Film Asadessa, merupakan sebuah film berbais dokumenter dengan durasi 49 menit. Film ini adalah hasil kerjasama antara ICT Watch, Relawan TIK, Gerakan Desa Membangun, dan Watchdoc. Film dokumenter ini menampilkan perjuangan desa-desa untuk membangun dirinya menggunakan internet dengan bantuan dari relawan Gerakan Desa Membangun dan Relawan TIK. Desa yang menjadi sorotan antara lain, Desa Sidamulih Kabupaten Ciamis, Desa Melung Kabupaten Banyumas, Gampong Cot Baroh Kabupaten Pidie Jaya, dan Desa Harapan Jaya Kabupaten Indragiri Hilir.

Berdasarkan data yang terdapat dalam film dokumenter berjudul ASADESSA garapan ICT Watch dan Relawan TIK menunjukan jumlah dan penetrasi internet di Indonesia dalam kurun waktu 2010-2014 terus meningkat. Penetrasi pengguna internet meningkat dari 28,6 % di tahun 2013 menjadi 34,9% di tahun 2014. Selain itu,  penggunaan domain desa.id meningkat dari 1.336 desa pada 2014 menjadi 1.513 desa pada 2015.

Sebagai film dokumenter, Asadessa diharapkan mampu menjawab tiga pertanyaan besar, yaitu (1) apakah perubahan yang terjadi pada masyarakat perdesaan yang sudah memanfaatkan internet; (2) bagaimana perilaku masyarakat perdesaan saat memanfaatkan internet; dan (3) bagaimana cara masyarakat perdesaan mendapatkan akses internet. Sebuah target yang ambisius, terlebih semua pertanyaan itu dapat terjawab hanya dengan menonton sebuah film.

Terkait dengan teori komunikasi lintas budaya, salah satu hambatan komunikasi adalah prasangka. Prasangka merupakan sikap antipasti dikarenakan kesalahan generalisasi atau generalisasi yang terjadi karena kurang fleksibel melalui perasaan. Di dalam film Asadessa, para pembuat film berusaha menghilangkan hambatan prasangka orang-orang dimana orang desa tidak mampu mengakses internet. Padahal kenyataannya internet sudah masuk desa. Menurut Bennet da Janet, 1996, prasangka kerap dijadikan kambing hitam untuk mengevaluasi keadaan tanpa adanya argument. Efeknya, mungkin saat ini bias terlihat bahwa banyak orang kota menganggap orang desa itu orang yang tertinggal, muncul diskriminasi hingga menciptakan jarak.

Komunikasi yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan prasangka yang lebih banyak merugikan dari pada menguntungkan akan membantu kita untuk berkembang mengenal kelompok lain yang ada di sekitar kita. Mengenal kelompok lain akan membantu kita memiliki wawasan yang luas terhadap proses-proses yang terjadi dalam suatu. Prasangka kerap dikaitkan dengan komunikasi social. Komunikasi Sosial adalah suatu kegiatan komunikasi yang lebih diarahkan kepada pencapaian suatu integrasi sosial. Karena itu kegiatan komunikasi sosial adalah lebih intensif daripada komunikasi massa (Susanto, 1979: 1-2).

Di dalam film ini, masyarakat desa melakukan integrasi kegiatan mereka menggunakan media internet. Dengan adanya internet yang masuk desa, dan atas bantuan film ini pula, orang-orang tidak lagi berpikir negatif terhadap kehidupan kota. Maurice Duverger (dalam Ahmadi, 2009,297) memberikan definisi: “Integrasi adalah dibangunnya interdepedensi yang lebih rapat antara bagian-bagian dari organisme yang hidup atau antara anggota-anggota di dalam masyarakat”.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433