Upaya Wanita Pekerja Seks Komersial Dalam Menghindari Infeksi Menular Seksual (IMS)

Latar Belakang

Pelacuran merupakan fenomena sosial yang telah berlangsung sejak lama dan pada kenyataannya sulit dihilangkan dari masyarakat. Pelacuran merupakan penyandang masalah sosial yang tidak mampu mengatasi masalahnya. Mereka lebih pantas disebut pekerja seks komersil karena mereka bekerja memberi layanan seks untuk mendapatkan uang demi mempertahankan kehidupan. Menurut Regar dan Kairupan (2016: 2), pekerja seks komersil adalah suatu perbuatan di mana seorang wanita menyerahkan dirinya untuk berhubungan badan dengan mengharapkan bayaran, baik berupa uang maupun bentuk lainnya.

Pelacur adalah kata benda yang berarti orang perempuan yang melacur, wanita tunasusila atau sundal (Djubaedah, 2010: 100). Masalah pelacuran merupakan masalah sosial yang melanda desa sampai kota karena mengganggu ketentraman dan kehidupan bersama, apalagi bagi masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi perkawinan dan memegang teguh norma keagamaan. Pelacuran juga sangat berbahaya akibatnya bagi kesehatan karena penyakit yang ditularkan tidak saja merugikan banyak pihak yang berhubungan langsung, tetapi juga pada anak keturunannya. Selain itu, pelacuran merupakan penyakit masyarakat, dan termasuk kategori perilaku menyimpang. Penyimpangan diartikan sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tendensi sentral atau ciri-ciri karakteristik rata-rata dari rakyat kebanyakan (Kartini dan Kartono, 2011: 11). Pelacuran merupakan profesi yang senantiasa ada di sepanjang kehidupan manusia.

 Prostitusi atau pelacuran secara umum adalah praktik hubungan seksual sesaat, yang kurang lebih dilakukan dengan siapa saja, untuk imbalan berupa uang. Tiga unsur utama dalam praktik pelacuran adalah pembayaran, promiskuitas dan ketidakacuhan emosional (Suyanto, 2010: 159-160 dalam Hidayat, 2014: 8).

Perumusan Permasalahan

Berdasarkan latar belakang di atas, perlu dilakukan suatu penelitian analisis upaya wanita pekerja seks komersial dalam menghindari infeksi menular seksual. Selain itu, dalam penelitian ini di gunakan pertanyaan-pertanyaan penelitian antara lain:

  1. Bagaimana upaya wanita PSK dalam menghindari IMS?
  2. Bagaimanakah peran serta mucikari dalam penggunaan kondom?
  3. Apakah PSK dalam melayani pelanggan memilih karakteristik tertentu?
  4. Bagaimana kebiasaan penggunaan kondom dalam berhubungan seksual?
  5. Sejauh mana penggunaan antibiotika dalam menghindari IMS?
  6. Adakah kebiasaan PSK menggunakan produk lain selain antibiotik dalam menghindari IMS?
Pertanyaan/Tujuan Penelitian
Tujuan Umum

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya wanita pekerja seks komersial dalam menghindari infeksi menular seksual.

Tujuan Khusus
  • Mengetahui upaya wanita PSK dalam menghindari IMS.
  • Mengetahui peran serta mucikari dalam penggunaan kondom.
  • Mengetahui karakteristik pelanggan PSK yang dilayani.
  • Mengetahui kebiasaan penggunaan kondom dalam berhubungan seksual.
  • Mengetahui penggunaan antibiotika dalam menghindari IMS.
  • Mengetahui kebiasaan PSK menggunakan produk lain selain antibiotik dalam menghindari IMS.
Kelogisan

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dengan rancangan penelitian eksploratif dengan tujuan menggambarkan upaya wanita pekerja seks komersial dalam menghindari infeksi menular seksual (IMS). Menurut Sukmadinata (2011: 73), penelitian deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik bersifat alamiah maupun rekayasa manusia, yang lebih memperhatikan mengenai karakteristik, kualitas, keterkaitan antar kegiatan.

Sugiyono (2012: 9) juga mengemukakan penelitian kualitatif sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti memilih metode deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang sedang di hadapi pada situasi sekarang.

Kesimpulan dan Saran

Upaya pekerja seks komersial dalam menghindari infeksi menular seksual (IMS) dilakukan dengan berbagai cara, namun cara tersebut dapat membawa dampak positif dan negatif. Bagi Dinas Sosial khususnya bidang penyuluhan dan Dinas Kesehatan bidang pemberantasan penyakit menular dapat mengupayakan pemberian pelatihan keterampilan negosiasi kondom kepada PSK secara berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kepercayaan diri, pemberdayaan hak-hak reproduksi berperspektif jender, dan bargaining power, sehingga berani melakukan negosiasi penggunaan kondom dengan pasangan seksnya. Untuk Puskesmas di wilayah sekitar hendaknya memberikan pelayanan secara komprehensif, benar, sesuai dengan kompentensi dan kewenangan serta melakukan pendekatan terapeutik. Dengan demikian tenaga kesehatan dapat memberikan informasi yang benar sesuai dengan kebutuhan PSK.

Daftar Pustaka

Anwar, Yesmil dan Andang. 2010. Kriminologi. Refleksi Aditama: Bandung.

Bachroen, Cholls. 2003. Upaya Pekerja Seksual Komersial (PSK) dalam Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Menular Seksual (PMS) di Dolly dan Jarak, Surabaya. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. 6. No. 1 Juni, 18-30.

Djubaedah, Neng. 2010. Perzinaan dalam Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam, Jakarta: Kencana.

Hariyati. 2014. Upaya-upaya Pencegahan dan Pola Pencarian Pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS) Perempuan Pekerja Seks di Tempat Prostitusi Bandang Raya Kota Samarinda. Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, KALTIM.

Kartini dan Kartono. 2011. Patologi Sosial jilid 1. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Matahari, Ratu. 2012. Studi Kualitatif Mengenai Persepsi dan Perilaku Seksual Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dalam Upaya Pencegahan IMS di Kota Semarang Tahun 2012. 2012. Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 3 No 3, Desember. Hal. 113 – 123.

“Ingin dibuatkan Proposal Penelitian seperti ini??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no 082138054433″

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *