Bagaimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Internet, telah merevolusi metode pemasaran dan konsumsi pariwisata: trend dan tantangannya

Pendahuluan

Teknologi informasi dan komunikasi yang pada awalnya sangat terbatas dalam menunjang kebutuhan sehari-hari, saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan atau telah menjadi kebutuhan hidup. Sejalan dengan perkembangan informasi dan komunikasi, saat ini pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diperoleh melalui media yang lebih modern yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet. Internet merupakan salah satu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menawarkan sisi kecanggihan, kepraktisan, dan kemudahan. Informasi yang dapat diperoleh sangatlah beragam dan untuk mendapatkannya cukup mudah dan praktis. Komunikasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan internet juga praktis dan mudah, tidak terbatas oleh waktu ataupun jarak.[1]

Internet adalah sebagai alat teknologi tetapi lebih penting sebagai mekanisme yang memungkinkan sebuah revolusi komunikasi yang mendorong perubahan signifikan dalam dinamika masyarakat. Internet mengubah setiap disiplin yang berkaitan dengan pertukaran informasi. Internet memiliki sebuah dampak yang besar pada berbagai area kehidupan, mulai dari e-commerce sampai pendidikan jarak jauh (distance education).

Dari segi teknologi, Amerika Serikat, Jerman, Jepang dan Inggris merupakan negara-negara terbesar pengguna teknologi informasi internet, yakni 79 persen dari populasi internet dunia (tahun 1997) k.l. 130 juta pengguna internet. Angka-angka tersebut menunjukkan korelasi yang erat antara pemakaian teknologi informasi dengan peningkatan jumlah wisatawan di suatu negara.[2] Indonesia adalah rumah bagi 58 juta pengguna internet aktif yang rutin mengakses situs jejaring sosial. Fakta ini kemudian menjadikan Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk pengembangan bisnis berbasis e-commerce.[3] 

Industri pariwisata merupakan industri yang sarat dengan informasi dimana para pelakunya sangat bergantung untuk berkomunikasi dengan konsumennya (turis) melalui berbagai kanal informasi untuk memasarkan produk dan membangun hubungan dengan konsumen. Informasi mempunyai peran yang sangat penting dalam melakukan perencanaan wisata karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan destinasi tujuan wisata dan perencanaan pembelian seperti akomodasi, transportasi, aktivitas, atraksi, makanan, dan lainnya.[4]

Wisatawan kini tidak sabar menunggu informasi yang biasanya diberikan melalui biro jasa perjalanan ataupun organisasi lainnya. Mereka lebih senang mencari sendiri apa yang ada di benaknya sehingga mampu meyakinkan bahwa produk yang dipilihnya adalah yang terbaik. Oleh sebab itu, internet tidak semata-mata hanya merupakan temuan teknologi belaka, tetapi juga mendidik manusia menemukan berbagai informasi (termasuk informasi pariwisata) yang diinginkannya, sehingga membuat hidup jauh lebih mudah.

Internet marketing merupakan bentuk usaha dari perusahaan untuk  memasarkan produk dan jasanya serta membangun hubungan dengan pelanggan melalui media internet. Mulia (2009) mengatakan bahwa internet marketing adalah sarana untuk memasarkan produk atau jasa melalui internet. Pemasaran internet (Internet Marketing) adalah proses membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan melalui aktifitas secara online untuk memfasilitasi pertukaran ide-ide, produk, dan layanan yang dapat memuaskan tujuan dari kedua belah pihak (Mohammed, Fisher, & Jaworski, 2003, pp. 4-5).

Perkembangan teknologi internet telah memikat berbagai kalangan termasuk pengusaha, eksekutif, investor dan para pengamat bisnis. Menurut Michael E. Porter, internet dianggap ‘menjanjikan’ bagi beberapa perusahaan dan dapat mengubah pola pikir serta cara-cara lama perusahaan. Karena, internet mempermudah komunikasi, pengumpulan informasi dan pelaksanaan proses transaksi. Internet juga menawarkan cara yang lebih efisien dalam pemesanan produk. Teknologi internet menyediakan kesempatan yang lebih baik bagi perusahaan untuk menerapkan strategi yang lebih jelas daripada teknologi informasi terdahulu. Selain digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri, internet juga membuka industri baru seperti perdagangan dan pelelangan on-line serta menciptakan pasar digital.  Internet, tak diragukan lagi dapat diandalkan dalam hal efektivitas operasional, ditinjau dari begitu mudahnya pertukaran informasi terjadi dalam waktu singkat.

Pembahasan

Perkembangan model bisnis menggunakan internet diadopsi sektor pariwisata dengan melibatkan pemerintah, supplier, dan customer dengan memanfaatkan government to citizens (G2C), business to business (B2B) dan business to customer (B2C) yang menjadi model dalam e-tourism.

Pariwisata memiliki unsur-unsur yang bersifat tidak nyata berupa pelayanan. Sektor ini merupakan industri multiproduk dimana pengalaman wisatawan secara keseluruhan dapat diciptakan oleh bauran produk. Akomodasi, restoran, daya tarik, penerbangan, toko cinderamata, biro perjalanan, dan transportasi merupakan beberapa produk pariwisata yang dapat disebutkan sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Menurut Francois Vellas dan Lionel Becherel (1999), pemasaran pariwisata didefinisikan Lumsdon sebagai proses manajerial yang berfungsi mengantisipasi dan memuaskan keinginan pengunjung secara lebih efektif dari pemasok atau destinasi pesan.

Internet telah merevolusi metode untuk memberikan produk dan jasa kepada khalayak yang lebih luas secara online.[5] Pemasaran pariwisata melalui internet dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang lebih luas. Internet memiliki kelebihan karena fleksibel, hemat biaya, interaktif, dan dapat menghilangkan peran perantara dalam industri pariwisata. Supplier dapat berhubungan dengan wisatawan secara langsung sehingga dapat meningkatkan profit bagi industri jasa pariwisata. Internet menjadi kebutuhan dalam pencarian informasi terkait perencanaan, pengambilan keputusan wisata dan segala kebutuhan pembelinya. Hal ini disebabkan karena internet menjadi sumber informasi utama yang memiliki tingkat interaktifitas dan kustomisasi tinggi sehingga dapat memberikan pengalaman sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Internet berkembang pesat berkat penetrasinya yang tinggi, sehingga diminati untuk kegiatan penjualan dan pemasaran. Kekuatan internet dalam menyebarkan pesan secara luas dan interaktifitasnya memudahkan penyampaian pesan secara real time. Kemunculan internet yang massif mendorong perusahaan mengimplementasikan e-business untuk memperoleh efisiensi proses bisnis yang dilakukan perusahaan. Menurut World Tourism Organization (WTO), internet telah merubah sistem distribusi informasi dan penjualan layanan pariwisata secara revolusioner. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan proporsi penggunaan internet untuk belanja online. Tourism internet mall seperti Expedia dan Travelocity diprediksi akan menjadi magnet industri di masa depan.[6]

Studi yang dilakukan Plog Research menyebutkan bahwa internet menjadi sumber informasi utama destinasi pariwisata. Sedikitnya 95% peselancar website menggunakannya untuk mengumpulkan informasi wisata, 93% diantaranya mengunjungi website untuk merencanakan liburan dan 1,5% lainnya menggunakan e-mail untuk memperoleh informasi wisata.[7]

Sistem dalam internet memberikan kesempatan kepada industri pariwisata untuk melakukan ekspansi bisnis di seluruh ranah geografis, marketing, dan operasional. Perkembangan internet yang begitu massif menyebabkan munculnya sejumlah pemain bisnis baru yang berasal dari pasar wisata. Sektor pariwisata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memengaruhi pertumbuhan sektor jasa, terutama yang berhubungan dengan makanan, minuman, akomodasi, transportasi, hiburan, belanja, dan industri menengah kecil. Industri ini melibatkan sektor-sektor industri, seperti agen perjalanan, operator tur, penyedia jasa angkutan, hotel, restoran, pengelola atraksi wisata, penjual cinderamata, dan penyedia jasa lain yang dapat menarik minat dan melayani wisatawan.[8]


Sumber:

[1] http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-17883-Chapter1-702116.pdf

[2]http://kolom.pacific.net.id/ind/setyanto_p._santosa/artikel_setyanto_p._santosa/pengembangan__pariwisata__indonesia.html

[3]http://tekno.kompas.com/read/2013/03/01/20055381/promosi.pariwisata.indonesia.lewat.teknologi.internet.

[4] Kanneth F Hyde. 2008. “Information Processing and Touring Planning Theory”. Annals of Tourism Research. Vol.35, Issue 3, pp. 712-713. Hlm: 712.

[5] http://www.artikelpria.com/2013/04/14/semua-yang-harus-diketahui-tentang-pemasaran-internet.html

[6] Boch dikutip dari Pierre Berthon, Clive Wynne, Layland Pitt. Michael Ewing dan Julie Napoli.

2001.’The Impact of the Internet on the Distribution of Value Chain: The Case of the South

African Tourism Industry’. International Marketing Review,Vol. 18. No.4, pp.420-431. Hlm:12.

[7] Plog Research dikutip dari Pan, Bing dan Daniel R Fesenmaier. 2006. ‘Online Information

Search Vacation Planning Process’. Annals of Tourism Research, Vol. 33, No, pp. 809-832.

Hlm: 810.

[8] James Elliot. 1997. Tourism Politics and Public Sector Management. London: Routledge. Hlm:12.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *