langkah-langkah sistematis tersebut meliputi: (1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah, (2) menyusun kerangka pemikiran, (3)  merumuskan hipotesis, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan.

Dalam penyusunan proposal penelitian baik itu skripsi, tesis maupun disertasi di lingkup akademisi, metode penelitian wajib dicantumkan. Metode penelitian ini berfungsi untuk menunjukkan sumber data dan menjelaskan jenis data; menjelaskan teknik pengumpulan data untuk masing-masing sumber dan jenis data; dan untuk menjelaskan metode analisis data yang digunakan dalam pengolahan data. Dapat dikatakan bahwa penyusunan metode penelitian ini seperti perencanaan teknis penelitian.

Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan studi teoritis terhadap aspek-aspek yang terkandung dalam metode penelitian agar nantinya proses penelitian bisa dilaksanakan secara sistematis, terarah dan terukur dan memperoleh ilmu pengetahuan yang valid.

B. Rumusan

Makalah ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut:

  1. Apa pengertian dari variabel penelitian dan definisi  operasional variabel dan atribut atau item variable?
  2. Apa saja instrumen pengambilan data dalam penelitian?
  3. Bagaimana penjelasan unit analisis (firm or person)?
  4. Apa pengertian dari populasi sampel?
  5. Bagaimana cara pengumpulan data?
  6. Apa manfaat belajar metode penelitian dalam jangka pendek dan panjang?

C. Kajian Pustaka

Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18).[5] 

Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro & Supomo, 1999: 16).[6]

D. Model Penelitian

Model penelitian dalam penulisan ini menggunakan literature  studi yang mengambil sejumlah sumber dari buku dan jurnal yang berhubungan dengan topik yang dibahas, yaitu metode penelitian.

E. Pembahasan

Definisi dari metode penelitian adalah prosedur atau langkah-langkah mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Di dalam penyusunan metode penelitian ini terdapat beberapa aspek yang perlu dipahami oleh seorang peneliti.

1. Variabel penelitian dan definisi operasional variabel dan atribut atau item variabel

Sugiyono (2012) menjelaskan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut, sifat atau nilai dari obyek, kegiatan atau orang yang memiliki variasi tertentu untuk dipelajari dan diambil kesimpulannya.[7] Ada dua jenis variabel di dalam penelitian yaitu (Sugiyono, 2011):[8] 1) Variabel bebas atau variabel independen. Variabel bebas adalah “Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”. 2) Variabel terikat, variabel terikat atau dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dari kedua jenis variable tersebut diambil macam-macam variabel turunan antara lain:[9] 1) variabel moderator, yang menentukan kuat lemahnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, 2) variabel intervening, adalah yang bertugas memberikan jeda antara variabel bebas dengan variabel terikat, sehingga variabel bebas tidak langsung mempengaruhi variabel terikat, dan 3) variabel control, adalah variabel yang membuat konstan hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat sehingga variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

Setelah variabel-variael diidentifikasikan dan diklasifikasikan, maka variabel-variabel tersebut perlu didefiniskan secara operasional (Bridgman,1927).[10] Operasional variabel yaitu suatu definisi yang diberikan pada sebuah variabel dengan cara memberikan atau menspesialisasikan kegiatan yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut (Nazir, 1983:152).[11] Secara ilmiah definisi operasional digunakan menjadi dasar dalam pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data apa yang diambil. Dalam pemakaian praktis, definisi operasional dapat erperan menjadi penghilang bias dalam mengartikan suatu ide/maksud yang biasanya dalam bentuk tertulis. Definisi operasional memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Definisi operasional ditentukan dari kesamaan pemahaman, maksud dan arti yang ditulis atau dibicarakan yang sifatnya obyektif.
  • Definisi operasional tidak menggunakan maksud yang berlawanan dengan maksud yang sudah diterima secara umum (terpercaya)

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *