Herbivora, sumber daya, dan risiko: peraturan bolak-balik sepanjang gradien lingkungan primer dalam savanna

Herbivora diatur oleh predasi di bawah kondisi lingkungan tertentu, sedangkan di bawah yang lain mereka dibatasi oleh kelimpahan hijauan dan kualitas nutrisi. Apakah regulasi top-down atau bottom-up berlaku tergantung pada kendala abiotik pada ketersediaan hijauan dan ukuran tubuh, karena ukuran secara bersamaan mempengaruhi risiko predasi herbivora dan tuntutan nutrisinya. Konsekuensinya, ekosistem yang terdiri dari spesies yang sama dapat memiliki dinamika yang berbeda jika mereka berbeda dalam penyediaan sumber daya. Di sini, peneliti menggunakan kumpulan herbivora besar di ekosistem savana Afrika untuk mengembangkan kerangka kerja yang menghubungkan gradien lingkungan dan pola gangguan dengan ukuran tubuh dan struktur trofik. Kerangka kerja ini menyediakan model untuk memahami fungsi dan keragaman ekosistem secara umum, dan menyatukan bagaimana mekanisme top-down dan bottom-up bergantung pada gradien lingkungan yang mendasarinya.

Di sini, peneliti menyelidiki bagaimana gradien sumber daya secara bersamaan mempengaruhi proses top-down dan bottom-up dalam ekosistem, menggunakan komunitas herbivora besar dari sabana Afrika sebagai contoh umum Di sini, peneliti menunjukkan bagaimana kesamaan yang mendasari gradien lingkungan mempengaruhi top-down dan bottom-up regulasi secara bersamaan.

Singkatnya, kami mengusulkan faktor abiotik menentukan pentingnya predasi, kualitas hijauan dan kelimpahan hijauan dalam mengatur herbivora dengan ukuran yang berbeda dan ini mengubah kekuatan relatif dari koneksi antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem. Ketersediaan sumber daya lingkungan utama memiliki konsekuensi mendalam bagi pengaturan herbivora dan dinamika ekosistem dengan secara bersamaan mempengaruhi proses top-down dan bottom-up. Dinamika herbivora yang berbeda dari banyak sistem savana di Afrika dapat dipahami dalam konteks kerangka ini. Konsep-konsep ini dapat membantu pemahaman tentang ekosistem lain di mana gradien abiotik yang kuat mempengaruhi bentuk komunitas (seperti salinitas dan pengeringan di ekosistem intertidal, oksigen terlarut dan opasitas dalam ekosistem akuatik, atau massa tubuh dan risiko predasi pada komunitas unggas). Kekuatan dari kerangka ini menangkap bagaimana gradien lingkungan dapat mengubah proses top-down dan bottom-up yang mengatur kelimpahan hewan.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *