Pengaruh Metode Eksperimen Terhadap Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPA Materi Peristiwa Alam Dan Dampaknya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baiturrahman Majalengka

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari di sekolah dasar. Materi pembelajaran IPA merupakan hasil kegiatan manusia yang berupa pengetahuan, gagasan, dan konsep tentang alam sekitar yang terorganisasi melalui penyelidikan, penyusunan, dan pengujian gagasan. Melalui mata pelajaran IPA, kerja ilmiah seperti melakukan pengataman, memprediksi, dan keterampilan berpikir dapat dilatihkan kepada siswa dalam usaha memberi bekal ilmu pengetahuan.

Menurut hasil wawancara dan pengamatan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Baiturrahman Majalengka, umumnya para siswa menganggap pembelajaran IPA hanyalah kumpulan penguasaan pengetahuan yang hanya berisi konsep-konsep atau fakta-fakta saja. Padahal pada kenyataannya mata pelajaran IPA sangat penting dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, hal ini menjadi suatu permasalahan yang menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai secara maksimal. Selain itu, proses pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah dirasakan masih kurang dalam hal keaktifan dan kreatifitas para siswa, karena kegiatan pembelajaran IPA di kelas masih berpusat pada guru dan buku sebagai sumber utama. Proses pembelajaran berlangsung secara konvensional dan metode yang digunakan yaitu metode ceramah sebagai pilihan utama yang digunakan guru dalam menyampaikan pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah, sehingga pembelajaran IPA dirasa membosankan. Saat siswa merasa bosan dalam belajar, maka ilmu pengetahuan tidak terserap secara utuh ke dalam memori siswa. Oleh karena itu motivasi belajar penting karena fungsinya yang mendorong, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar.

Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23), motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku. Seseorang yang belajarnya dengan motivasi yang kuat akan melakukan semua kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh, penuh gairah atau semangat. Sebaliknya, belajar dengan motivasi yang lemah akan malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang behubungan dengan pelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan diatas guru harus mempunyai cara atau strategi dalam memilih metode pengajaran yang lebih memberdayakan siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPA. Pemilihan metode dalam proses pengajaran sangat penting karena penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran akan membuat siswa terdorong untuk menemukan pengetahuannya sendiri, mengalami, dan memiliki keterampilan proses IPA. Dengan keterampilan proses tersebut, siswa diharapkan lebih senang dan tertantang dalam mempelajari IPA sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar.

Mengingat pentingnya pengaruh guru pada motivasi belajar siswa maka diperlukan guru yang kreatif, karena kreatifitas guru merupakan penunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran. Salah satu kreatifitas tersebut adalah penggunaan metode eksperimen dalam mata pelajaran IPA. Dengan penggunaan metode eksperimen diharapkan dapat menumbuhkan sikap ilmiah, meningkatkan keterampilan dalam unjuk kerja praktik, meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar. Dalam penggunaan metode eksperimen, guru bertugas memfasilitasi siswa dengan memberikan bimbingan serta petunjuk dalam bereksperimen.

Hal senada juga dinyatakan oleh Apriyani (2012) dalam penelitiannya bahwa metode eksperimen berpengaruh terhadap motivasi siswa. Metode eksperimen dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa karena metode ini menyajikan pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dengan begitu maka siswa akan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa.

Atas dasar pernyataan diatas maka penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA merupakan alternative yang tepat untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah karena proses belajar dengan metode eksperimen memberikan kesempatan pada siswa untuk mengalami atau melakukans sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, keadaan atau proses sesuatu. Melalui kegiatan tersebut, siswa secara mandiri akan dapat menarik kesimpulan tentang suatu kebenaran serta mendapatkan pengalaman langsung dan nyata. Dengan pengalaman langsung tersebut, suatu ilmu pengetahuan akan melekat sangat kuat dalam memori siswa sehingga motivasi belajar siswa akan meningkat.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut:

  1. Para siswa menganggap pembelajaran IPA hanyalah kumpulan penguasaan pengetahuan yang hanya berisi konsep-konsep atau fakta-fakta saja, padahal pada kenyataannya mata pelajaran IPA sangat penting dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, sehingga motivasi dalam pembelajaran IPA kurang maksimal.
  3. Proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran IPA yang konvensional dan hanya menggunakan metode ceramah saja sehingga pembelajaran IPA dirasa membosankan.

C. Batasan Masalah

Untuk memfokuskan penelitian ini agar memperoleh hasil maksimal maka peneliti membatasi masalah yang diteliti pada pembelajaran IPA materi peristiwa alam dan dampaknya di Madrasah Ibtidaiyah Baiturrahman Majalengka tahun ajaran 2019/2020. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen untuk meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar siswa.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah di atas, maka masalah pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimanakah pengaruh metode eksperimen terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam dan dampaknya di MI Baiturrahman Majalengka tahun pelajaran 2019/2020?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran IPA materi peristiwa alam dan dampaknya di MI Baiturrahman Majalengka tahun pelajaran 2019/2020.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Teoritik

Memberikan wawasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan. Diharapkan metode eksperimen dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pilihan metode pembelajaran yang tepat dalam memotivasi belajar siswa untuk menggali lebih banyak lagi Ilmu Pengetahuan Alam.

2. Praktis

  • Bagi Siswa
  • Memberi kemudahan dalam memahami pelajaran melalui metode-metode yang inovatif.
  • Menumbuhkan cara berfikir rasional dan ilmiah.
  • Bagi Peneliti
  • Dapat dijadikan refleksi untuk terus mencari dan mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.
  • Mendapatkan pengalaman melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen yang mampu meningkatkan motivasi belajar IPA.
  • Mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah.
  • Bagi Guru
  • Menambah pengetahuan guru mengenai penggunaan metode eksperimen.
  • Sebagai alternatif bagi guru dalam penggunaan metode pembelajaran IPA di MI Baiturrahman Majalengka.
  • Bagi Sekolah

Digunakan sebagai bahan informasi dan kajian untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran.

G. Definisi Operasional

1. Motivasi Belajar

Motivasi belajar adalah seluruh daya penggerak psikis yang ada dalam diri individu siswa yang dapat memberikan dorongan untuk belajar demi mencapai tujuan dari belajar tersebut.

2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

IPA merupakan cabang keilmuan atau pengetahuan yang bersifat eksata, sehingga dalam pembelajarannya diwujudkan dengan cara penemuan langsung serta sangat berkaitan erat dengan lingkungan alam sekitar. Dalam penelitian ini materi pembelajaran IPA yang dibahas adalah peristiwa alam dan dampaknya.

3. Metode Eksperimen

Metode eksperimen merupakan suatu metode dalam pembelajaran dimana dalam proses kegiatan belajar dilaksanakan secara individu atau berkelompok dan siswa melakukan praktikum secara langsung menggunakan alat dan bahan yang telah tersedia berdasarkan acuan lembar kegiatan siswa (LKS) dan bimbingan guru. Metode eksperimen yang dilaksanakan dalam penelitian ini dilakukan secara berkelompok.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Motivasi Belajar

Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.” Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah proses yang menimbulkan energi dan arahan untuk keterlibatan pembelajaran.

Menurut Sardiman A. M (2012: 89-91) terdapat dua macam motivasi belajar, yaitu:

  1. Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsinya tanpa harus diransang dari luar karena didalam seseorang individu sudah ada dorongan untuk melaksanakan sesuatu. Bila seseorang telah memiliki motivasi intrinsik maka secara sadar akan melakukan kegiatan dalam belajar dan selalu ingin maju sehingga tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Hal ini dilatarbelakangi keinginan positif, bahwa yang akan dipelajari akan berguna di masa yang akan datang.
  2. Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena ada perangsang dari luar. Motivasi dikatakan ekstrinsik bila peserta didik menempatkan tujuan belajarnya diluar faktor-faktor situasi belajar. Berbagai macam cara bisa dilakukan agar siswa termotivasi untuk belajar.

Sesuai dengan pendapat di atas, motivasi belajar yang ada pada diri seseorang dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsik atau dalam individu dan motivasi ekstrinsik atau luar individu.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi aja geraijasa.com di no wa 0821-3805-4433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *