DIAGNOSA DAN TATALAKSANA GAGAL JANTUNG AKUT

Gagal jantung akut (GJA) adalah terminologi yang digunakan untuk men-deskripsikan kejadian atau perubahan yang cepat dari tanda dan gejala gagal jantung. GJA dapat berupa serangan pertama GJA atau perburukan dari gagal jantung kronis sebelumnya. GJA dapat disebabkan oleh penyebab primer yang berasal dari jantung     ( insufisiensi katub akut, akut iskemia coroner, tamponade jantung dll ) atau bisa disebabkan factor ekstrinsik misalnya : Infeksi, Hipertensi yg tak terkontrol, gangguan irama jantung,

Manifestasi pasien GJA umumnya berupa tanda tanda kelebihan cairan yaitu kongesti paru dan atau edema perifer, atau kurangnya cardiac output dengan tanda – hipoperfusi perifer.Klasifikasi klinis pada GJA didasarkan pada pemeriksaan fisik, dibagi menjadi 4 kelompok  berdasarkan gejala kongesti dan hipoperfusi. Ada tidaknya kongesti menandakan “ basah atau kering “ sedangkan “ dingin atau hangat “ berdasarkan ada tidaknya hipoperfusi. Kombinasi dari ke empat opsi tersebut membagi GJA menjadi 4 kelompok yaitu :

1.Hangat – Basah ( Perfusi baik disertai kongesti ) – keadaan yang paling sering terjadi.

2.Dingin – Basah ( Hipoperfusi disertai Kongesti )

3.Dingin – Kering ( Hipoperfusi tanpa kongesti )

4. Hangat dan Kering ( perfusi baik tanpa kongesti )

CHAMP merupakan jembatan keledai yang dapat digunakan untuk memudahkan kita mengingat etiologi dari gagal jantung akut, antara lain AcuteCoronary Syndro-meHypertension EmergencyArrythmiaAcuteMechanical CausePulmonary embo-lism. Selain jembatan keledai tersebut, masih banyak faktor tambahan lainnya yang dapat mencetuskan gagal jantung akut, antara lain infeksi (contoh: pneumonia, infective endocarditis, sepsis), tidak patuh dengan pengobatan atau konsumsi makanan tinggi garam, penggunaan narkoba atau obat lainnya (contoh: NSAIDs, kortikosteroid, substansi kardiotoksik, obat inotropik negatif), eksaserbasi dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), komplikasi bedah, peningkatan rangsang simpatis (sympathetic drive), gangguan hormonal atau metabolik (disfungsi tiroid, ketosis diabetik, disfungsi adrenal, kehamilan dan gangguan peripartum), dan gangguan serebrovaskular. Beberapa pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan pada pasien dengan kecurigaan gagal jantung akut, antara lain:

  • Pemeriksaan EKG
  • Pemeriksaan CXR (Chest X-Ray) untuk melihat adanya tanda kongesti paru ataupun menyingkirkan kemungkinan etiologi lainnya
  • Pemeriksaan darah, antara lain troponin kardiak, ureum, creatinine, elektrolit, glukosa darah, pemeriksaan darah lengkap, tes fungsi hati, dan TSH, juga pemeriksaan plasma natriuretic peptide(BNP, NT-proBNP atau MR-proANP)
  • Pemeriskaan Echocardiography direkomendasikan untuk dilakukan secepatnya pada pasien AHF dengan hemodinamik tidak stabil, dan juga dalam 48 jam pertama ketika struktur kardiak dan fungsinya tidak diketahui.

GJA yang berat merupakan keadaan darurat yang memerlukan penatalaksanaan secara cepat dan tepat termasuk mengetahui penyebab GJAnya, perbaikan hemodina-mik, menghilangkan kongesti paru dan perbaikan oksigenasi jaringan. Pasien dengan tanda gagal napas atau hemodinamik tidak stabil harus ditempatkan pada ruang intensif yang dapat menyediakan bantuan ventilasi ( oksigen, non invasive positif pressure ventilation, ataupun ventilasi mekanik ), disertai dengan terapi obat2an yang meliputi diuretika, vasodilator, Inotropik, Vasopresor atau tindakan revaskularisasi pembuluh darah koroner.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan HUbungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *