Kondisi Kabupaten Boven Digoel Di Papua

Pendahuluan

Kabupaten Boven Digoel merupakan salah satu dari empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea dengan luas wilayah sebesar 27.108,29 km2 dan berada di tepi kanan Provinsi Papua. Wilayah administrasi Kabupaten tersebut memiliki 20 distrik dan 112 kampung.Berdasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia tahun 2010-2035, pada tahun 2017 jumlah penduduk di Kabupaten Boven Digoel sebesar 66.209 penduduk. Oleh karena itu, kepadatan penduduk di Kabupaten Boven Digoel sebesar 2,4 jiwa/ km2 yang artinya secara rata-rata dalam 1 km2 di Kabupaten Boven Digoel dihuni oleh 2 orang.

Paper ini akan membahas tentang kondisi Kabupaten Boven Digoel Di Papua dari segi sosial masyarakat, budaya adat yang kental di masyarakat, lingkungan alam, infrastruktur pemerintah, serta masalah yang dihadapi.

Pembahasan

1. Sosial masyarakat

  • Pendidikan

Pada tahun 2017, SD di Kabupaten Boven Digoel sebanyak 84 sekolah, SLTP sebanyak 15 sekolah, SMA sebanyak 4 sekolah, dan SMK sebanyak 3 sekolah. Jumlah guru SD hingga tahun 2017 sebanyak 524 orang dan jumlah murid SD sebanyak 10.995 siswa, SLTP sebanyak 3.103 siswa dan SMA sebanyak 1.009 siswa.

  • Kesehatan

Kabupaten tersebut juga telah memiliki 20 Puskesmas. Jumlah tenaga kesehatan sebanyak 318 orang. Pengidap HIV/AIDS sebanyak 10 penderita. Selain itu, terdapat penderita DBD dan diare, masing-masing berjumlah 106 penderita dan 5.411. Kasus bayi dengan status gizi buruk tercatat sebanyak 3 kasus. Jumlah anak yang telah mendapatkan DPT 1 dan hepatitis 1 mencapai 84 persen.

  • Agama

Kementerian Agama mencatat jumlah tempat ibadah agama Katolik, Protestan, dan Islam pada tahun 2016 sebanyak 75 unit, 77 unit dan 30 unit. Sedangkan tempat ibadah agama Hindu dan Budha masing-masing sebanyak 1 unit.

  • Kesejahteraan Sosial

Jumlah total penderita cacat 316 jiwa. Pada tahun 2017, tercatat 82 tindak pidana.

Distrik Kombut

Jumlah sarana pendidikan yang aktif kegiatan belajar-mengajarnya adalah 5 sekolah, 97 murid dan 25 guru. Rasio murid terhadap guru SD sebesar 3,88 yang artinya setiap guru di SD tersebut harus menanggung 3-4 murid. Selain sarana pendidikan, sarana yang sangat penting bagi kepentingan masyarakat Distrik Kombut adalah sarana kesehatan. Sarana kesehatan yang ada yaitu puskesmas dan posyandu. Masing-masing sebanyak 1 puskesmas dan 4 posyandu dan 1 polindes. Mayoritas masyarakat di Distrik Kombut merupakan pemeluk agama Kristen Katolik, Sedangkan sisanya menganut agama Islam dan Kristen Protestan. Tidak ada penduduk di Distrik Kombut yang menganut agama Budha, Hindu.

Distrik Jair

Sekolah Taman Kanak-kanak di Distrik Jair berjumlah 4 sekolah, SD-5 sekolah, SMP-3 sekolah, SMU-1 sekolah dan SMK-1 sekolah. Puskesmas Pembantu dan Posyandu tersebar hampir di seluruh kampung di Distrik Jair. Jumlah dokter yang bertugas di Distrik Jair sebanyak 4 orang. Penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk di Distrik Jair pada tahun 2016 adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan, diikuti oleh penyakit infeksi kulit dan diare.

2. Budaya adat yang kental di masyarakat

Kabupaten Boven Digoel merupakan kabupaten yang memiliki keanekaragaman budaya. Keanekaragaman budaya sering kali menjadi akar permasalahan timbulnya konflik antarsuku, ras dan agama. Rendahnya persentase penduduk yang berstatus cerai hidup menunjukkan bahwa aturan norma dan adat yang berlaku masih begitu kuat dipertahankannya ikatan perkawinan sehingga tingkat percerain hidup hanya dibawah 1 persen. Masyarakat Boven Digoel yang terdiri dari tiga suku besar memiliki akar etnik dan budaya yang sama dengan masyarakat asli di tanah papua yakni masuk dalam rumpun Malenesia. Masih terdapat masyarakat adat dan memiliki kriteria sebagaimana yang dipersyaratkan pemerintah khususnya Permendagri No.52/2014. Suku Korowae dan Kombae masih memegang adat istiadat dan pola hidup tradisional sementara suku lainnya, yaitu Suku Awyu, Mandobo dan Muyu sudah mengalami banyak perubahan dan lebih maju karena letaknya yang dekat dengan ibukota kabupaten. Silva Papua Lestari (SPL) mendukung masyarakat adat di Boven Digoel agar dapat melestarikan budayanya sehinga bisa diwariskan ke generasi selanjutnya.

3. Lingkungan alam

Secara umum Kabupaten Boven Digoel rupakan suatu wilayah yang memiliki bentuk bentang alam dengan ketinggian di bagian utara dan dataran rendah di bagian selatan. Dari 20 Distrik hanya 3 distrik yang memiliki bagian bentang alam curam hingga terjal yaitu Distrik Waropko, Ambatkwi dan Manggelum. Sisanya ke arah selatan umumnya memiliki bentuk bentang alam berupa datar hingga agak curam. Kondisi alam Boven Digoel yang lebih dari 80 persen berupa ham­paran berkelanjutan bentang alam berhutan, sungai, rawa, gunung dan ditinggali masyarakat tradisonal yang masih sa­ngat tergantung pada bentang alam. Potensi sumber daya alam Kabupaten Boven Digoel yaitu:

  1. Perkebunan: Produksi tanaman perkebunan seperti karet mengalami peningkatan pada tahun 2013 sebesar 383,34 ton. Produksi tanaman kelapa sawit peningkatan yang sangat signifikan pada tahun 2013  mencapai 40.197  ton.
  2. Peternakan: Populasi ternak pada akhir tahun 2013 sebagai berikut; ternak babi sebesar 6.340 ekor, ternak  kambing  1.323  ekor  serta  ternak sapi 482 ekor. Populasi unggas menurut jenisnya adalah sebagai berikut; ayam buras mencapai 14.967 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 7.000 ekor, ayam ras petelur sebanyak 4.073 ekor, itik tercatat sebanyak 353 ekor.
  3. Perikanan: Pada tahun 2013, iklan lokal yang dikonsumsi sebanyak 70.462 kg sehingga konsumsi  ikan lokal perkapita pertahunnya mencapai 1,13 kg. Tingkat konsumsi ikan lokal perkapita ini  mengalami peningkatan  sebesar  0,08 kg dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan sub-sektor Perikanan di Kabupaten Boven Digoel adalah kegiatan yang bergerak pada perikanan darat.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi aja geraijasa.com di no wa 0821-3805-4433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *