A. Latar Belakang

Salah satu masalah mengenai kependudukan yang harus dihadapi oleh Indonesia, yaitu bonus demografi. Menurut Wongboonsin dalam Fasli Jalal, yang dimaksud dengan bonus demografi adalah keuntungan ekonomis disebabkan menurunnya Rasio Ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang (Wongboonsin, dkk. 2003 dalam Mardiani & Purnomo, 2018: 14).

Bonus demografi adalah peluang (window of opportunity) yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. Di Indonesia fenomena ini terjadi karena proses transisi demografi yang berkembang sejak beberapa tahun lalu dipercepat oleh keberhasilan kebijakan kependudukan menurunkan tingkat fertilitas, meningkatkan kualitas kesehatan dan suksesnya program-program pembangunan sejak era Orde Baru hingga sekarang (Noor, 2015: 124).

Bonus demografi di Provinsi D.I. Yogyakarta dapat disebut “istimewa” karena telah mengalami momen bonus demografi dimulai pada tahun 1996. Sudah lama sekali Provinsi ini mengalami bonus demografi yang diperkirakan akan berakhir pada tahun 2040. Jangka waktu yang sangat lama sekali ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam berbagai bidang, seperti ketenagakerjaan, investasi/tabungan, peran perempuan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusianya (Nugroho, 2016). Bonus demografi dapat dioptimalkan dengan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang produktif sehingga dapat bersaing di pasar tenaga kerja.

SMA N 1 Pajangan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki visi berbudi pekerti dan berwawasan lingkungan; meghasilkan insan cerdas yang berbudaya, berdisiplin, dan berakhlak mulia, berkepribadian Indonesia, kreatif dan inovatif berprestasi secara optimal serta berwawasan lingkungan. Sedangkan misinya yaitu (1) mengoptimalkan seluruh potensi sekolah dalam membuayakan loyalitas bekerja dan belajar secara ikhlas dan profesional, (2) mewujudkan manusia ang berdisiplin dan berakhlaq mulia, (3) memujudkan manusia yang berkepribadian Indonesia, (4) meningkatkan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan inovatif dalam iptek, (5) mengarahkan dan memotivasi warga sekolah untuk berprestasi secara optimal dan (6) meningkatkan kecintaan tehadap lingkungan yang sehat dan tanggap bencana alam.

Kesadaran orang tentang bonus demografi masih terbilang cukup rendah. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia, sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tau dan mengerti, dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kesadaran adalah sesuatu yang dimiliki oleh manusia yang merupakan bentuk unik dimana ia dapat menempatkan dirinya sesuai dengan yang diyakininya dan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Banyak orang masih kurang paham akan bonus demografi, seperti halnya yang terjadi di SMA N 1 Pajangan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menunjukkan rendahnya atas kesadaran para siswa tentang bonus demografi.

Forum Generasi Muda Peduli Kependudukan Daerah Istimewa Yogyakarta (FORSADA DIY) adalah suatu wadah atau organisasi bagi generasi muda yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap masalah-masalah kependudukan yang ada di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta. FORSADA berusaha untuk terus menjadi wadah bagi para generasi muda agar menumbuhkan kepeduliannya terhadap isu-isu kependudukan terkini. Tidak hanya ingin diam ditempat, FORSADA juga ingin selalu bermanfaat bagi masyarakat khususnya generasi muda yang akan menyongsong keberlangsungan hidup Indonesia yang lebih baik. Berbekal pengetahuan yang telah dimiliki, FORSADA mencari ruang untuk berbagi pengetahuan dengan generasi muda khususnya siswa sekolah menengah baik SMP maupun SMA. Didampingi oleh BKKBN, FORSADA melakukan sosialisasi kependudukan sebagai bentuk kepeduliaan terhadap isu-isu kependudukan terkini.

Sejauh ini, FORSADA melakukan sosialisasi dibeberapa sekolah yang pada saat ini juga sedang menjadi mitra bagi BKKBN mengembangkan upaya peningkatan kualitas penduduk melalui remaja atau generasi muda. Sosialisasi tersebut dilakukan di SMP 1 Galur Kulonprogo dan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta. FORSADA memanfaatkan waktu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang diselenggarakan pada awal tahun pembelajaran. Hal tersbeut dilakukan atas dasar tujuan untuk membekali siswa akan pengetahuan dan isu kependudukan yang mendasar.

Sosialisasi yang dilakukan oleh FORSADA juga diharapkan dapat membantu sekolah-sekolah tersebut dalam mengembangkan kinerja pojok kependudukan yang telah dibentuk atas kerjasama sekolah dengan BKKBN. Sosialiasi kependudukan dilakukan oleh FORSADA ditujukan kepada generasi muda melalui satun pendidikan baik SMP maupun SMA untuk memaparkan pengetahuan tentang isu-isu kependudukan. Hal tersebut dilakukan atas dasar tujuan pengembangan dan peningkatan pengetahuan isu kependudukan untuk generasi muda atau remaja.

Salah satu aspek penting bagi orang dalam menjalin serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain yaitu melalui komunikasi. Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam masyarakat, perbedaan organisasi dengan khalayak, dan perbedaan antara pimpinan organisasi dengan bawahannya (Nurudin, 2007 : 46). Salah satu langkah terpenting dari komunikasi adalah menetapkan “strategi komunikasi”. Strategi komunikasi yang baik adalah strategi yang dapat menetapkan atau menempatkan posisi seseorang secara tepat dalam komunikasi dengan lawan komunikasinya sehingga dapat mencapai tujuan komunikasi yang telah ditetapkan (Ginting, 2013: 2). Strategi komunikasi sangat menentukan adanya efektivitas komunikasi.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433