PENGARUH TIK DALAM PEMBELAJARAN AUD (Anak Usia Dini)

(Penilaian KritisTerhadap CD Interaktif)

A. Pendahuluan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) termasuk komputer, internet, dan sistem pengiriman elektronik seperti radio, televisi, dan proyektor, secara luas digunakan dalam bidang pendidikan saat ini. Dengan menggunakan TIK, kreativitas siswa dapat dioptimalkan. Mereka mungkin menemukan alat-alat multimedia baru dan menciptakan bahan dalam gaya tersedia untuk mereka melalui permainan, CD, dan televisi (Gee 2007, 2011).

Berbagai macam produk TIK tersedia dan memiliki relevansi pendidikan, seperti telekonferensi, email, audio conferencing, pelajaran televisi, siaran radio, konseling radio interaktif, sistem respon suara interaktif, kaset audio dan CD ROM dll telah digunakan dalam pendidikan untuk berbeda tujuan (Sharma, 2003; Sanyal, 2001; Bhattacharya dan Sharma, 2007). CD-ROM menjadi standar untuk mendistribusikan perangkat lunak dikemas (menggantikan floppy disk) pada tahun 1990.

Internet dan CD ROOM merupakan wujud teknologi informasi yang telah memasyarakat dalam dunia pendidikan. Teknologi CD ROOM menjadi bagian tak terpisahkan dari komputer. Teknologi ini memungkinkan menyimpan dan me-retrieve informasi yang tersimpan dalam kepingan CD (compact disk), khususnya sistem basis data elektronik dan perangkat lunak multimedia. Demikian teknologi ini hadir di dalam dunia pendidikan karena potensinya sebagai perpustakaan dan multimedia interaktif mempunyai banyak keunggulan daripada media konvensional (Rahmad Hamidi, 2013). Studi telah menunjukkan anak-anak di usia muda lebih enggan untuk belajar dan menggunakan teknologi. Inovasi teknologi meningkatkan penggunaan internet dan teknologi digital lainnya telah menyebabkan peningkatan penggunaan di semua tingkatan pendidikan di kelas (Dwyer, J. 2007). Istilah anak usia dini adalah anak yang berkisar antara usia 0-8 tahun.

Permendiknas no. 58 tahun 2009 menyatakan standar tingkat pencapaian perkembangan berisi kaidah pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Anak usia dini memiliki lima aspek perkembangan yaitu perkembangan nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik motorik, dan sosial-emosional (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 58 tahun 2009). Eliason dan Jenkins (2008) menyatakan pengembangan kognitif, bahasa, dan keaksaraan dapat membentuk kemampuan berpikir dan membangun pemahaman.

 Pembelajaran yang bermakna bagi anak usia dini harus dilihat dari beberapa prinsip yaitu anak harus memiliki kesiapan secara umur, kemampuan fisik, kematangan mental dan emosional; dikemas dalam bentuk bermain dan permainan; banyak melibatkan anak; menyenangkan; dan ditunjang oleh lingkungan pembelajaran yang banyak memberikan pengalaman serta wawasan yang berkesan. Pembelajaran seperti itu akan berdampak terhadap perkembangan kognitif, perkembangan bahasa dan keaksaraan, fisik-motorik, sosial-emosional, serta nilai agama dan moral anak (Suryana, 2013; Purwati & Japar, 2013).

Pengenalan komputer sejak dini adalah sebuah pilihan yang bijak dalam mengembangkan keterampilan dan IPTEK pada anak. Penyediaan komputer untuk memenuhi kebutuhan di atas tentunya diikuti dengan ruangan yang cukup representatif, artinya ruangan disesuaikan dengan jumlah komputer yang digunakan. Selain itu, guru perlu menyiapkan berbagai CD interaktif juga video edukatif yang bervariasi. Pengembangan kemampuan bahasa, visual, musikal dan kinestetik anak dapat dieksplorasi lebih luas di dalam ruang audio-visual. Ruangan ini dilengkapi dengan televisi, VCD/DVD player, keping CD, tape radio, kaset-kaset lagu anak, alat-alat musik seperti keyboard, gitar, tamborin, rebana dan sebagainya (Ade Dwi Utami, 2013).

…………………………………………………………..

C. Analisis

Pembelajaran TIK berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, nilai agama dan moral, fisik motorik, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Perkembangan yang dimaksud merupakan perubahan perilaku yang berkesinambungan dan terintegrasi dari faktor genetik dan lingkungan serta meningkat secara individual baik kuantitatif maupun kualitatif.

Menurut Atmodiwirjo (dalam Gunarsa, 2008: 11), fase perkembangan yang terjadi pada anak usia dini atau pra sekolah adalah fase perkembangan motorik, perkembangan bahasa dan berpikir, dan perkembangan sosial. Berikut ini disajikan daftar standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA) untuk usia 3-4 tahun intuk membantu para Pendidik PAUD dan orang tua memahami tingkat pencapaian perkembangan anak pada usia 3-4 tahun.[1]

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *