Ringkasan

Pada tahun 2014, sebagian besar debat mengenai pemilihan presiden Indonesia menyatakan gagasan masyarakat sipil sebagai alat di belakang semangat relawan yang tumbuh, aktivisme individual, pemantauan publik, dan tindakan kolektif yang membentuk proses pemilu dan hasilnya. Masyarakat sipil sering dipuji sebagai alat untuk demokratisasi dalam mewujudkan demokratisasi, mendorong transisi demokrasi serta mengkonsolidasikan demokrasi. Dalam konteks politik, peran masyarakat sipil sangat tergantung pada negara, khususnya strategi elite pemerintah. Struktur internal organisasi masyarakat sipil juga penting untuk memahami bagaimana masyarakat sipil dapat berkontribusi pada demokratisasi.

Selain itu, anggapan yang berlebihan tentang aktivisme politik relawan dan hubungannya dengan pendalaman demokrasi harus dipertimbangkan kembali. Bagi Jokowi, pentingnya relawan tidak perlu dipertanyakan saat itu. Beliau mengakui bahwa tanpa dukungan relawan, tidak mungkin baginya untuk dicalonkan oleh partainya dan memenangkan pemilihan. Dalam hal ruang lingkup organisasi, kelompok relawan yang mendukung Jokowi dapat dikategorikan menjadi tiga jenis. Pertama, organisasi yang beroperasi di tingkat nasional menjadi kelompok yang menonjol. Kedua, organisasi yang dibentuk sebagai kelompok cabang di tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Ketiga, kelompok relawan lokal didirikan di seluruh negeri oleh komunitas lokal, individu, inisiatif kelompok, dan kelompok kepentingan. Dalam pemilihan presiden 2014, banyak dari kelompok relawan terus mendukung Jokowi karena catatannya mempromosikan reformasi birokrasi di Jakarta.

Mengenai pembentukan kelompok relawan, setidaknya terdapat tiga penjelasan yang memberikan wawasan tentang fenomena kelompok relawan. Pertama, fenomena tersebut dapat dianggap sebagai tanda skeptisisme dan ketidakpercayaan politik terhadap partai politik. Kedua, fenomena relawan juga dianggap sebagai perjuangan melawan oligarki. Terakhir, kemunculan kelompok relawan terkait dengan politik elektoral masyarakat sipil dalam pemilihan presiden. Ketiga argumen tersebut dapat menjelaskan munculnya kelompok relawan dan peran mereka dalam memenuhi fungsi partai politik dalam pemilihan. Kontribusi mereka untuk menjadikan pemilu 2014 sukses dan menempatkan kandidat populer ke dalam kekuasaan telah menghasilkan harapan baru bagi masyarakat sipil yang maju dan berkembang. Sampai batas tertentu, relawan berkontribusi pada peningkatan proses demokrasi dalam pemilihan. Mereka merangsang partisipasi politik warga untuk melegitimasi pemilihan dan memastikan bahwa tidak ada penyimpangan yang terjadi.

Bagi banyak relawan, mendukung Jokowi atas Prabowo berarti memperjuangkan perbaikan dalam demokrasi Indonesia. Namun, diskusi relawan sehubungan dengan fungsi pembangunan demokratis memerlukan pertimbangan karena relawan dibatasi oleh sifat sukarela yang bermasalah. Didorong oleh tujuan untuk memilih Jokowi sebagai presiden, relawan berperan penting sebagai juru kampanye dan sebagai pengganti fungsi partai politik, tetapi tidak relevan setelah pemilihan. Setelah pemilihan, para relawan yang dianggap demokratis tidak mewujudkan harapan untuk menjadi juara yang demokratis, dan sebaliknya, mereka menjadi penjahat yang menunjukkan perilaku politik oportunistik. Pada akhirnya, sifat relawan yang kompleks menghambat kapasitas mereka untuk memajukan agenda demokrasi di bawah pemerintahan Jokowi.

Mengingat sifat masyarakat sipil yang tampaknya progresif, kasus kesukarelaan dalam pemilihan presiden 2014 memberikan sedikit bukti untuk mendukung banyak asumsi yang menghubungkan kelompok-kelompok relawan yang bersemangat dan berkembang dengan fungsi demokratis masyarakat sipil. Kasus relawan politik di Indonesia telah menunjukkan bahwa fenomena relawan lebih terkait dengan partai-partai politik yang disfungsional, dan relawan berperan penting dalam memenuhi berbagai fungsi partai politik selama pemilu 2014. Keberhasilan relawan sebagai juru kampanye telah mengilhami gerakan serupa dalam pemilihan lokal di Indonesia. Meskipun demikian masih terlalu awal untuk mengaitkan perwujudan masyarakat sipil progresif sejalan dengan fungsi pembangunan demokratis untuk kesukarelaan.

Butuh versi lengkap??
Ingin dibuatkan tugas seperti ini?
Atau ada tugas lain yang butuh dibantu?
Silahkan hubungi team geraijasa di wa 082138054433