Pendahuluan

Konsep Manajemen Kawasan Pantai telah bersama kita selama lebih dari 30 tahun. Pada waktu itu telah ada keutaman utama dalam mengembangkan informasi pada kawasan pantai dan ekosistem yang unik yang bersifat zona transisi dari laut murni untuk lingkungan daratan yang murni dimana telah diistilahkan sebagai “Zona Pantai”. Telah ada kemajuan utama dalam pengembangan peralatan praktik untuk meningkatkan rencana dan manajemen aktivitas manusia di area pantai dan di manajemen sumber daya yang dihasilkan oleh ekosistem pantai. Bagaimanapun, telah ada hasil campuran di dalam kesuksesan permulaan manajemen area pantai dan konservasi produktif karena ekosistem pantai yang rapuh. Bagian dari masalah itu menghalangi suksesanya manajemen coastal yang bergantung pada kesulitan meyakinkan para politisi, dan manajer senior yang bertanggungjawab untuk lembaga sektor yang ada manfaat signifikan yang ditingkatkan dengan berinvestasi waktu, upaya dan dana dalam mengembangkan manajemen kawasan pantai.

Selama proses terse pengembangan konsep tersebut, prinsip dan metodologi untuk manajemen pantai ada perubahan utama di dalam mengupayakan cara dari “Manajemen Zona Pantai” dan terhadap “Manajemen Pantai Terintergrasi”. Awalnya orang-orang khawator dengan peningkatan kesadaran fitur ekologi yang unik pada ekotone atau zona transisi dari laut ke lingkungan daratan  dan kebutuhan untuk penyusunan manajemen khusus untuk mengendalikan aktivitas manusia untuk melindungi ekosistem pantai yang rapuh. Pengalaman telah menunjukkan bahwa, tidak masalah bagaimana batas “Zona” tersebut didefinisikan, selalu akan ada proses lingkungan eksternal atau pengaruh ekonomi dan sosial yang akan melampui batas zona tersebut. Contohnya, peningkatan kejadian genangan di distrik pantai sering mengakibatkan praktik manajemen lahan yang buruk di area tanah atas beberapa mili jaraknya dari pantai.

Ada juga peningkatakan pengenalan kebutuhan untuk fokus pada intergrasi kebijakan pengembangan sektoral supaya mempromosikan pengembangan keberlangsungan sumber daya pantai, seperti dicontohkan dengan kebutuhan internasional udang dimana mengarah pada konversi utama lahan basah pantai ke dalam kolam akuakultur di negara berkembang tropis. Lembaga sektoral yang mempromosikan bentuk akuakultur yang sangat menghasilkan ini umumnya telah gagal mengenalkan biaya ekonomi dan sosial yang menghasilkan dari kerugian habitat lahan basah, termasuk pengurangan dukungan untuk persediaan sirip ikan dan kepiting yang menopang penangkapan ukan.

Dengan  lintasan waktu dan tumbuhnya pengenalan pentingnya strategi area pantai dan ekosistem yan menopang cakupan luas aktivitas ekonomi manusia, sudah ada pergerakan terhadap rencana terintegrasi dan manajemen aktivitas manusia sebagai sebuah maksud meningkatkan efisiensi ekonomi pemanfaatan sumber pantai sedangkan berusaha untuk meyakinkan bahwa pembangunan yang dihasikan adalah berkeadilan sosial dan ramah lingkungan.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433