KEPADATAN POHON SAVANNA, HERBIVORA, DAN KOMUNITAS HERBATNYA: EFEK BOTTOM-UP VS. TOP-DOWN

Herbivora memilih habitatnya untuk memaksimalkan asupan hijauan dan meminimalkan risiko predasi. Untuk herbivora savana Afrika, habitat yang tersedia berkisar pada kayu penutup dari area terbuka dengan beberapa pohon hingga hutan yang padat dan hampir tertutup. Variasi dalam tutupan atau kerapatan kayu ini dapat memiliki sejumlah konsekuensi untuk komposisi spesies herba, penutup, dan produktivitas, serta untuk memudahkan pendeteksian predator dan penghindaran. Di sini, kami mempertimbangkan dua kemungkinan alternatif: pertama, kerapatan pohon itu memengaruhi vegetasi herba, dengan efek ‘‘bottom-up’’ pada preferensi habitat herbivora; atau, kedua, kerapatan pohon itu memengaruhi visibilitas pemangsa, memediasi efek “top-down” dari pemangsa pada preferensi habitat herbivora.

Kami mengambil sampel situs yang mencakup 10 kali lipat kerapatan pohon di savana yang didominasi Akasia drepanolobium di Laikipia, Kenya, untuk variasi dalam (1) tutupan herba, komposisi, dan kekayaan spesies; (2) penggunaan herbivora liar dan domestik; dan (3) tingkat obstruksi visibilitas oleh lapisan pohon. Kami kemudian menggunakan pemodelan persamaan struktural untuk mempertimbangkan pengaruh potensial yang mungkin dimiliki oleh kepadatan pohon pada herbivora dan properti komunitas herba.

Kepadatan pohon dikaitkan dengan variasi substansial dalam komposisi spesies herba dan kekayaan. Ternak menunjukkan penggunaan lanskap yang cukup seragam, sedangkan herbivora liar, dengan pengecualian gajah, menunjukkan preferensi yang kuat untuk daerah dengan kepadatan pohon rendah. Hasil model menunjukkan bahwa ini bukan tanggapan terhadap variasi karakteristik herba-masyarakat, melainkan tanggapan terhadap visibilitas yang lebih besar terkait dengan tempat yang lebih terbuka. Sebaliknya, gajah lebih menyukai daerah dengan kepadatan pohon yang lebih tinggi, tampaknya karena ketersediaan hijauan yang lebih tinggi.

Hasil ini menunjukkan bahwa, untuk semua spesies kecuali yang terbesar, efek perilaku top-down dari penghindaran predator pada herbivora dimediasi oleh kerapatan pohon. Ini, pada gilirannya, tampaknya memiliki efek mengalir pada vegetasi herba. Hasil ini menjelaskan salah satu fitur utama dari ‘lanskap ketakutan’ di mana herbivora savana Afrika ada.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *