Implikasi Analisis Elastisitas Permintaan dalam Pricing Policy di Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna

Bab 1

1.1 Pendahuluan

Hukum permintaan, yaitu bahwa semakin tinggi harga sebuah barang maka akan semakin sedikit konsumen yang akan membelinya, ini telah disebut “hukum yang paling terkenal di bidang ekonomi, dan salah satu yang ekonom paling meyakinkan”. Untuk memprediksi perilaku konsumen, para ahli ekonom menggunakan teknik yang terdefinisi mengevaluasi sensitivitas konsumen terhadap perubahan di dalam harga. Teknik-teknik semacam itu, diawali oleh ekonomi besar Inggris Alfred Marshall (1842-1942) di awal abad ini, merupakan landasan mikroekonomi. Sebagian besar yang menggunakan sensitivitas konsumen untuk harga diketahui sebagai “price elasticity of demand”. Ini hanyalah proporsi perubahan permintaan yang cenderung sebuah perubahan harga. Apabila harga produk turun satu persen menyebabkan kenaikan satu persen kenaikan di dalam permintaan barang tersebut, maka inilah yang dikatakan price elasticity of demand.

Ratusan penelitian telah di lakukan bertahun-tahun lalu yang menghitung elastisitas harga jangka panjang dan jangka pendek pada permintaan. Untuk sebagian besar layanan dan barang konsumen, elastisitas harga cenderung diantara 0.5 dan 1.5. Karena elastisitas harga untuk sebagaian besar kluster barang disekiar 1.0, ini umum disebut rule of Thumb. Sebuah barang dengan sebuah elastisitas harga yang kuat daripada lainnya yang negatif dikatakan “elastis”, barang-barang dengan elastisias harga lebih kecil (mendekati nol) daripada negatif dikatakan “tidak elastis”. Barang-barang yang paling mendasar untuk kehidupan sehari hari dan memiliki sedikit pengganti umumnya kurang elastis, makanan kemasan adalah salah satu contohnya. Barang-barang dengan banyak penggangi, atau yang bukan mendasar, memiliki elastisitas yang tinggi. Barang-barang yang dianggap mewah, atau yang membeli dapat dengan mudah ditunda, sering memiliki permintaan elastis.[1]

Satu output perusahaan adalah pengganti yang sempurna untuk output lain perusahaan dan setiap perusahaan merupakan bagian kecil dari pasar. Titik-titik ini menyiratkan bahwa setiap perusahaan tidak bisa secara sepihak mempengaruhi harga pasar di mana ia bias menjual baik atau layanan. Ini harus menerima atau “take” keseimbangan pasar harga-maka istilah, harga taker dalam persaingan sempurna, hubungan antara permintaan untuk output perusahaan dan permintaan pasar ditunjukkan oleh sebuah kurva.  Kurva permintaan untuk barang dan jasa di pasar persaingan sempurna adalah ke bawah miring. Namun, ada satu perusahaan pun di pasar ini dapat mempengaruhi harga di mana menjual outputnya. Titik ini berarti perusahaan yang merupakan price taker harus mengambil harga pasar ekuilibrium seperti yang diberikan, dan perusahaan menghadapi elastisitas permintaan sempurna.

1.2 Latar Belakang

Elastisitas permintaan atau price elasticity of demand (PED) merupakan ukuran kepekaan perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga. Kondisi ini mempengaruhi kebijakan perusahaan dalam penetapan harga jual produknya. Kedua hal tersebut juga terkait dengan jenis pasar apa perusahaan bersaing, dalam makalah ini khusus akan membahas pada pasar persaingan sempurna.

Bab 2

2.1 Masalah Elastisitas Permintaan Terhadap kebijakan Penetapan Harga di Perusahaan

Perusahaan harus mempertimbangkan banyak faktor dalam  menentukan penetapan harganya agar harga yang ditentukan perusahaan tersebut dapat diterima oleh konsumen dan pada akhirnya konsumen tetap melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, berikut beberapa langkah dalam menentukan penetapan harga :

2.1.1Kondisi Pembeli

Dalam hal ini pembeli kelebihan konsumen (consumer surplus) atau pembeli menjadi factor yang sangat menentukan kondisi pasar untuk menentukan harga serta mengetahui tingkat elastisipas permintan.[2] Ketika ada perbedaan antara harga yang dibayar di pasar dan nilai yang ditempatkan pada produk, maka konsep surplus konsumen menjadi salah satu yang berguna untuk melihat.

Surplus konsumen diperkenalkan oleh Prof. A.J. Dupuit ditahun 1844, namun konsep ini dikembangkan oleh Prof. Alfred Marshall, di tahun 1890 dalam bukunya ‘The Principle of Economics’. Menurut Marshall, surplus konsumen adalah kelebihan harga dimana orang ingin membayar, dibandingkan pergi tanpa apapun, atau dia benar-benar membayarnya.

Surplus konsumen adalah ukuran kesejahteraan yang orang memperoleh keuntungan dari mengonsumsi barang dan jasa. Surplus konsumen didefinisikan sebagai perbedaan antara jumlah total yang konsumen bersedia dan mampu membayar untuk barang atau jasa (ditunjukkan dengan kurva permintaan) dan jumlah total bahwa mereka benar-benar melakukan membayar (yaitu harga pasar). Surplus konsumen ditunjukkan oleh daerah di bawah kurva permintaan dan di atas harga.

2.1.2 Biaya-Biaya Produksi & Penjualan

Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini kembali lagi pada hukum penawaran. Apabila harga barang subtitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan untuk barang complement, dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, atau sebaliknya. Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah ke industry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penawaran barang. Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan mengurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.

2.1.3 Usaha-Usaha untuk Meningkatkan Penjualan

Dalam kegiatan penjualan tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor untuk mendapatkan penjualan yang maksimal. Menurut Basu Swasta (2001: 129) mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan penjualan, diantaranya sebagai berikut :

1. Kondisi dan kemampuan penjual

Kondisi dan kemampuan penjual terdiri atas pemahaman beberapa masalah penting yang berkaitan dengan produk yang dijual, jumlah dan sifat-sifat dari tenaga penjual. Beberapa masalah yang harus ditangani oleh penjualan adalah sebagai berikut :

  • Jenis dan karakteristik barang yang ditawarkan
  • Harga produk
  • Syarat penjualan, seperti pembayaran, pengiriman dan layanan   purna jual

2. Kondisi pasar

Pasar sebagai kelompok pembeli/atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan, dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Jenis pasarnya : apakah pasar konsumen, pasar industri, pasar penjualan, pasar pemerintah, atau pasar internasional
  • Kelompok pembeli atau segmen pasarnya
  • Frekuensi pembeliannya
  • Keinginan dan kebutuhannya

3. Modal

Modal atau dana diperlukan dalam rangka untuk mengangkut barang dagangan ditempat lain, atau untuk memperbesar usahanya.

4. Kondisi organisasi perusahaan

Pada perusahaan yang besar, biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian penjualan yang dipegang oleh orang-orang tertentu, atau ahli dibidang penjualan. Berbeda dengan perusahaan kecil dimana masalah penjualan ditangani oleh orang yang juga melakukan fungsi-fungsi lain. Hal ini disebabkan karena tenaga penjualnya relatif kecil.

5. Faktor lain

Faktor lain seperti : periklanan, peragaan, kompanye, pemberian hadiah, sering mempengaruhi penjualan. Namun untuk melaksanakannya, diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Bagi perusahaan yang bermodal kuat, kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempengaruhi modal sedikit, kegiatan ini jarang dilakukan.

2.1.4 Analisa Pasar

Pasar ditentukan oleh struktur pasar dimana menggambarkan segala hal yang dapat mempengaruhi tingkah laku dan kinerj perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan dalam pasar, skala produksi, jenis produksi dan sebagainya. Struktur pasat dikatakan kompetitif apabila perusahaan tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi pasar, struktur pasar kompetitif ini berbeda dengan tingkat laku kompetitif, yang merupakan kondisi dimana perusahaan harus bersaing secara aktif dengan perusahaan lain.

Pada prinsipnya, struktur pasar ini adalah upaya mengelompokkan produsen/perusahaan yang terdapat di dalam industri ke dalam beberapa bentuk dasar berdasarkan:

  1. Jenis barang yang dihasilkan
  2. Banyaknya/jumlah perusahaan dalam industri
  3. Mudah tidaknya keluar masuk dalam industri
  4. Peranan iklan dalam kegiatan industri (pasar)

Berdasarkan kriteria tersebut, dalam analisa ekonomi struktur pasar dibedakan menjadi 4 (empat), yaitu:

1. Pasar Persaingan Sempurna

Struktu pasar ini ditandai dengan jumlah pembeli dan penjual yang sangat banyak. Struktur ini terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dalam memproduksi produk sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produk pada pasar ini ini seperti beras, gandum, batubara, dan kentang.

2. Pasar Monopoli

Struktur pasar ini ditandai dengan adanya seorang produsen tunggal dengan banyak konsumen. Contohnya, misalnya Microsoft Windows, perusahaan listrik Negara (PLN), perusahaan kereta api (Perumka).

3. Pasar Monopolistik

Strultur ini mirip dengan persaingan sempurna namun bedanya di pasar ini produsen dampat membuat perbedaan-perbedaan pada produknya (diferensiasi produk) dibandingkan produsen lain. Contoh produknya antara lain makanan ringan (snack), nasi goring, pulpen, buku dan sebagainya.

4. Pasar Oligopoli

Struktur pasar ini memiliki sejumlah kecil perusahaan yang memproduksi hampir semua output industri dan memiliki keputusan yang saling mempengaruhi. Di pasar ini bentuk persiangan didominasi oleh produsen atau penjual dalam satu wilayah area, contohnya industri semen di Indonesia atau industri mobil di Amerika Serikat.

2.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Satu Sama Lain

2.2.1 Faktor Permintaan di Pasar

Permintaan mengacu pada kuantitas produk tau yang diinginkan konsumen dan konsumen mampu membelinya pada beragam harga selama periode waktu tertentu.[3] Permintaan tergantung pada faktor-faktor keinginan untuk membeli barang dan jasa, kekuatan membeli contohnya sumber untuk membeli komoditas tersebut, dan keinginan untuk berbelanja, seperti penggunaan sumber yang pembelian tersebut.

2.2.2 Faktor Pembuatan Barang/Jasa

Bila suatu barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau primer maka sifat permintaannya adalah inelastisitas (perubahan harga lebih besar daripada perubahan permintaan). Meskipun harga melambung naik orang akan akan membelinya demi kelangsungan hidup. Selain itu keberadaan barang substitusi juga mempengaruhi elastisitas.

2.2.3 Faktor Keuntungan yang Diharapkan

  • Keuntungan Normal

Suatu perusahaan dinyatakan memperoleh keuntungan normal apabila hasil penjualannya sama dengan biaya total termasuk biaya eksplisit dan biaya lainnya.

  • Keuntungan Melebihi Normal

Perusahaan mendapat untung luar biasa apabila harga lebih tinggi daripada ongkos rata-rata yang paling minimum. Keuntungan seperti ini hanya akan berlaku dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang adanya keuntungan tersebut akan menarik pemasukan perusahaan baru (Syaferi Anwar, 2016).

2.3 Pasar Persaingan Sempurna

2.3.1 Mengetahui Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna

1. Perusahaan adalah pengambil harga

Pengambil harga atau price takerberarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.

2. Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk

Masing-masing penjual ataupun pembeli mempunyai kebebasan untuk keluar atau masuk ke dalam pasar. Tidak ikutnya salah satu pengusaha atau pembeli dalam pasar tersebut tidak akan berpengaruh kepada harga pasar, karena jumlah produk yang ditarik/dibeli sedemikian kecilnya sehingga dapat diabaikan jika dibandingkan dengan total produk yang terdapat di pasar (Arifin Sitio, 2001). Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.

3. Menghasilkan barang serupa

Produk yang diperjual-belikan bersifat homogen, yaitu semua produk yang ditawarkan sama dalam segala hal. Akibatnya, penentuan pembelian oleh konsumen tidak tergantung kepada siapa yang menjual produk tersebut (Arifin Sitio, 2001). Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous.Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competitionatau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan.Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

4. Terdapat banyak perusahaan di pasar

Penjual dan pembeli dari suatu produk sangat banyak, sehingga masing-masing pihak tidak dapat mempengaruhi harga. Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Dengan demikian, pengusahalah yang menyesuaikan usahanya dengan harga pasar yang telah ada. Demikian pula konsumen secara perorangan tidak dapat mempengaruhi harga pasar dengan jalan memperbesar atau memperkecil jumlah pembeliannya (Arifin Sitio, 2001). Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.

5. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar

Pelaku ekonomi mempunyai pengetahuan dan informasi yang sempurna dari kondisi pasar, struktur harga, dan kualitas barang (Arifin Sitio, 2001). Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.


Sumber:

[1] Patrick L. Anderson, Richard D. McLellan, Joseph P. Overton, Dr. Gary L. Wolfram. 2013. Price Elasticity of Demand, diakses 18 Oktober 2016, dari https://scholar.harvard.edu/files/alada/files/price_elasticity_of_demand_handout.pdf

[2] Explaining Consumer Surplus, diakses pada 18 Oktober 2016, dari: http://www.tutor2u.net/economics/reference/consumer-surplus

[3] http://gradestack.com/General-Economics-for-CA/Law-of-Demand-and/Meaning-of-demand/22637-4480-55702-study-wtw

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *