Pengaruh TIK dalam Pembelajaran Anak Usia Dini : Penggunaan Film Animasi

A. Pendahuluan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau dalam istilah asing dinamakan Information and Communication Technology (TIK) hampir menguasai semua aspek kehidupan manusia, terutama didalam dunia pendidikan. Penggunaan media internet atau media elektronik memungkinkan proses pembelajaran dan informasi tersampaikan secara cepat dan akurat. Selain internet, penggunaan TIK lain seperti teknologi audio visual komputer menjadikan proses pembelajaran berlangsung secara interaktif  meskipun berada di tempat yang berjauhan sekalipun. TIK yang dikembangkankan di dalam pendidkan harus menuju terwujudnya sistem terpadu yang dapat membangun konektivitas antar komponen yang ada dalam pendidikan sehingga pendidikan menjadi lebih dinamis dan lincah bergerak dalam mengadakan komunikasi guna memperoleh dan meraih peluang-peluang yang ada untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.

Dalam buku putih Penelitian Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi 2005-2025 (Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, 2006) dikatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi di masa datang akan mengarah pada teknologi dengan ciri-ciri: konvergensi, miniaturisasi, embedded, on demand, grid, intellegent, wireless inter networking, open source, seamless integration dan ubiquitous. Teknologi informasi dan komunikasi yang bercirikan hal-hal tersebut diharapkan akan mampu menjadi sumber terbentuknya iklim yang menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumber daya manusia yang pada gilirannya dapat menjadi sumber daya manusia yang mumpuni di bidang pengelolaan sistem organisasi TIK yang berkualitas.[1]

Teknologi komunikasi dan informasi membawa peran penting dalam dunia pendidikan di era globalisasi untuk mendukung sistem dan media pendidikan. Tidak hanya untuk tingkat pendidikan tinggi, penggunaan TIK adapt diaplikasikan dalam pendidikan anak usia dini. Anak usia dini diartikan sebagai individu yang sedang mengalami proses perkembangan yang sangat pesat dan fundamental di usia 0 – 8 tahun. Di usia tersebut, anak berhak diberikan pendidikan sesuai dengan karakteristik yang dimiliki apda setiap tahap perkembangan anak. Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini tertulis pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi ‘ Pendidikan Anak Usia Dini yang diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar”. Selanjutnya pada Bab I pasal I ayat 14 ditegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (Depdiknas,USPN,2004:4).

Pada usia dini, pendidikan lebih dititikberatkan pada perkembangan fisik, kecerdasan, sosial emosional, bahasa dan komunikasi sesuai dengan tahap-tahap perkembangan anak di usia tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Logue (2007), Early childhood learning standart : tools for promoting social and academic succes in kinderganten.[2] Guru berkualitas di dalam kelas akan membantu siswa untuk meningatkan prestasi belajar serta memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa di kelas. Penelitian lain dilakukan oleh Audra dan Neuharth-Pritchett (2006) meneliti dengan judul Developmentally Appropriate Practices in Kindergarten: factors shaping teacher beliefs and practice.[3] Penelitiannya berpusat pada peran pendidik sebagai fasilitator dan evaluator, sehingga memacu anak untuk bermain secara aktif dan berinteraksi sesama anak dengan penuh kegembiraan dan suasana yang menyenangkan.

Peran media dalam pembelajaran khususnya dalam pendidikan anak usia dini semakin penting artinya mengingat perkembangan anak pada saat itu berada pada masa berfikir konkrit.[4] Dengan demikian dalam pendidikan untuk anak usia dini harus menggunakan sesuatu yang memungkinkan anak dapat belajar secara konkrit. Prinsip tersebut mengisyaratkan perlunya digunakan media sebagai saluran penyampai pesan-pesan pendidikan untuk anak usia dini. Berkaitan dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan penggunaan TIK di dalam pendidikan anak usia dini, film animasi dianggap menjadi media yang dapat meningkatkan semangat belajar anak.

Film animasi atau kartun banyak sekali ditayangkan di media televisi maupun melalui Internet. Ada beragam jenis dan genre film animasi yang sebenarnya dapat digunakan sebagai media pembelajaran anak usia dini. Meskipun begitu, Berbagai tayangan kartun yang disiarkan di sejumlah stasiun televisi nasional, lokal maupun internet bisa juga memberikan dampak negatif yang dapat memengaruhi pola pikir, psikologis maupun tumbuh kembang karakter seorang anak. Untuk itulah di dalam makalah ini akan dikaji seberapa efektif film animasi sebagai media TIK di dalam pembelajaran anak usia dini.

B. Rumusan Masalah

  • Bagaimana pengaruh TIK terhadap perkembangan anak usia dini?
  • Bagaimana Efektivitas aplikasi TIK yang digunakan?
  • Apakah Keunggulan dan Kelamahan aplikasi TIK tersebut?

C. Pembahasan

1. Pengaruh TIK terhadap Perkembangan Anak Usia Dini

Menurut Ase Suheran, pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional secara timbal balik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan lingkungan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.[5] Pembelajaran memiliki makna di dalam prosesnya harus mengandung komunikasi dan informasi. Begitu pula dengan proses teknologi yang dibutuhkan di dalam pembelajaran harus sesuai dengan karakteristik tersebut. Teknologi yang berhubungan langsung dengan proses pembelajaran dinamakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Konsep dari teknologi informasi ini adalah pada pelaksanaan dan pemrosesan data seperti merangkat, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi atau menampilkan data dengan mnggunakan perangkat –perangkat teknologi elektronik terutama computer. Teknologi informasi berkaitan langsung dengan system komunikasi di dalam pengolahan data dan informasi. Pada teknologi komunikasi, konsepnya focus pada penggunaan perangkat teknologi elektornika untuk mencapai tujuan dalam proses komunikasi, sehingga data dan informasi yang diolah harus memenuhi kriteria komunikasi yang efektif. Peran teknologi komunikasi adalah mengatur mekanisme komunikasi antar kedua belah pihak dengan cara desain komunikasi yang sesuai, visualisasi jelas, pesan teks, suara, video memenuhi standar komunikasi, pengaturan feed back sehingga komunikasi berlangsung menjadi dua arah.

Anak-anak hidup di dalam dunia media interaktif. Mereka tumbuh nyaman dengan perangkat digital yang scara cepat menjadi alat dari budaya di rumah, di sekolah, di tempat kerja, dan di masyarakat (Kerawalla & Crook 2002).[6] Alat teknologi untuk komunikasi, kolaborasi, jejaring sosial, dan user-generated konten telah mengubah budaya mainstream. Secara khusus, alat ini telah mengubah cara orang tua dan keluarga mengelola kehidupan sehari-hari mereka dan mencari hiburan, bagaimana guru menggunakan bahan di kelas dengan anak-anak dan berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga, dan bagaimana kita memberikan pendidikan guru dan pengembangan profesional.

Prevalensi media elektronik dalam kehidupan anak-anak berarti bahwa mereka menghabiskan peningkatan jumlah jam per minggu di depan dan terlibat dengan layar dari segala jenis, termasuk televisi, komputer, smartphone, tablet, perangkat game genggam, dan konsol game (Common Sense Media 2011).[7] Perbedaan antara perangkat, konten, dan pengalaman pengguna telah kabur oleh layar multi-touch dan teknologi gerakan-aktif yang mendeteksi dan menanggapi gerakan anak. Dengan bimbingan, berbagai alat-alat teknologi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pengembangan; tanpa bimbingan, penggunaan bisa tidak pantas dan / atau mengganggu pembelajaran dan pengembangan.

Lliteratur menunjukkan setidaknya tiga alasan mengapa hal TIK dalam pendidikan anak usia dini.[8] Pertama, TIK sudah memiliki efek pada orang-orang dan lingkungan yang mengelilingi belajar anak muda. Kedua, teknologi ini menawarkan kesempatan baru untuk memperkuat berbagai aspek praktik pendidikan anak usia dini. Ketiga, ada dukungan dan minat di sektor pendidikan secara keseluruhan untuk pengembangan dan integrasi TIK dalam kebijakan pendidikan, kurikulum dan praktek. Namun, ada konsensus yang jelas dalam literatur bahwa pengenalan dan penggunaan TIK dalam pendidikan anak usia dini harus didasarkan pada pemahaman yang jelas tentang tujuan, praktik dan konteks sosial pendidikan anak usia dini.

Ada pengakuan yang berkembang dari banyak cara yang berbeda yang TIK dapat berkontribusi, atau mengubah, kegiatan, peran dan hubungan yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa dalam pengaturan pendidikan anak usia dini. Literatur menunjukkan pentingnya praktisi dan orang dewasa lainnya dalam pengaturan pendidikan anak usia dini memiliki bimbingan dan kesempatan untuk menjadi mampu, kompeten, informasi tentang peran pendidikan dan potensi TIK, dan dukungan untuk menggunakan TIK untuk memperkuat berbagai aspek praktik pendidikan anak usia dini.

Sebuah penelitian menemukan dampak penggunaan TIK pada anak usia dini, kecuali hal-hal yang berhubungan dengan televisi, yang jarang dan cukup terpisah. Menurut John Medina, seorang ahli biologi pengembangan molecular, dan penulis buku Brain Rules for Baby:

Saya belum pernah melihat literatur penelitian rancu dalam hidup saya, khususnya mengenai otak, perilaku, dan video game. Bahkan tinjauan sepintas dari pekerjaan yang ada di luar sana mengungkapkan desain yang buruk, bias agenda, kurangnya kontrol, kohort non-acak, terlalu sedikit ukuran sampel, terlalu sedikit eksperimen – dan banyak keras, bahkan marah, opini.[9]

Terdapat beberapa potensi risiko bagi anak-anak berulang kali menunjukkan, termasuk risiko keselamatan fisik dan ergonomis karena penggunaan atau berulang gerakan berkepanjangan, seperti cedera muskuloskeletal, saring visual dan miopia, obesitas dan komplikasi lain dari gaya hidup, dan kemungkinan risiko paparan radiasi; paparan isi yang berbahaya, seperti kekerasan dan konten seksual, konten komersial / iklan, dan gender dan stereotip budaya; invasi privasi anak-anak, dengan sengaja mengekspos data pribadi mereka secara online atau keluarga mereka posting video dan foto (termasuk gambar USG janin) dan menciptakan jejak kaki digital mereka bahkan sebelum mereka lahir. Ini merupakan keprihatinan nyata dan serius dan berlaku untuk anak-anak dan bahkan orang dewasa. Namun, banyak dari risiko ini dapat dicegah jika menggunakan TIK anak-anak adalah benar diawasi dan durasi terbatas.[10]

Di sisi lain, tampaknya ada sedikit oposisi yang kuat terhadap pernyataan kebijakan 2011 dari American Academy of Pediatrics yang menghambat penggunaan media dengan anak-anak muda dari 2 tahun karena  tidak ada bukti yang mendukung manfaat pendidikan atau perkembangan untuk media yang digunakan; merugikan kesehatan dan perkembangan efek potensial; dan efek samping dari penggunaan media yang orangtua (Media background) pada anak-anak.

2. Efektivitas Film Animasi Sebagai Media TIK pada Pembelajaran Anak Usia Dini

Pemilihan media TIK sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar sebaiknya perlu mempertimbangkan adanya berbagai aspek. Khususnya apabila diterapkan pada anak usia dini, maka media perlu diberdayakan seefektif dan seramah mungkin terhadap anak usia dini. Mariyana (2005) berpendapat bahwa pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan tujuan program pembelajaran yang dapat memahami karakter, minat dan imajinasi anak untuk mencapai potensi yang lebih optimal. Film animasi dianggap sebagai media yang tepat untuk melibatkan anak di dalam meningkakan minat, karakter dan imajinasi mereka. Media animasi membantu anak untuk menterjemahkan sesuatu yang abstrak dan sulit dijelaskan melalui kegiatan yang disenangi anak. Media animasi termasuk salah satu media pembelajaran audio visual.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *