Perilaku Konsumen Menurut Pribadi

A. Pendahuluan

Perilaku konsumen merupakan studi unit pembelian (buying units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi, dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide (Mowen Jhon C, Michael Minor. 2001; 6). Menurut Engel et.al. dalam mangkunegara (2009:3), menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan langsung untuk mendapatkan konsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Kotler dan Amstrong (2003), mengemukan bahwa perilaku konsumen adalah perilaku pembelian konsumen akhir, baik individu maupun rumah tangga yang membeli produk untuk konsumsi personal. Sementara itu, Mowen et.al. (2001), mengemukan bahwa perilaku konsumen adalah studi tentang unit pembelian dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang dan jasa, pengalaman serta ide-ide.

Definisi terakhir sangat sederhana tetapi mengandung sejumlah konsep penting. Pertama, proses pertukaran dimana segala sumber daya ditransfer diantara kedua belah pihak antar konsumen dengan perusahaan yang melibatkan serangkaian langkahlangkah, dimulai dari tahap perolehan atau akuisisi, lalu ke tahap konsumsi, dan berakhir dengan tahap disposisi produk atau jasa. Kedua, unit pembelian, hal ini dikarenakan pembelian dilakukan oleh kelompok ataupun individu, dimana keputusan pembelian dilakukan oleh individu atau sekelompok orang. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen berkaitan erat dengan proses pengambilan keputusan untuk menggunakan barang atau jasa untuk memuaskan kebutuhan.

Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Ketika memutuskan akan membeli suatu barang atau produk, tentu sebagai konsumen selalu memikirkan terlebih dahulu barang yang akan dibeli. Mulai dari harga, kualitas, fungsi atau kegunaan barang tersebut, dan lain sebagainya. Kegiatan memikirkan, mempertimbangkan, dan mempertanyakan barang sebelum membeli merupakan atau termasuk ke dalam perilaku konsumen. Perilaku konsumen sangat erat kaitannya dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa. Perilaku konsumen diperlukan supaya sebagai konsumen tidak salah membeli suatu produk atau jasa.

B. Pembahasan

Menurut Saya pribadi, perilaku konsumen merupakan studi tentang individu, kelompok, atau organisasi dan proses yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan serta dampak proses tersebut terhadap konsumen dan masyarakat. Perilaku konsumen melibatkan penggunaan dan pembuangan produk serta studi tentang bagaimana produk dibeli. Penggunaan produk sering menarik bagi pemasar, karena dapat mempengaruhi bagaimana sebuah produk berada diposisi terbaik atau bagaimana kita bisa mendorong peningkatan konsumsi. Masalah lingkungan akibat dari pembuangan produk (misalnya, oli motor yang dikirim ke sistem pembuangan limbah untuk menghemat biaya daur ulang, atau sampah menumpuk di tempat pembuangan sampah). Perilaku konsumen melibatkan jasa dan ide serta produk nyata. Dampak perilaku konsumen pada masyarakat saling berkaitan. Misalnya, pemasaran agresif dari makanan berlemak tinggi, atau pemasaran agresif kredit mudah, mungkin berakibat serius bagi kesehatan dan perekonomian nasional.

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki kesadaran value konsumen kelas menengah sehingga menjadikan industri sebagai salah satu sektor yang mendapat prioritas untuk dikembangkan menjadi sarana bagi pembangunan ekonomi. Banyak perusahaan baru dari berbagai sektor industri bermunculan, salah satu alasannya karena pangsa pasar masih luas untuk dicapai perusahaan. Sektor industri merupakan komponen utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menurut Saya pribadi, pembangunan sektor industri di Indonesia menunjukkan perkembangan yang cukup pesat, hal ini dapat terlihat misalnya melalui berbagai bidang (otomotif, smartphone, convenience store, banking dan finance, travelling dan oliday

a. Otomotif

Di Indonesia, perilaku konsumen lebih mengutamakan brand dibanding kualitas. Terbukti dengan suatu brand yang sangat laku keras menjual produknya. Salah satu brand otomotif di Indonesia yaitu Toyota. Menurut pendapat Saya, brand Toyota menggunakan strategi yang bagus dalam menjual produk. Mereka membuat mobil yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia, yaitu mobil yang kuat dan muat banyak penumpang, terjamin ketersediaan suku cadang, dan memiliki harga jual kembali yang tinggi. Pola pikir konsumen atau perilaku konsumen membentuk harga jual Toyota sehingga membuat brand Toyota menguat.

Toyota Avanza adalah penguasa pasar MPV di Indonesia. Toyota Avanza memiliki kelebihan yaitu sudah teruji kuat mesinnya, suku cadang perawatan lebih murah, dan sangat laku di pasaran. Nilai tambah dari Toyota Avanza ini tentunya ke nilai harga jual yang tinggi. Perilaku konsumen di Indonesia untuk pemilihan mobil/kendaraan masih terpaku dengan brand dan setelah penjualan. Brand Toyota terbukti merupakan kendaraan yang paling banyak ada di jalan. Terbukti benar bahwa Toyota memang pintar menjual produknya sesuai kebutuhan orang Indonesia.

Konsumen Indonesia memiliki sifat sosial yang tinggi dan kekerabatan yang erat, sehingga untuk produk otomotif, lebih laku sepeda motor HONDA karena produk motor roda dua tersebut yang sudah mempunyai pangsa pasar yang besar. HONDA telah memiliki kosumen dengan tingkat kepercayaan yang tinggi sehingga mereka pun tidak diragukan lagi. Sampai saat ini, merek motor HONDA masih tetap diminati masyarakat karena sudah teruji kualitasnya, irit bahan bakarnya dan ramah lingkungan. Sementara merk lain dengan jenis produk yang sejenis penjualannya masih dibawah rata-rata penjualan motor HONDA. Perilaku konsumen terlihat pada kepercayaan merek HONDA yang tinggi sehingga membuat konsumennya terus loyal pada merek tersebut.

Konsumen yang telah memiliki kepercayaan atas produk HONDA akan semakin meningkatkan loyalitas pada produk ini karena mereka telah yakin oleh kualitas yang telah dipertahankan dan ditingkatkan dari dulu sampai saat ini. Perilaku konsumen tersebut terjadi karena pihak Astra HONDA Motor selaku produsen terus meningkatkan tingkat penjualan dengan berbagai strategi dari segi pemasaran yaitu melalui iklan di media (TV, cetak, radio, pamflet, poster, dll) yang dibuat semenarik mungkin. Dengan seringnya iklan produk HONDA muncul di media, maka konsumen akan lebih mudah mengingat produk tersebut sehingga mempengaruhi perilaku konsumen untuk tetap setia kepada HONDA.

Menurut Saya, HONDA telah menggunakan strategi pemasaran yang bagus dalam memperahankan perilaku konsumennya untuk tetap setia memilih HONDA. Inovasi terkait dengan keandalan produk HONDA perlu dilakukan lebih sering agar memperoleh citra yang lebih baik lagi tentang kualitas dan keandalan motor HONDA. Kepercayaan konsumen terhadap merek HONDA dapat semakin meningkat apabila hal tersebut dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan.

b. Smartphone

Seiring berkembangnya zaman, ponsel tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi via telepon atau SMS, namun konsumen menginginkan lebih sehingga fitur ponsel pun semakin beragam. Kebutuhan masyarakat akan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin tinggi mendukung berkembangnya handphone dimasyarakat Indonesia. Hampir setiap kalangan atau lapisan masyarakat saat ini telah memiliki dan menggunakan telepon seluler (handphone) dalam aktivitas komunikasinya.

Persaingan diantara produsen smartphone menjadi semakin ketat. Beberapa produsen smartphone yang telah dikenal dan beredar ditengah masyarakat antara lain; Nokia, Blackberry (RIM), iPhone (Apple), Samsung, HTC, Sony Ericsson, Motorola, Siemens, bahkan berbagai smartphone made in China juga semakin marak beredar. Dengan adanya ragam produk smartphone tersebut dan semakin murahnya tarif, maka konsumen memiliki banyak alternatif pilihan.

Salah satu smartphone yang paling bergengsi adalah iPhone karena selalu dikaitkan dengan pemilik dengan penghasilan tinggi. Segmentasi pasar yang jelas dari iPhone yaitu kelas menengah ke atas, menjadikan iPhone tetap stabil dalam penggunaannya. Dibandingkan dengan Android di urutan kedua dan Blackberry pada urutan ketiga, dimana kedua merek ponsel ini memiliki kisaran harga yang masih dapat dijangkau oleh kelas menengah ke bawah.

Teknologi yang terdapat dalam iPhone yaitu layar sentuh (touch screen), kamera dengan resolusi pixel yang tinggi (8MP), video dengan kualitas HD (high definition), juga fitur geo-tagging, dan kemudahan untuk mengakses internet. Selain itu terdapat beragam fitur canggih serta aplikasi di dalamnya yang sangat memudahkan para konsumen dalam menggunakan smartphone tersebut yaitu mengirim email, meng-edit foto dan video ataupun audio yang dapat menjalankan perintah penggunanya dengan mendeteksi suara, dan lain sebagainya. Teknologi iPhone dapat memikat masyarakat untuk menggunakannya karena Apple mengunggulkan iPhone dari segi multimedia sehingga membuatnya menjadi smartphone yang paling diminati saat ini.

Perilaku konsumen di industri telekomunikasi memiliki nilai pasar yang sangat besar. Pemain yang terlibat yaitu operator telekomunikasi, perusahaan penyedia HP, sampai dengan outlet yang jumlahnya sangat banyak. Misalnya dengan mengetahui alasan sebenarnya konsumen mengganti HP atau berapa rata-rata konsumen mengalokasikan dananya untuk pembelian pulsa dan banyak hal lainnya yang diperlukan untuk membuat strategi yang lebih bagus agar dapat memenangi persaingan yang semakin ketat.

 c. Convenience Store

Convenience store menyediakan barang-barang yang segera digunakan sehingga membuat perilaku konsumen untuk biasa mendatangi convenience store untuk membeli fast things. Convenience store buka 24 jam 365 hari dalam setahun. Minimarket biasanya tidak buka 24 jam sehari 365 hari setahun, dan barang-barang yang disediakan biasanya untuk dibawa pulang. Kebanyakan minimarket memiliki value harga murah dan menyediakan beragam produk, maka convenience store memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan mengutamakan kecepatan layanan, kebersihan dan kerapihan store, keramahan pelayan serta suasana store yang menyenangkan. Convenience store memiliki desain modern yang atraktif dengan pewarnaan ruangan dan cahaya yang diatur dan pengaturan rak dengan tinggi yang cukup agar terkesan luas, sementara minimarket dengan desain standard. Banyaknya perbedaan yang terdapat antara convenience store dan minimarket membuat perilaku konsumen menjadi lebih sering mengunjungi convenience store.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *