Introduction

Menurut Otto Soemarwoto, lingkungan adalah ruang yang ditempati makhluk hidup bersama benda mati lainnya. Keberadaan lingkungan hidup ini sangat penting bagi semua makhluk hidup, karena jika terjadi kerusakan maka kehidupan semua makhluk juga akan terganggu. Namun seiring dengan globalisasi dan perkembangan manusia yang masif, hal tersebut berdampak drastis dan perubahan kondisi lingkungan saat ini, khususnya dalam hal kerusakan lingkungan dan pencemaran. Selain itu, budaya konsumsi masyarakat saat ini juga berpotensi memperburuk kondisi lingkungan saat ini, karena budaya tersebut cenderung menciptakan berbagai kegiatan yang menempatkan alam atau lingkungan sebagai objek eksploitasi, media pembuangan, dan kegiatan industri saja, terlepas dari lingkungannya. bahan yang memiliki keterbatasan dan dapat rusak. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan saat ini telah dipandang sebagai kewajiban masyarakat di seluruh dunia (National Research Council, 1992).

Dalam hal ini, untuk meminimalkan terjadinya pencemaran dan kerusakan perlu adanya keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, untuk mengantisipasi dampak kontraproduktif yang semakin meluas terhadap lingkungan, terutama akibat pesatnya perkembangan dunia industri, penegakan hukum di bidang lingkungan mutlak diperlukan. Di sinilah dibutuhkan institusi yang efektif dan efisien dalam menjaga lingkungan dari penurunan fungsi yang selalu mengancam kehidupan sekarang dan yang akan datang (Nicolaisen, Dean, & Hoeller, 1991). Dalam kaitan ini, Indonesia sendiri telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan membuat berbagai peraturan perundang-undangan terkait kelembagaan lingkungan. Namun perubahan peraturan perundang-undangan yang terus dilakukan membuat bentuk kelembagaan lingkungan di Indonesia juga terus berubah, yang pada akhirnya menjadi tidak efektif dan efisien dalam pelaksanaan pelestarian lingkungan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut, esai ini akan membahas tentang perkembangan kelembagaan lingkungan di Indonesia dalam menangani permasalahan lingkungan

Discussion

Pada prinsipnya lingkungan merupakan salah satu sumber daya yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, baik hewan, tumbuhan, maupun manusia. Oleh karena itu, pembangunan dan peningkatan kegiatan ekonomi hendaknya tidak mengganggu atau merusak sektor lain, guna memenuhi kebutuhan generasi mendatang. Sayangnya, perilaku konsumtif masyarakat saat ini membuat kebutuhan hidup masyarakat semakin banyak dan menimbulkan kebutuhan baru dalam kehidupannya. Perilaku konsumtif dinilai tidak hanya merusak dan mengeruk sumber daya alam, tetapi juga gas buang dan limbah dari pabrik-pabrik industri yang juga menimbulkan masalah terutama dengan meningkatnya permintaan pasar (UNEP, 2015).

Salah satu dampak kerusakan lingkungan adalah pemanasan global atau sering disebut juga pemanasan global, yang terjadi akibat kerusakan lingkungan atau penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan yang merupakan dampak kegiatan pembangunan akibat tidak berfungsinya komponen lingkungan. tepat. Hal ini disebabkan oleh campur tangan manusia yang berlebihan terhadap lingkungan alam yang merupakan dampak dari kegiatan pembangunan pertambangan, industri, pertanian dan pemukiman. Misalnya di perkotaan, Todaro dan Smith (2012) mengungkapkan bahwa salah satu fenomena terpenting dari demografi modern adalah pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat di negara berkembang. Pada tahun 2010, populasi dunia yang berada di perkotaan mencapai 3,4 miliar dan lebih dari tiga perempat penduduk perkotaan bertempat tinggal di wilayah metropolitan. Konsumsi masyarakat perkotaan dianggap jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan. Hal ini dapat berdampak pada tingginya penyerapan sumber daya alam ke perkotaan, dengan jumlah masyarakat pedesaan yang jauh lebih banyak.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433