Analisis Dan Evaluasi Strategi, Visi-Misi-Tujuan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Yahukimo

A. Pendahuluan

1. Profil Kabupaten/Kota Yahukimo

Kabupaten Yahukimo adalah kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Jayawijaya. Pemekaran Kabupaten di tahun 2002 melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan pembentukan tiga kabupaten baru yaitu Kab. Tolikara dengan ibukota Karubaga, Kab. Pegunungan Bintang dengan ibukota Oksibil dan Kabupaten Yahukimo dengan ibukota Dekai. Luas daerah dengan kemiringan 0-1 persen adalah 1.621.900 meter persegi; tingkat kemiringan 15-40 persen adalah 96.875 meter persegi, sedangkan tingkat kemiringan di atas 40 persen adalah yang terbesar yaitu 3.572.825 meter persegi dari total luas Kabupaten Yahukimo. Yahukimo berasal dari nama empat suku yang bermukim di kawasan peg. Jayawijaya, yaitu Suku Yali, Hubla, Kimyal dan Momuna. Tahun 2002, Yahukimo memiliki ibukota Sumohai, terdiri atas 3 distrik yakni Kurima, Ninia dan Anggruk. Saat ini, Kabupaten Yahukimo memiliki 51 kecamatan dan  518 kampung (desa).

Gambar 1. Piramida Penduduk Kabupaten Yahukimo, Tahun 2011

Sumber: Yahukimo Dalam Angka Tahun 2012

Dari piramida penduduk terlihat bahwa usia produktif mendominasi struktur penduduk Kabupaten Yahukimo. Terlihat pula pada angka dependency ratio yang sangat kecil yakni sebesar 26,18 yang berarti dari 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) menanggung beban 26-27 orang usia tidak produktif.

Keunggulan Yahukimo di mata internasional adalah wisata treeking di distrik Kurima dan Anggruk. Masih melekatnya orisinalitas budaya daerah dan karakter masyarakat lokal yang masih natural. Dari total 518 desa (kampung) yang ada di Yahukimo, tidak lebih dari 15  kampung yang berada di daratan. Sisanya, kampung atau desa itu berada di lereng atau punggung bukit.

Yahukimo memiliki wilayah yang sangat luas dengan topografi daerah berupa pegunungan, hal ini menyebabkan pembangunan daerah masih terkosentrasi kepada daerah dataran seperti di bukota Kabupaten di Dekai. Pembangunan fisik di Yahukimo sangat berat mengingat topografi pegunungan serta menharuskan terjadi pembukaan hutan secara besar-besaran dan alih fungsi sebagai pusat pemerintah dan hunian masyarakat serta mahalnya akses pengadaan infrastruktur ke Yahukimo. Kabupaten Yahukimo terlebih khusus desa-desa yang berada di wilayah penggunungan atau desa-desa mayoritas masyarakatnya petani.

2. Latar Belakang Masalah

Yahukimo menjadi topik bahasan menarik ketika Kabupaten ini terkesan masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat  serta masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai daerah ini. Berita di media massa lebih sering menunjukkan Yahukimo identik dengan kemiskinan, bencana kelaparan, kesulitan akses wilayah pedalaman dan kecelakaan pesawat terbang. Yahukimo lebih terkenal di negeri lain dari pada di negeri sendiri. Dengan mempertahankan keasliannya Yahukimo dapat  menjadi ikon pariwisata papua di masa depan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama dari terbentuknya Kabupaten Yahukimo sebagai daerah otonom baru.

B. Pembahasan

1. Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Kabupaten Yahukimo

Rumusan Visi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Yahukimo tahun 2011-2016 yang hendak dicapai adalah:

Berdasarkan visi di atas, maka dirumuskan 4 (empat) misi pembangunan daerah Kabupaten Yahukimo tahun 2011-2016 sebagai berikut:

  1. Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada Sektor-Sektor Unggulan Pertanian, Perikanan, Perkebunan, dan Kehutanan
  2. Pembenahan Kinerja Pemerintahan Daerah
  3. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Pengembangan Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, dan Pengembangan Ketenagakerjaan
  4. Peningkatan dan Percepatan Pembangunan Prasarana Dasar

Berdasarkan visi dan misi sebagaimana telah dijabarkan di atas, maka tujuan dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Yahukimo selama 5 (lima) tahun ke depan diuraikan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat
  2. Meningkatkan daya saing ekonomi
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik
  4. Meningkatkan daya saing sumber daya manusia Kabupaten Yahukimo
  5. Mewujudkan pemerataan prasarana dasar
  6. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup

2. Kesenjangan antara strategi yang diterapkan dengan strategi yang telah direncanakan sebelumnya dan tindakan yang disarankan untuk kesenjangan tersebut

1) Aspek Kesejahteraan Masyarakat

Aspek kesejahteraan masyarakat menjelaskan tentang perkembangan kesejahteraan Kabupaten Yahukimo yang ditinjau dari sisi kesejahteraan dan pemerataan ekonomi serta kesejahteraan sosial. Fokus kesejahteraan dan pemerataan ekonomi akan menguraikan data pencapaian perkembangan PDRB, pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, dan fluktuasi inflasi Kabupaten Yahukimo. Seangkan fokus kesejahteraan sosial ini akan menguraikan tentang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan ketenagakerjaan sebagai permasalahan global daerah berkembang.

Salah satu cara untuk mengevaluasi perekonomian mikro suatu wilayah adalah dengan melihat series Produk Domestik Regional Bruto per kapita yang mengindikasikan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil produksi seluruh kegiatan ekonomi atau merupakan nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing penduduk sebagai akibat dari adanya aktivitas produksi.

Struktur Ekonomi Kabupaten Yahukimo Tahun 2011 (%)

Sumber: PDRB Kabupaten Yahukimo, Yahukimo Dalam Angka 2012

PDRB per kapita atas dasar berlaku Kabupaten Yahukimo mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun yang mengindikasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Yahukimo melalui perbaikan perekonomiannya. Meskipun terjadi kenaikan di setiap tahunnya, nilai PDRB per kapita Kabupaten Yahukimo masih tergolong kecil dan yang perlu menjadi perhatian adalah tingkat pemerataan perekonomian masyarakat apakah sudah merata atau masih terdapat kesenjangan yang tinggi.

Lonjakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2008, terjadi pertumbuhan ekonomi negatif pada tahun-tahun selanjutnya hingga mencapai 12,39 persen pada tahun 2011. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir dari tahun 2007-2011 terjadi penurunan kontribusi yang cukup signifikan pada sektor pertanian dan beralih pada kenaikan sektor jasa-jasa (33,67%) dan sektor bangunan (11,67%) yang merupakan kontributor struktur perekonomian kedua dan ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian Kabupaten Yahukimo yang didominasi oleh sektor pertanian mulai bergeser ke sektor lain (dalam hal ini sektor jasa-jasa dan bangunan).

Masih belum adanya kontribusi nilai tambah produksi listrik maupun air bersih di Kabupaten Yahukimo. Mungkin hal inilah yang perlu dianalisis lebih lanjut untuk merencanakan kegiatan pembangunan daerah terkait infrastruktur listrik dan air bersih.

Laju inflasi kembali menurun hingga pada tahun 2011 mencapai 10,33 persen. Asumsi awal dari tingginya laju inflasi di Kabupaten Yahukimo adalah rendahnya infrastruktur perhubungan yang menyebabkan terhambatnya distribusi barang kebutuhan masyarakat. Penurunan kuantitas produksi juga menjadi salah satu penyebab tingginya inflasi mengingat banyak masalah teknis yang terjadi di Kabupaten Yahukimo seperti bencana alam, cuaca ekstrim, kelangkaan bahan baku, aksi spekulan/penimbun barang, serta masalah teknis lainnya pada produsen-produsen.

Sebenarnya secara umum, kondisi kesehatan masyarakat masih jauh dari kata “memuaskan”. Dengan adanya tantangan seperti tersebut di atas, maka diperlukan suatu perubahan paradigma dan konsep pembangunan kesehatan terutama sarana dan prasarana penunjang kesehatan. Beberapa permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan kesehatan menurut Selayang Pandang Kabupaten Yahukimo 2005 antara lain:

  1. Angka Kematian Bayi Kabupaten Yahukimo mencapai 122,41 bayi per 1000 kelahiran hidup (tahun 2000-2001),
  2. Angka Kematian Ibu (AKI) adalah 116,1 (tahun 2000-2001) per 100 ribu kelahiran hidup, yang sebagian besar disebabkan oleh perdarahan, injeksi, dan keracunan kehamilan,
  3. Angka Kematian Kasar, diperkirakan mencapai 5,96 per 100 penduduk (tahun 2000-2001)
  4. Gizi Balita (tahun 2000-2001)
  5. Gizi buruk : 20 %
  6. Gizi sedang : 30 %
  7. Gizi baik : 50 %

Kemiskinan di Kabupaten Yahukimo dapat dikatakan “tinggi” mengingat hampir separuh penduduk berada di bawah garis kemiskinan. Kemiskinan di Kabupaten Yahukimo sangat tampak jelas sekali disebabkan karena minimnya infrastruktur pembangunan daerah untuk menunjang kegiatan yang layak bagi masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, lapangan usaha, hingga kebutuhan tersier seperti rekreasi dan olahraga.

2) Aspek Pelayanan Umum

Aspek pelayanan umum dibagi menjadi 2 (dua) urusan yakni urusan pelayanan wajib dan urusan pelayanan pilihan. Pencapaian kinerja pelayanan dasar di Kabupaten Yahukimo masih perlu ditingkatkan melalui pengoptimalan aspek-aspek pelayanan kepada masyarakat meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, serta keluarga berencana dan keluarga sejahtera.

Masih minimnya sarana dan prasarana pendukung pendidikan menjadi faktor utama yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di Kabupaten Yahukimo. Sulitnya mencapai fasilitas pendidikan menjadi kendala utama masyarakat enggan mengenyam pendidikan. Meskipun biaya sekolah gratis, namun jika akses menuju fasilitas pendidikan tidak terakomodir maka penduduk lebih memilih bekerja membantu orangtuanya. Ketersediaan prasarana dan sarana pendidikan di Kabupaten Yahukimo masih perlu ditingkatkan untuk melayani anak-anak usia sekolah yang jumlahnya terus berkembang.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *