DAMPAK REKLAMASI TELUK JAKARTA BAGI KEHIDUPAN EKOSISTEM PERAIRAN LAUT

Reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta yang dicanangkan sebagai pusat perekonomian dan bisnis serta pemukiman. Kawasan yang dijadikan sebagai tenpat reklamasi berada di utara kota Jakarta tepatnya di Teluk Jakarta. Kawasan ini mempunyai kedalaman sekitar 15 meter dengan luas 514 km2. Teluk tersebut menjadi muara bagi 13 sungai yang ada di Jakarta (Djakapermana, 2015).  Tujuan dilaksanakannya reklamasi ini menurut pemerintah provinsi yakni untuk menanggulangi kepadatan penduduk di kota metropolitan Jakarta. Tercatat dalam data BPS tahun 2015, Jakarta mempunyai penduduk sebanyak 10,07 juta jiwa. Setiap tahunnya penduduk Jakarta mengalami peningkatan yang tentu tidak dapat dihindarkan dari dampak seperti masalah pemukiman, perkotaan, insfrastuktur, transportasi, dan lingkungan.

            Upaya pengembangan kota melalui reklamasi perairan pantai dikarenakan pesisir dan laut merupakan harta milik bersama (common property). Penimbunan yang dilakukan di areal pesisir mempunyai risiko berbenturan dengan kepemilikan lahan yang rendah, karena wilayah pesisir tidak dimiliki oleh perseorangan (Pawitro, 2010). Proyek reklamasi pada dasarnya digunakan untuk menata kembali kawasan pantai Utara melalui pembangunan kawasan pantai dan mengubah Jakarta menjadi waterfront city.Reklamasi yang dilakukan di Jakarta akan membangun sebanyak 17 pulau yang terbagi dalam tiga kawasan. Kawasan barat digunakan sebagai pemukiman dan wisata, kawasan tengah sebagai areal perdagangan jasa dan komersial serta kawasan timur untuk pendistribusian barang, pelabuhan, dan pergudangan (Bambang, 2003).

Reklamasi mempunyai keuntungan bagi kota untuk menyediakan berbagai keperluan pemekaran kota. Terkadang reklamasi yang terintervensi oleh manusia mempunyai dampak bagi keseimbangan lingkungan alami pantai. Reklamasi dapat menimbulkan perubahan ekosistem yang mempengaruhi keberlangsungan ekosistem.

Berkurangnya Fungsi Ekosistem Mangrove

Reklamasi yang dilakukan mampu mengurangi fungsi dari ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pencegah terjadinya abrasi menjadi hilang karena dihilangkannya ekosistem ini pada kawasan pesisir. Terlihat dari bibir pantai Marunda di Jakarta yang mengalami pergeseran terus oleh abrasi ombak pantai akibat dari hilangnya hutan mangrove. Selain itu ekosistem mangrove sebagai sistem yang terbuka dimana perputaran bahan-bahan ekosistem mangrove digerakkan oleh faktor-faktor fisik dan biologi sehingga mengendalikan laju masuk dan keluarnya senyawa organic maupun senyawa anorganik.

Peninggian Muka Air Laut

            Kawasan yang direklmasi awalnya berfungsi sebagai kolam kemudian berubah fungsi menjadi dataran. Akibat dari peninggian muka air laut maka daerah pantai yang lain akan rawan untuk tenggelam atau dapat pula menimbulkan air laut yang naik kedaratan sehingga mampu menyebabkan tanaman mati. Selain itu mempengaruhi habitat hewan dan tumbuhan pantai yang juga menyebabkan terganggunya keseimbangan alam.

Polusi

            Kegiatan reklamasi dapat menimbulkan terjadinya pencemaran baik pencemaran udara, tanah maupun air. Adanya pencemaran ini dapat menyebabkan ikan mati yang tentunya menyebabkan dampak ekonomi bagi nelayan yang menggantungkan pendapatannya pada sumber daya ikan di laut. Polusi yang muncul dari kegiatan reklamasi dapat berpotensi menghancurkan ekosistem dan menghilangkan keanekaragaman hayati yang ada.

Menurut Alan dalam berita online mengatakan bahwa walaupun awalnya teluk Jakarta telah mengalami pencemaran sebelum dilakukan reklamasi akan tetapi dengan adanya pulau hasil reklamasi material cemaran tersebut akan terhambat atau dapat dikatakan semakin tercemar. Dilaporkan bahwa setiap tahun terdapat ikan yang mati karena material cemaran yang tinggi. Teluk Jakarta sebagai muara bagi 13 sungai yang ada di Jakarta yang alirannya melewati permukiman, industri, dan kawasan lainnya. Hal tersebut berarti material yang mengalir akan bermuara di Teluk Jakart tak terkecuali bahan cemaran lingkungan.

Penutup

Perlu perencanaan yang matang dan terpadu dalam pengelolaan reklamasi agar tujuan utama untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas pantai dapat tercapai dengan baik. Selain itu juga mampu menghindari terjadinya penurunan kualitas lingkungan pesisir.

Daftar Pustaka

Djakapermana, Deni Ruchyat. 2015. Reklamasi Pantai sebagai Alternatif Pengembangan Kawasan. Jakarta.Kementrian PU.

Pawitro, Udjianto. 2015. Reklamasi Kawasan Pesisir Pantai: Antara Pelestarian Lingkungan Dan Ekonomi Kawasan. Temu Ilmiah IPLBI Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

Saudale, Vento. 2016. Teluk Jakarta Dinilai Lebih Butuh Rehabilitasi Dibanding Reklamasi. Di akses dari http://www.beritasatu.com/aktualitas/362036-teluk-jakarta-dinilai-lebih-butuh-rehabilitasi-dibanding-reklamasi.html.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *