LATAR BELAKANG

Industri perbankan memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Bank adalah salah satu lembaga keuangan yang memilki peranan penting dalam perekonomian suau negara sebagai institusi perantara keuangan. Hal ini sesuai dengan salah satu sistem keuangan yang berfungsi sebagai financial intermediary, dimana bank berlaku sebagai lembaga yang berperan untuk mempertemukan antara pemilik dan pengguna dana. Dana yang disalurkan oleh bank kemudian dialokasikan oleh berbagai sektor ekonomi yang dapat menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat. Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang memiliki kegiatan utama untuk menerima simpanan giro, tabungan, dan deposito. Bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang atau kredit bagi masyarakat yang memerlukan. Selain itu, bank juga dikenal sebagai tempat penukaran uang atau menerima segala bentuk pembayaran dan setoran (Kasmir, 2009: 25).

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang cukup besar. Berdasarkan data dari BPS 2015, jumlah umat muslim di Indonesia adalah sebesar….; sedangkan jumlah penduduk non-muslim di Indonesia adalah sebesar…. Dengan adanya dominasi komposisi penduduk muslim yang cukup besar di Indonesia dan awareness masyarakat mengenai Islamic Banking, maka memunculkan tuntutan adanya perbankan syariah di Indonesia.  Islamic banking atau perbankan syariah merupakan salah satu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip syariah atau hukum Islam.

Berbeda dengan sistem perbankan konvensional yang menerapkan pembayaran bunga dan tidak ada pembedaan atas investasi halal dan haram, perbankan syariah berusaha untuk melakukan aktivitas perbankan berdasarkan prinsip syariah. Hal yang mendasari sistem perbankan syariah ini adalah adanya larangan dalam agama Islam untuk memungut atau meminjam bunga yang disebut dengan riba, serta adanya larangan investasi bagi usaha-usaha yang termasuk dalam kategori haram, dimana hal tersebut tidak dijamin oleh sistem perbankan konvensional.  Hal fundamental yang mendiferensiasikan antara lembaga keuangan konvensional dengan syariah adalah terletak pada pengembalian dan pengembalian keuntungan yang diberikan oleh nasabah kepada lembaga keuangan dan/ atau yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada nasabah (Muhammad, 2005). Kegiatan operasional bank syariah mempergunakan prinsip profit and loss sharing (bagi hasil). Selain itu, bank syariah tidak menggunakan alat untuk memperoleh pendapatan maupun membedakan bunga atas dasar penggunaan dana dan pinjaman karena bunga merupakan riba yang diharamkan dalam prinsip Islami.

Perbankan syariah di Indonesia diinisiasi oleh Bank Muamalat pada tahun 1992. Dalam perkembangannya, perbankan syariah mendapatkan respon yang positif di Indonesia, dimana hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan perbankan syariah maupun jumlah nasabah dari tahun ke tahun. Dengan demikian, Indonesia menganut prinsip dual banking. Dual banking system adalah terselenggaranya dua sistem perbankan (conventional banking dan Islamic banking) secara berdampingan, dimana pelaksanaannya diatur dalam berbagai aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Salah satu peraturan perundang-undangan yang menjadi payung hukum operasional bank syariah di Indonesia adalah UU No. 10 Tahun 1998, yang memberikan peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system).  Dengan adanya sistem tersebut, banyak institusi perbankan di Indonesia yang semula lahir sebagai konvensional kemudian menelurkan sister brand yang bernafaskan Islami (Jahja & Iqbal, 2012).

Saat ini, perbandingan jumlah bank konvensional dan bank syariah di Indonesia adalah sebagai berikut:

Salah satu dari institusi perbankan yang menganut dual banking system adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri merupakan salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bergerak dalam bidang perbankan. Bank Mandiri berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 dan merupakan bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia pada bulan Juli 1999. Bank Mandiri merupakan merger dari 4 bank milik pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia. Bank Mandiri senantiasa bertekad untuk membentuk tim manajemen yang handal dan profesional serta bekerja atas dasar prinsip-prinsip pengawasan dan kepatuhan sesuai standar internasional.

PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan anak perusaaan Bank Mandiri yang dibentuk pada tahun 1999 untuk memenuhi peran dalam mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri. Embrio PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) berasal dari bank konvensional PT. Bank Susila Bakti (BSB)  yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi terkena dampak krisis ekonomi 1997-1998. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing. Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas baru BSB.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah. Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999.

Syariah Mandiri didirikan dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain. Terutama berkaitan dengan penyimpanan dana dan atau pembiayaan kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah.Kedekatan nasabah akan diimbangi dengan keterbukaan dalam layanan produk sesuai syariah, modern, dan universal.  PT. Bank Syariah Mandiri tumbuh menjadi bank yang memadukan dua konsep perbankan, yaitu idealisme usaha dan nilai rohani. Kolaborasi inilah yang menjadi salah satu keungglan dari Bank Syariah Mandiri.  PT. Bank Syariah Mandiri memiliki nilai-nilai perusahaan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan integritas, dimana telah tertanam kuat pada segenap insan Bank Syariah Mandiri (Syariah Mandiri, 2016).

Hingga saat ini, Bank Syariah Mandiri telah memiliki kurang lebih 328 kantor cabang yang tersebar di 24 propinsi di Indonesia. Dengan kurang lebih 118 jaringan ATM Syariah Mandiri dan ditunjang 3.746 unit ATM Mandiri serta 14.758 unit ATM Bersama, 10.647 ATM Prima yang tersebar di seluruh Indonesia serta 6.505 jaringan MEPS di Malaysia, Bank Syariah Mandiri memberikan kemudahan kepada nasabahnya untuk melakukan transaksi (syariahbank, 20126).

Kinerja keuangan bank yang sehat dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat; sebaliknya, kinerja keuangan yang buruk dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bank. Kinerja keuangan bank yang baik merupakan indikator dari sistem perbankan yang sehat. Kondisi kesehatan maupun kinerja keuangan bank konvensional dan syariah dapat dianalisis melalui laporan keuangan masing-masing bank.  Analisis laporankeuangan berguna untuk mengetahui penilaian tingkat kinerja keuangan bank yang dilakukan dengan melakukan analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan mencakup penilaian terhadap faktor-faktor permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, dan likuiditas.

Penelitian ini hendak membandingkan kinerja keuangan PT. Bank Mandiri sebagai bank konvensional dan PT. Bank Syariah Mandiri (BSM) sebagai bank konvensional. Informasi yang digunakan untuk mengukur kinerja bank adalah berdasarkan Laporan Publikasi Keuangan Bank selama tahun 2011- 2015. Ukuran kinerja bank yang digunakan dalam penelitian ini adalah rata-rata total asset, laba bersih, DPK (Dana Pihak Ketiga), dan NPL (Net Performing Loan) Bank Mandiri dibandingkan dengan PT. Bank Syariah Mandiri.

Daftar Pustaka

Jahja, A. S. & Iqbal, M. (2012). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dengan Perbankan Konvensional. Epistemé, Vol. 7, No. 2, Desember 2012, pg. 337-360.

https://www.syariahmandiri.co.id/category/info-perusahaan/ http://www.syariahbank.com/profil-dan-produk-bank-mandiri-syariah/

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433