ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK SYARI’AH MENGGUNAKAN PENDEKATAN LABA RUGI DAN NILAI TAMBAH (STUDI KASUS PADA BANK…)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan masyarakat Indonesia yang mayoritas pemeluk agama Islam, kebutuhan masyarakat terhadap perbankan yang bersistem syari’ah tidak lagi bisa ditawar, maka kemudian muncul bank-bank syari’ah. Potensi berkembangnya lembaga keuangan syari’ah di Indonesia sangat terbuka lebar, mengingat jumlah penduduk di Indonesia tergolong padat dan mayoritas muslim.

Perkembangan bank syari’ah pada era reformasi ditandai dengan disetujuinya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Dalam Undang-Undang tersebut mengatur dengan rincian landasan hukum serta jenis-jenis usaha yang dapat dioperasikan dengan diimplementasikan oleh bank syari’ah. Undang-undang tersebut juga memberi arahan bagi bank-bank konvensional untuk membuka unit syari’ah atau bahkan mengkonversikan diri menjadi bank syari’ah.

Perkembangan perekonomian Indonesia yang semakin pesat membutuhkan suatu lembaga keuangan yang mengatur, menghimpun, dan menyalurkan dana yang dipercayakan oleh masyarakat dalam bentuk simpanan. Hal inilah yang mendorong perkembangan yang cukup pesat dari industri. Sehingga bank menjalankan peran intermediasi keuangan yang berkaitan dengan penyaluran dan penghimpunan dana dari masyarakat (Abdullah, 2005: 17). Hal ini bisa dilihat pada tahun 2009 pembiayaan mengalami nilai tertinggi sebesar 46.88%. Jika dilihat dari rasio pembiayaan yang di salurkan dengan besarnya dana pihak ketiga (DPK) yang dinyatakan dengan financing to deposit ratio (FDR), maka bank syari’ah memiliki rata-rata FDR sebesar 97,65% (www.bi.go.id).

Upaya pengembangan industri perbankan syari’ah yang sehat dan memiliki daya saing tinggi maka arah kebijakan difokuskan kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan permodalan, pengembangan serta pemberdayaan unit usaha syari’ah dan anak perusahaan, serta peningkatan efisiensi melalui pendalaman finansial. Melalui pendalaman finansial, salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh oleh pihak perbankan adalah dengan cara meningkatkan kinerja keuangan.

Peningkatan kinerja keuagan mempunyai dampak yang luar biasa terhadap usaha menjaga kepercayaan nasabah agar tetap setia menggunakan jasanya. Prinsip utama yang harus dikembangkan oleh bank syari’ah dalam meningkatkan kinerja keuangan adalah kemampuan bank syari’ah melakukan pengelolaan dana.

Penilaian kinerja keuangan dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan yang diterbitkan. Dalam menganalisis laporan keuangan diperlukan adanya suatu ukuran tertentu. Ukuran yang paling sering digunakan dalam analisis laporan keuangan adalah analisis rasio keuangan. Rasio keuangan ini sangat penting gunanya untuk melakukan analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan. Penilaian kinerja keuangan dilakukan dengan menganalisa tingkat profitabilitas pada perbankan syari’ah. Tingkat profitabilitas yang dimaksud adalah dengan menggunakan tiga rasio yaitu Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan rasio perbandingan antara total laba bersih dengan total aktiva produktif. Semakin besar rasio yang diperoleh berarti kemampuan bank syari’ah dalam memberikan keuntungan bagi hasil kepada nasabah semakin baik, dan sebaliknya jika perolehan rasio kinerja keuangan kecil berarti kemampuan bank syari’ah memberikan keuntungan berupa bagi hasil kepada nasabah rendah.

Pada saat ini para pengguna laporan keuangan (nasabah, karyawan, pemerintah, masyarakat, manajemen) dihadapkan pada satu kondisi laporan keuangan bank syari’ah belum dapat melakukan analisa terhadap kinerja keuangan bank syari’ah secara tepat, karena hanya memuat sejumlah elemen laporan keuangan sebagaimana elemen dalam laporan keuangan bank konvensiaonal, ditambah dengan beberapa laporan seperti Laporan Perubahan Dana Investasi Terikat, Laporan Rekonsiliasi Pendapatan dan Bagi Hasil, Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat, serta Laporan Sumber Dana Kebajikan. Jika dikaji secara lebih mendalam, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan laporan keuangan bank syari’ah masih berorientasi pada kepentingan direct stakeholders. Tujuan ini sama dengan tujuan akuntansi yang termuat dalam laporan keuangan bank-bank konvensional. Sedangkan tujuan dari bank syari’ah tidak hanya sebatas menyediakan informasi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan ekonomi saja, akan tetapi adalah muamalah yaitu Amar Ma’ruf Nahi Munkar, keadilan dan kebenaran, kerja sama, menghapus riba, dan mendorong zakat. Tujuan-tujuan tersebut perlu dilakukan dalam rangka memenuhi tanggungjawab bank kepada direct stakeholders maupun indirect stakeholders (Wahyudi, 2005: 2).

Kaitannya dengan kinerja keuangan bank syari’ah dengan belum dimasukkannya laporan nilai tambah sebagai laporan keuangan tambahan dalam laporan keuangan bank syari’ah, maka selama ini analisis kinerja keuangan bank syari’ah hanya didasarkan pada neraca dan laporan laba rugi saja. Hal ini menyebabkan hasil analisa belum menunjukkan hasil yang tepat, karena laporan laba rugi merupakan laporan yang lebih memperhatikan kepentingan direct stakeholders (pemilik modal), berupa pencapaian profit yang maksimal, dengan mengesampingkan kepentingan dari pihak lain (karyawan, masyarakat, sosial dan pemerintah). Sehingga profit yang diperoleh distribusinya hanya sebatas kepada direct stakeholders saja. Sementara dengan laporan nilai tambah kemampuan bank syari’ah dalam menghasilkan profitabilitas dihitung dengan juga memperhatikan kontribusi pihak lain seperti karyawan, masyarakat, pemerintah dan lingkungan. Sehingga profit yang diperoleh dalam distribusinya tidak hanya sebatas pada direct stakeholders saja melainkan juga kepada indirect stakeholders.

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah dipaparkan diatas, maka peneliti memberi judul “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syari’ah Menggunakan Pendekatan Laba Rugi dan Nilai Tambah” (Studi Kasus Pada Bank…)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana kinerja keuangan Bank… tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba rugi?
  2. Bagaimana kinerja keuangan Bank… tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan nilai tambah?
  3. Apakah terdapat perbedaan pada kinerja keuangan Bank… tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba rugi dan nilai tambah?

C. Batasan Masalah

Agar peneliti lebih terarah, maka peneliti membatasi ruang lingkup masalah yang diteliti. Adapun masalah yang diteliti adalah sebagai berikut:

  1. Dalam penelitian ini menggunakan data laporan keuangan bank yang diterbitkan secara tahunan yang dipublikasikan di internet.
  2. Periode data laporan keuangan dalam penelitian ini menggunakan tahun 2014-2018.
  3. Laporan keuangan bank yang digunakan adalah laporan laba-rugi.
  4. Penelitian ini dilakukan pada Bank…

D. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui kinerja keuangan Bank…tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba-rugi.
  2. Untuk mengetahui kinerja keuangan Bank…tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan nilai tambah.
  3. Untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan Bank…tahun 2014-2018, jika dianalisis dengan menggunakan pendekatan laba-rugi dan nilai tambah.

E. Manfaat Penelitian

1. Dibidang Teoritis

Menambah pengetahuan dalam ekonomi tentang perbankan syari’ah serta sebagai masukan pada penelitian dengan topik yang sama pada masa yang akan datang.

2. Dibidang Lain

  • Kepada praktisi sebagai bahan masukan tentang pentingnya menambahkan laporan nilai tambah dalam elemen laporan keuangan yang diterbitkan.
  • Kepada pengguna jasa perbankan syari’ah sebagai bahan informasi untuk mengetahui kinerja keuangan perbankan syari’ah.

BAB II

LANDASAN TEORI

1. Konsep Operasional Bank Syari’ah

Secara garis besar, hubungan ekonomi berdasarkan syari’ah Islam tersebut ditentukan oleh hubungan akad yang terdiri dari lima konsep akad. Bersumber dari lima dasar akad inilah dapat ditemukan produk-produk lembaga keuangan bank syari’ah. Kelima konsep tersebut menurut Wibowo dan Widodo (2005), yaitu prinsip simpanan murni (Al-Wadiah), prinsip bagi hasil (Mudharabah), prinsip jual beli (At-Tijarah), prinsip sewa (At-Ijarah) dan prinsip jasa.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi aja geraijasa.com di no wa 0821-3805-4433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *