Analisis Corporate Social Responsibility PT. Freeport

A. Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan program CSR sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Definisi Suharto (2006) menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finansial, melainkan pula untuk membangun sosial-ekonomi kawasan secara holistik, melembaga dan berkelanjutan.

Pada periode-periode sebelum tahun 2007, pengungkapan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan hanya bersifat sukarela. Kemudian pemerintah Indonesia pada tahun 2007 mengeluarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Pasal 74 Tahun 2007, pasal (1) berbunyi Perseroan Terbatas yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pasal (2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatuhan dan kewajaran, atau secara singkat menyiratkan bahwa perusahaan yang melakukan kegiatan usaha di bidang atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Husna, 2012).

Perusahaan yang baik tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi namun juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. PT Freeport Indonesia adalah perusahaan pertambangan asing dengan satu anak perusahaan yang berlokasi di Papua, Indonesia. Perusahaan pertambangan ini berafiliasi dengan Freeport-McMoRan yang berbasis di AS. Mereka menghasilkan emas terbesar di dunia, perak dan tembaga di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia. PT Freeport dan Indonesia mendapatkan keuntungan dan juga kerugian dalam proses selama kontrak. Oleh karena itu, mereka menjadi subyek pembicaraan karena masalah CSR mereka.

B. Teori

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu praktik bisnis transparan yang didasarkan pada nilai etika, dengan memberikan perhatian kepada karyawan, masyarakat, dan lingkungan serta dirancang untuk melestarikan masyarakat secara umum dan juga para pemegang saham. Berbagai bisnis dari yang kecil sampai yang besar mempraktikkan CSR dalam kegiatan usahanya. Bentuk CSR telah berkembang hebat dengan banyak variasi. Contoh bentuk CSR yang sering dilakukan yaitu konsentrasi pada kesejahteraan pegawai, kontribusi dalam dunia pendidikan, bantuan-bantuan untuk bencana alam, keikutsertaan dalam pembangunan fisik sarana umum, dan kontribusi dalam dunia kesehatan. Keberlanjutan perusahaan hanya akan terjamin apabila, perusahaan memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan hidup. Sudah menjadi fakta bagaimana resistensi masyarakat sekitar terhadap perusahaan yang dianggap tidak memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidupnya.

CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggungjawab sosial perusahaan dan menitik beratkan pada keseimbangan antara perhatian aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (Untung, 2008). Tujuan dari adanya CSR yaitu sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan karena dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Pada saat banyak perusahaan menjadi semakin berkembang, maka pada saat itu pula kesenjangan sosial dan kerusakan lingkungan sekitarnya dapat terjadi, karena itu muncul kesadaran untuk mengurangi dampam negatif ini. Banyak perusahaan swasta kini mengembangkan apa yang disebut dengan CSR. Penerapan CSR tidak lagi dianggap sebagai cost, melainkan investasi perusahaan (Erni, 2007 dalam Sutopoyudo, 2009).

Dapat disimpulkan bahwa CSR merupakan salah satu bentuk-bentuk sistem pelaporan keberlanjutan yang memberikan keterangan tentang berbagai aspek-aspek perusahaan mulai dari aspek sosial, lingkungan dan keuangan sekaligus yang tidak dapat dijelaskan secara tersirat oleh suatu laporan keuangan perusahaan saja.

C. Masalah

CSR timbul sebagai akibat dari keberadaan perusahaan-perusahaan yang aktivitasnya selain memberi banyak manfaat tetapi menimbulkan banyak dampak negatif. Dampak negatif tersebut terutama dirasakan oleh masyarakat sekitar yang berada dekat dengan perusahaan. Kehadiran PT Freeport Indonesia di Papua terus menimbulkan masalah CSR selama hampir setengah abad, salah satu masalah yaitu ketenagakerjaan dan peran perusahaan terhadap kesejahteraan orang di Papua. Kasus CSR terlihat saat PT Freeport Indonesia memberikan upah yang tidak adil bagi warganya. PT Freeport Indonesia dinilai tidak adil terhadap karyawannya, terutama dalam masalah gaji. Tenaga kerja asing yang bekerja di PT Freeport Indonesia dan perusahaan lain menerima tingkat upah yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pekerja asli Indonesia. Karena itu, pekerja PT Freeport Indonesia menuntut dan demo.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *