Analisis Tingkat Keamanan dan Kepercayaan Konsumen Pada M-Commerce Shopee di Indonesia

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah

Perangkat komunikasi seluler seperti ponsel saat ini sering digunakan oleh hampir setiap orang dari semua kelompok usia. Mereka digunakan untuk berbagai aplikasi, transaksi dan kegiatan mengumpulkan dan bertukar data pribadi. Mobile Commerce (M-Commerce) dapat dipahami sebagai transaksi dan komunikasi elektronik yang dilakukan menggunakan perangkat mobile, misalnya laptop, PDA, dan mobile phone, dan umumnya menggunakan koneksi nirkabel (Chaffey, 2011: 162). M-Commerce dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pasar, mengurangi biaya dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

M-Commerce adalah domain aplikasi utama untuk perangkat seluler di mana aplikasi memerlukan tingkat keamanan yang tinggi. Umumnya, kebijakan keamanan diberlakukan oleh Server Operating System atau otoritas aplikasi untuk pengguna tertentu tentang perilakunya untuk mengakses aplikasi setelah otentikasi. Elemen yang paling penting ketika berurusan dengan M-Commerce adalah masalah kualitas tingkat keamanan yang disediakan. Sangat penting untuk memastikan keamanan semua jenis transaksi M-Commerce khususnya yang melibatkan transaksi uang. Munculnya M-Commerce menciptakan tantangan tingkat keamanan karena M-Commerce merupakan teknologi baru, aplikasi baru, dan peningkatan keluasan.

Permasalahan yang terjadi pada konsumen M-Commerce adalah kurangnya kepercayaan pada keamanan sistem online. Hasil riset Vela Asia pada tahun 2012 menunjukkan sebanyak satu dari empat pengguna internet di Indonesia berpikir dua kali sebelum berbelanja secara online karena buruknya kondisi pengiriman barang di Indonesia. Para shopper di daerah masih belum puas dengan kondisi pengiriman karena sering harus menunggu selama seminggu untuk kedatangan pesanannya, meskipun di situs belanja dijanjikan pengiriman tidak melebihi dari dua atau tiga hari (www.indotelk.com, 5 Juli 2013).

Salah satu M-Commerce yang sedang naik daun di Indonesia adalah Shopee. Shopee merupakan salah satu aplikasi belanja online dan marketplace di Indonesia sejak Desember 2015.Shopee memiliki tiga kekuatan utama yang menjadi senjata mereka di pasar E-Commerce Indonesia yakni Garansi Shopee, Gratis biaya pengiriman, dan Garansi harga termurah (Ramadhan Triwijanarko, 2017). Menurut Chris Feng, Chief Executive Officer Shopee, Shopee memberikan keamanan berbelanja yang lebih baik bagi konsumen Indonesia (Tempo.co, 2015).

Sangat penting untuk memahami kasus bisnis yang berfokus pada tingkat keamanan dan kepercayaan konsumen dalam M-Commerce yang bidang baru gabungan antara E-Commerce dengan teknologi komputasi mobile dan pervasif yang muncul. Kecepatan kemunculannya membuatnya sulit untuk menganalisis masalah teknologi yang diperkenalkan oleh M-Commerce khususnya masalah tingkat keamanan. Penelitian ini penting untuk dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tingkat keamanan dan kepercayaan konsumen pada M-Commerce Shopee akan mempengaruhi keputusan konsumen untuk terus menggunakan aplikasi tersebut.

B. Rumusan Masalah

  • Bagaimana tingkat keamanan pada M-Commerce Shopee di Indonesia?
  • Bagaimana kepercayaan konsumen pada M-Commerce Shopee di Indonesia?

C. Tujuan Penelitian

  • Untuk mengetahui tingkat keamanan pada M-Commerce Shopee di Indonesia.
  • Untuk mengetahui kepercayaan konsumen pada M-Commerce Shopee di Indonesia.

D. Fokus Penelitian

Penelitian ini hanya berfokus pada tingkat keamanan dan kepercayaan konsumen pada M-Commerce Shopee di Indonesia dengan mereview tingkat keamanan dan kepercayaan konsumen Shopee secara online.

II. Tinjauan Pustaka

A. M-Commerce

Dengan pesatnya pertumbuhan teknologi seluler, ekspektasi M-Commerce meningkat. Sementara kemampuan teknologi seluler terus diperluas, hubungan antara strategi bisnis dan nilai teknologi seluler belum sepenuhnya dipahami. M-Commerce mengacu pada arena yang muncul di mana transaksi komersial dimungkinkan menggunakan perangkat seluler genggam yang terhubung melalui jaringan nirkabel. Vrechopoulos (2003) mengatakan bahwa M-Commerce menyediakan layanan dan produk melalui jaringan dan perangkat seluler, merupakan konsep E-Commerce berbasis Teknologi Internet.

Berdasarkan definisi di atas, dapat dikatakan bahwa M-Commerce diperluas dari E-Commerce dan mewarisi semua karakteristik Internet Commerce dan Traditional Electronic Commerce. Bagi perusahaan yang sudah menggunakan perdagangan Internet untuk bisnis mereka, menambahkan dimensi seluler ke Internet Commerce mereka tidak mungkin membutuhkan perubahan drastis dalam sistem informasi mereka yang ada. Namun, penting untuk diperhatikan bahwa M-Commerce tidak hanya mencakup aplikasi Internet Commerce yang beroperasi di atas perangkat seluler dan jaringan nirkabel, tetapi juga banyak aplikasi baru dengan kapabilitas unik jaringan nirkabel dan mobilitas pengguna.

Fitur yang berbeda dari M-Commerce adalah mobilitas dan jangkauan luas (Kim, H.W. et.al., 2005). Mobilitas menyiratkan portabilitas. Dengan kata lain, pengguna dapat melakukan bisnis secara real time di lingkungan M-Commerce. Pelanggan serta vendor dapat dihubungi kapan saja melalui perangkat seluler. Sifat yang ada dimana-mana, kenyamanan, lokalisasi, dan personalisasi adalah karakteristik dari M-Commerce (Mort, G. S., & Drennan, J., 2005).

Meskipun M-Commerce mampu memberikan fleksibilitas yang melimpah mengenai waktu dan tempat bagi individu, pelanggan enggan untuk mengadopsinya di dunia nyata. Kesulitan karena keterbatasan perangkat seluler mengurangi potensi manfaat dari M-Commerce. Pelanggan M-Commerce menerima informasi yang terbatas dan tidak memadai karena keterbatasan terminal seluler (Wu, J.H., and Wang, S.C., 2015).

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan HUbungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *