PROGRAM PARIWISATA INOVATIF

Jawa Tengah: Surga yang Tersembunyi

A. Pendahuluan

Wisata, sebagian orang yang mendengar kata tersebut akan langsung berfikir tempat wisata yang terkenal seperti Bali, Yogyakarta, Malang dan daerah pariwisata lainnya yang terkenal. Setidaknya orang yang mendengarkan kata wisata sering menyebutkan tujuan utama mereka adalah Bali dan Yogyakarta. Padahal Indonesia itu luas. Indonesia itu kaya, Indonesia itu indah dan Indonesia itu tidak akan pernah habis dari tempat wisata. Indonesia itu tidak hanya Bali, Yogyakarta dan Jakarta.

Apa yang ada di benak masyarakat tentang Jawa Tengah? Mungkin orang hanya akan menjawab Solo dan Semarang atau Wonosobo dan ujung-ujungnya adalah Karimun Jawa. Padahal Jawa Tengah adalah wilayah yang besar dan kaya akan keragaman tempat wisata, baik itu dari sektor budaya, alam, kuliner hingga rohani. Beberapa tempat yang pariwisata yang terkenal adalah Borobudur, Lawang Sewu, Keraton Solo, Pasar Klewer, Karimun Jawa dan Gunung Semeru. Semuanya memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan yang lainnya Borobudur memiliki nilai budaya, sejarah dan rekreasi sehingga berbeda dengan Karimun Jawa dan tempat wisata lainnya.

Jawa Tengah masih banyak tempat dan daerah yang masih terisolir dari keramaian yang ada untuk tempat wisata. Hal ini banyak menimbulkan keprihatinan bagi banyak khalayak baik itu bagi pemerintah daerah masing-masing, pemerintah pusat maupun masyarakat umum lainnya. Karena sebenarnya sektor pariwisata merupakan asset daerah dan merupakan sumber pemasukan yang besar.

Hal yang disayangkan juga adalah banyak masyarakat yang menganggap beberapa daerah yang ada di wilayah Jawa Tengah menjadi dan masuk ke wilayah administrasi wilayah dan provinsi lain seperti masuk ke wilayah administrasi dari Yogyakarta. Contohnya adalah candi Borobudur dan candi Prambanan. Kedua candi terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Yogyakarta. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang dan candi Prambanan terletak di Kabupaten Klaten. Candi Prambanan memang sebenarnya masuk ke dalam dua wilayah administrasi yaitu Yogyakarta dan Kabupaten Klaten, tetapi masyarakat mengenal candi Prambanan merupakan candi yang ada di Yogyakarta. Hal-hal semacam ini berpengaruh kepada kelangsungan pariwisata yang ada di Jawa Tengah. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam sektor pariwisata ini agar dapat berkembang dan menjadi lebih maju. Selain itu juga memberikan kesempatan bagi masing-masing daerah untuk mengeksplorasi hal dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.

B. Mengapa Inovasi Wisata Penting?

Inovasi merupakan suatu proses yang heterogen yang mencakup aliran atau mobilisasi sumberdaya internal dan eksternal yang melibatkan tiga aspek penting, yaitu: aktor-aktor, sumberdaya dan aktivitasnya (Oerleman et al, 2001). Supaya objek pariwisata dapat terus berkembang, dibutuhkan inovasi khususnya dari para pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang pariwisata. Tujuannya adalah jenis produk maupun jasa yang ditawarkan berbeda dengan para pesaing, sehingga konsumen akan berdatangan. Inovasi merupakan hal penting dalam mempertahankan bisnis. Dengan inovasi, dapat bersaing dengan pengusaha lain yang sejenis.

Inovasi wisata merupakan salah satu sarana yang tepat dalam meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat baik lokal maupun global. Pariwisata mempunyai dampak dan manfaat yang banyak, di antaranya selain menghasilkan devisa negara dan memperluas lapangan kerja, sektor pariwisata bertujuan untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan budaya lokal. Keberadaan inovasi sangat penting dalam memberikan keuntungan/profit baik untuk klaster ataupun pelaku usaha. Pengembangan inovasi wisata benar-benar bertumpu pada potensi sumber daya yang dimilikinya. Pengembangan inovasi wisata memerlukan peran serta aktif dari berbagai stakeholder, yaitu unsur-unsur kelembagaan desa dan daerah, akademisi (perguruan tinggi), pengusaha, perbankan, dan lembaga penelitian dan pengembangan. Balitbang Provinsi Jawa Tengah menjelaskan mengapa inovasi wisata diperlukan:

  • Sumberdaya alam semakin menurun, jumlah penduduk bertambah, kebutuhan meningkat, perlu upaya optimalisasi pemanfaatan Sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan.
  • Membanjirnya produk dari luar, kualitas bagus, jumlah banyak, persaingan ketat, produk lokal terancam tergusur, perlu penguatan daya saing.
  • Penguasaan iptek penting untuk menciptakan produk baru, teknologi baru, sehingga dapat bersaing dengan produk lain, baik di pasar lokal maupun global.

Inovasi wisata membuka peluang perekonomian baru dari sektor pariwisata dalam upaya menciptakan pemerataan perekonomian masyarakat. Pembangunan wisata yang dikembangkan dengan terencana dan terkonsep matang secara otomatis akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara masif. Lapangan kerja pun akan terbuka lebar. Masyarakat sekitar juga akan senantiasa berinovasi untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik.

Perkembangan industri pariwisata yang merupakan sektor strategis, di samping mempunyai nilai ekonomi sabagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Berkembangnya industri wisata yang baik akan membawa dampak positif bagi masyarakat setempat karena bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Selain itu pariwisata juga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak dari berbagai sektor atau bidang, antara lain, jasa, perdagangan, dan seni. Selain mampu menciptakan kegiatan perekonomian, industri pariwisata juga bisa berperan serta dalam pelestarian sumber daya alam dan pelestarian seni budaya dalam waktu yang bersamaan.[1] 

C. Sekilas Potensi Wisata Jawa Tengah

Potensi wisata Jawa Tengah terbukti mampu memikat wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah pada tahun 2014, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Tengah semula 29.430.609 orang, naik menjadi 29.808.674 orang. Begitu pula dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara.[2]

Jawa Tengah memiliki obyek wisata yang beragam, baik wisata alam, budaya, maupun sejarah. Wisata alam terdapat di Tawangmangu, Baturaden, Dieng, Kopeng, Teluk Penyu di Cilacap, Pantai Kartini di Jepara, Pantai Widuri di Pemalang, Gua Petruk, Gua Lawa, Gua Jatijajar, sarang burung walet di Kebumen dan Nusa Kambangan. Wisata budaya di Jateng antara lain adalah Candi Borobudur (termasuk satu di antara 10 keajaiban dunia); Candi Prambanan, Candi Gedong Songo, dan Candi Sukuh. Sementara itu, wisata sejarah meliputi museum Sangiran di Surakarta, museum Mangkunegaran di Surakarta, Keraton Surakarta, makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak, makam Sunan Muria, Masjid Demak peninggalan para Wali pada abad ke16 dan museum Kartini. Semua obyek wisata itu masih bisa dikembangkan secara lebih optimal, manakala ada investor yang mau menanamkan modal di sektor pariwisata ini. Peran pemerintah pusat dan daerah sangat membantu pengembangan potensi pariwisata di Jawa Tengah ini. Lokasi daerah Jawa Tengah cukup strategis karena terletak di tengah-tengah pusat kegiatan ekonomi di Pulau Jawa, yaitu antara pusat pengembangan kawasan barat, yaitu Jakarta-Bogor-Tangerang serta Bekasi dan kawasan timur, meliputi Gresik-Bangkalan-Mojokerta-Surabaya-Sidoardjo-Lamongan (Gerbang-kertasusila); serta rencana pembangunan jalan tol di Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar). Ditambah, adanya jalur pelayaran baik nasional maupun internasional di pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Semua itu memungkinkan Jawa Tengah memperluas jaringan pemasaran dan perdagangan antar kota, antar pulau dan perdagangan internasional.[3]


Sumber:

[1] http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pengelolaan-pariwisata-diminta-inovatif/

[2] http://www.jatengprov.go.id/id/berita-utama/sinergi-membangkitkan-wisata-jawa-tengah

[3] http://www.indonesia.go.id/in/pemerintah-daerah/provinsi-jawa-tengah/pariwisata

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *