AKTUALISASI PEMAHAMAN KONSEPSI WASANTARA(WAWASAN NUSANTARA) GUNA MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM RANGKA KETAHANAN NASIONAL

1. Latar Belakang

a. Analisa Judul

Wawasan Nusantara adalah cara pandang sebuah bangsa tentang dirinya ditengah-tengah lingkungan strategis yang bergerak serba cepat dan dinamik, agar bangsa tersebut tetap eksis dan survife. Pengertian lain dari wawasan nusantara secara termininologi wawasan nusantara diartikan sebagai cara pandang sebuah nation state tentang diri dan lingkungan strategiknya yang berubah serba dinamik dengan mempertimbangkan aspek cultural, histories, geografis, ruang hidup, idealisme, falsafah Negara, konstitusi, aspirasi, identitas, integritas kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupannya serta kemampuannya dan daya saingnya.

Bisa dikatakan bahwa Wilayah Indonesia yang sekarang adalah Implikasi dan manfaat yang kita peroleh dari konsep Wawasan Nusantara dimana:

  1. Diterima dan diakuinya konsepsi Nusantara di forum internasional.  Yang dibuktikan dengan diterimanya asas negara kepulauan berdasar konvensi hokum laut 1982, sehingga Indonesia diakui oleh hokum internasional sebagai negara kepulauan.
  2. Pertambahan luas wilayah teritorial Indonesia. Berdasarkan Ordonansi 1939, wilayah teritorial Indonesia hanya seluas 2 juta km persegi. Dengan adanya konsepsi Wawasan Nusantara maka luas wilayah Indonesia menjadi 5 juta km persegi sebagai satu kesatuan wilayah.

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Konsepsi wasantara akan selalu mendukung persatuan bangsa Indonesia, dimana hal ini perlu dipertahankan dan diperjuangkan dengan gigih baik di dalam negeri maupun di lingkup internasional. Meskipun demikian, kesatuan dan persatuan bukanlah satu-satunya isi dari wawasan nusantara meskipun menjadi titik sentralnya. Dengan semangat nasionalisme ini, kita bisa berjuang untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan guna mempertahankan integritas bangsa Indonesia.

b. Pokok Masalah

“Wawasan Nasional”, yang tidak hanya diperuntukkan bagi Hankamnas saja, melainkan yang dapat menyeluruh meliputi “segenap segi kehidupan nasional”, hingga dapat mendasari konsepsi ketahanan nasional.Dengan munculnya beberapa permasalahan yang telah dihadapi oleh negara kita sebenarnya menguji seberapa kuat eksistensi negara kita menghadapi rongrongan dari negara-negara lain. Dan bila kita lihat kondisi wawasan nusantara saat ini ada beberapa permasalahan yang mengancam integritas negara kita. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada keseimbangan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui system pertahanan keamanan rakyat semesta, untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.

2. Potret/Fakta-Fakta

Beberapa permasalahan yang mengancam ketahanan nasional kita saat ini diantaranya soal perbatasan antara Indonesia dan Malaysia setelah Malaysia melalui perusahaan minyaknya, Petronas, memberikan hak eksplorasi kepada perusahaan Shell untuk melakukan eksplorasi di wilayah perairan laut di sebelah timur Kalimantan Timur yang mereka beri nama Blok ND6 (Y) dan ND7 (Z). Indonesia yang telah lebih dulu mengklaim wilayah itu sebagai kedaulatannya tentu saja protes atas kebijakan Malaysia tersebut karena di blok yang dinamai Indonesia sebagai blok Ambalat dan Ambalat Timur tersebut, Indonesia sudah terlebih dulu melakukan eksplorasi minyak bumi dan gas (migas). Kini, berbekal kemenangan di Mahkamah Internasional atas Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, Malaysia kembali “memperkuat” klaimnya sesuai dengan peta tahun 1979 yang mereka buat sendiri, yang memang sudah memasukkan Sipadan dan Ligitan sebagai wilayah kedaulatannya. Pemberian hak eksplorasi kepada Shell itu, mereka nyatakan sebagai bentuk dari pelaksanaan hak kedaulatan mereka di perairan sebelah timur Kalimantan Timur tersebut.

Wajar bila Pemerintah Indonesia bersikap tegas untuk mempertahankan kedaulatan di perairan Laut Sulawesi itu. Indonesia, sebagaimana disampaikan pihak Deplu Negeri RI, sangat siap untuk menyelesaikan persoalan perbatasan di Laut Sulawesi itu melalui jalur hukum formal, baik ke Tribunal UNCLOS maupun ke ICJ.sedangkan Malaysia berusaha tidak membawa persoalan ini sampai ke UNCLOS atau ICJ. Dalam kondisi seperti itu, tidak mungkin bagi Indonesia membawa masalah ini sendirian ke UNCLOS atau ICJ karena syaratnya memang harus kesepakatan kedua belah pihak.

Tak hanya itu, Negeri jiran Malaysia melakukan tindakan yang membikin gerah bangsa Indonesia. Negara tetangga yang masih serumpun itu melakukan klaim bahwa Tari Perndet yang berasal dari Bali merupakan tarian yang berasal dari Malaysia. Padahal Tari Pendet sudah menjadi tarian upacara keagamaan di Bali selama ratusan tahun dan kini telah menjadi tarian selamat datang khas Bali. Sebelumnya, Malaysia juga telah mengklaim beberapa budaya bangsa Indonesia sebagai hak atas kekayaan intelektual mereka. Sebut saja Batik Solo, Reog Ponorogo, Angklung Sunda serta wayang kulit dari Jawa Tengah.[1]

Kasus Sipadan dan Ligitan yang kini telah menjadi milik Malaysia, menjadi bukti lemahnya bangsa Indonesia memahami konsep Wawasan Nusantara. Ancaman gerakan separatis Gam, OPM dan RMS serta kerusuhan antar etnis dsb. Semua ini merupakan refleksi bahwa semangat nasionalisme dan kesadaran akan pemahaman wawasan. Masalah internal yang mengancam ketahanan nasional lainnya misalnya serangan narkotika dan obat-obatan (narkoba) terlarang terhadap generasi muda masa kini. Entah seperti apa masa depan ketahanan nasional, ketika generasi muda masa kini terus-menerus dilumpuhkan oleh narkoba. Perilaku korup manajemen pemerintah menimbulkan daya rusak amat masif terhadap ketahanan nasional kita. Budaya korupsi tak hanya merugikan rakyat, tetapi juga menjadikan negara nyaris kehilangan daya untuk merespons berbagai masalah, terutama kemiskinan dan pengangguran.[2]

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *