Pelaksanaan Pengawasan Bahan Baku Kabel Pada Perusahaan PT Telkom Kancatel Tabanan

1.1  Latar Belakang Masalah

Bahan baku adalah bahan atau zat yang digunakan dalam produksi primer atau pembuatan barang. Bahan baku adalah komoditas yang dibeli dan dijual di bursa komoditas di seluruh dunia. Pedagang membeli dan menjual bahan baku dalam apa yang disebut faktor pasar karena bahan baku adalah faktor produksi seperti halnya tenaga kerja dan modal.

Bahan baku yang berlebihan dapat membuat biaya penyimpanan semakin besar. Sedangkan bahan baku yang sedikit dapat membuat biaya pemesanan semakin tinggi. Oleh karena itu, pengawasan bahan baku merupakan hal yang penting dalam menjaga pembelian bahan baku sesuai kebutuhan perusahaan sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku.

Pengawasan bahan baku sangat dibutuhkan oleh perusahaan kecil dan besar untuk menjaga stabilisasi proses produksi. Pengawasan bahan baku adalah salah satu faktor paling menentukan untuk kualitas dan biaya suatu produk. Secara kasar, setengah dari kualitas suatu produk ditentukan oleh karakteristik bahan mentah dalam teknologi produksi saat ini. Penggunaan bahan baku yang tepat sangat penting untuk menghasilkan kualitas tinggi dengan biaya minimal.

Salah satu alat yang sering digunakan dalam penentuan jumlah optimal kuantitas pemesanan persediaan bahan adalah model Economic Order Quantity/EOQ (Syamsuddin, 2011: 294). EOQ adalah alat keputusan yang digunakan dalam akuntansi biaya atau formula yang memungkinkan menghitung jumlah persediaan yang ideal untuk memesan produk tertentu.

Pada penelitian ini peneliti melakukan survei penelitian terhadap perusahaan telekomunikasi, PT Telkom Kancatel Tabanan. Setelah penelitian dilakukan pengawasan bahan baku kabel yang ada di PT Telkom Kancatel Tabanan masih belum berjalan dengan baik. Bahan baku langsung yang didatangkan terlalu banyak tidak sesuai dengan yang dibutuhkan dalam proses produksi. Akibatnya perusahaan mengalami pemborosan dalam biaya pengadaan bahan baku.

PT Telkom Kancatel Tabanan menerapkan teknik komputer dalam bidang telekomunikasi yang berkaitan dengan kegiatan komunikasi hubungan dua arah atau lebih menggunakan kabel yang saling berhubungan (nirkabel), tanpa kabel (wireless), dan bergerak (mobile) dalam hal ini berupa komunikasi telepon berkabel, telepon tanpa kabel, jaringan telepon bergerak dan data service atau biasa dengan layanan internet.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul“Pelaksanaan Pengawasan Bahan Baku Kabel pada Perusahaan PT Telkom Kancatel Tabanan”.

1.2  Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan pengawasan bahan baku kabel pada perusahaan PT Telkom Kancatel Tabanan?

1.3  Tujuan dan Kegunaan Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengawasan bahan baku kabel pada perusahaan PT Telkom Kancatel Tabanan.

  • Kegunaan Penelitian
  • Sebagai informasi dan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan, serta diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan mengenai pengawasan bahan baku di masa yang akan datang.
  • Sebagai salah satu syarat penulis agar dapat menyelesaikan Pendidikan Program Studi S1 di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen pada Universitas…

1.4  Tinjauan Pustaka

  1. Pengawasan

Pengawasan adalah segenap kegiatan untuk meyakinkan dan menjamin bahwatugas/pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.Kebijaksanaan yang telah digariskan dan perintah (aturan) yang diberikan (Siagian, 2003: 112).Siagian mengatakan pengawasan merupakan proses pengamatan dari pelaksanaan seluruh organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Indikator pengawasan yang akan dipergunakan dalam pengukuran variabel ini adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan ukuran pelaksanaan. Artinya cara-cara untuk mengukur pelaksanaan seperti kontiniuatau beberapa syarat minimal melakukan pengawasan dalam suatu waktu seperti satu kali seminggu atau beberapa kali sebulan bahkan mungkin beberapa jam setiap hari.
  2. Memberikan penilaian. Artinya memberi nilaikesetiap pekerjaan yang diberikan kepada bawahan, apakah pekerjaannya beik atau jelek.
  3. Mengadakan korektif. Tindakan koreksi ini dimaksudkan koreksi internal yaitu mengevaluasi berbagai metode pengawasan yang ada seperti standar yang terlalu tinggi, dan eksternal yaitu ,memberikan sanksi kepada bawahan (Kartono, 2002: 153).
  • Bahan Baku

Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produksi usaha (Wibowo, 2014: 12).  

Bahan baku (raw material) adalah bahan mentah yang belum diolah, yang akan diolah menjadi barang jadi, sebagai hasil utama dari perusahaan yang bersangkutan (Indrajit & Djokopranoto, 2003).

Menurut Assauri (1998), bahan baku merupakan bahan yang harus diperhitungkan dalam kelangsungan proses produksi. Banyaknya bahan baku yang tersedia akan menentukan besarnya penggunaan sumber-sumber di dalam perusahaan dan kelancarannya.

Hal tersebut diatas menunjukkan bahwa bahan baku merupakan salah satu faktor penting yang dapat memperlancar suatu proses produksi. Bahan baku adalah sumber daya yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang jadi sehingga dianggap sebagai aset persediaan.

  • Economic Order Quantity/EOQ

Dalam pendekatan (EOQ) metode Economic Order Quantity ini yang akan ditentukan adalah seberapa jumlah persediaan yang akan dibeli secara ekonomis untuk setiap kali pembelian dalam rangka memenuhi kebutuhan dangan biaya minimal (T Hani Handoko, 2000: 240).

Untuk itu perlu diketahui atau ditentukan besarnya kebutuhan atau penggunaan bahan baku dalam suatu periode tertentu, seperti biaya pemesanan untuk pengadaan bahan baku (ordering cost), dan biaya penanganan bahan baku tersebut selama didalam persediaan (carrying cost).

Penerapan EOQ (Economic Order Quantity) pada perusahaan akan lebih akurat apabila terlebih dahulu perusahaan mengetahui apakah metode Economic Order Quantity merupakan metode yang cocok diterapkan perusahaan atau tidak.

  • Kabel

Kabel adalah alat penghubung untuk mengirim informasi dari satu komputer ke komputer yang lain. Ada beberapa macam tipe kabel yang umum digunakan pada LAN. Adapun jenis-jenis kabel tersebut adalah :

  1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Kabel twisted pair terdiri dari dua tipe yaitu shielded dan unshielded. Unshielded twisted pair (UTP) adalah yang paling populer dan umumnya merupakan pilihan yang terbaik untuk jaringan sederhana. Kualitas kabel UTP berbeda dengan kabel telepon, kabel jenis ini mempunyai empat pasangan kabel di dalamnya. Setiap pasangan adalah jenis kabel kembar. Jenis konektor untuk kabel ini adalah konektor RJ-45.

  • Kabel Shielded Twisted Pair (STP)

Kekurangan kabel jenis ini adalah sangat sensitif terhadap sinyal radio dan listrik. Kabel seperti ini sangat baik digunakan dimana lingkungan pengaruh listrik kurang, serta biasanya digunakan pada jaringan yang menggunakan topologi Token Ring.

  • Kabel Coaxial

Kabel koaksial adalah kabel yang memiliki satu Copper Conductor pada bagian tengahnya. Sebuah lapisan plastik menutupi di antara konduktor dan lapisan pengaman serat besi. Lapisan serat besi tersebut membantu menutupi gangguan dari arus listrik, lalu lintas kendaraan atau mesin dan komputer.

Ada dua jenis tipe kabel ini yaitu:

  1. Kabel thin coaxial

Disebut juga dengan 10Base2 (thinnet) dimana angka 2 menunjukan pada panjang maksimum untuk setiap segmen kabel tersebut yaitu 200 meter, namun kenyataannya hanya dapat menjangkau sampai 185 meter. Kabel ini sangat populer terutama pada penggunaan jaringan yang linear.

  • Kabel thick coaxial

Disebut juga dengan 10Base5 (thicket) dimana angka 5 menunjukan pada panjang maksimum untuk setiap segmen kabel tersebut yaitu 500 meter, dan satu kekurangan dari kabel jenis ini adalah tidak lentur dan sangat relatif sulit untuk mengkonfigurasinya. Tipe konektor untuk kabel jenis ini adalah konektor Bayone-Neill-Concelman (BNC).

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi aja geraijasa.com di no wa 0821-3805-4433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *