Duta Wisata Dimas Diajeng Sleman Dalam Mengkomunikasikan Objek Wisata di Kabupaten Sleman

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sleman merupakan Kabupaten yang terletak di Yogyakarta yang memiliki luas wilayah 574,82 km2 dan penduduk 850.176 jiwa. Secara geografis Kabupaten Sleman terletak diantara 110o33’00’’ dan 110o13’00’’ Bujur Timur, 7o34’51’’ dan 7o47’30’’ Lintang Selatan.

Kabupaten Sleman merupakan bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terbagi atas 17 kecamatan, 86 desa, dan 1.212 dusun yang memiliki berbagai tempat wisata yang dapat dikembangkan serta memiliki potensi wisata yang sangat potensial dan beragam mulai dari goa, perbukitan, seni budaya, peninggalan sejarah, candi dan kekayaan alam lainnya. Misalnya objek wisata alam seperti Volcano Tour di Cangkringan Sleman dan desa wisata Pentingsari merupakan salah satu alternatif yang banyak diminati masyarakat perkotaan karena sudah mulai bosan dengan objek wisata yang bersifat konvensional.

Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah andalan sektor pariwisata di Yogyakarta yang mempunyai banyak tempat-tempat objek wisata, yang terus membangun objek wisata baru yang belum banyak dikenal masyarakat luas untuk mendukung rencana pengembangan Kabupaten Sleman. Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun jumlah wisatawan yang datang semakin bertambah. Obyek wisata Candi masih menjadi destinasi favorit kunjungan wisatawan dengan jumlah kunjungan sebesar 2.702.087 kunjungan (42,48%), diikuti oleh obyek wisata alam sebesar 1.548.522 kunjungan (24,34%), dan obyek wisata musem sebesar 880.517 kunjungan (13,84%). Sisanya sebesar 19,33% kunjungan wisatawan tersebar di desa wisata dan event-event yang ada di Kabupaten Sleman (Disparsleman, 2017).

Pasal 34 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan menyatakan bahwa Pemerintah menyerahkan sebagian urusan di bidang penyelenggaraan kepariwisataan kepada Pemerintah Daerah. Sebagai unsur pelaksana dari Pemerintah Daerah di bidang kepariwisataan adalah Dinas Pariwisata. Selain itu, Undang-Undang Inpres Nomor 16 Tahun 2005 tentang pengembangan kepariwisataan menyatakan bahwa kegiatan dan pengembangan kepariwisataan bukan hanya milik pemerintah saja, melainkan ada peran swasta dan juga peran masyarakat. Mengacu pada Undang-Undang Inpres tersebut, pembangunan  kepariwisataan di setiap daerah merupakan peran semua pihak terutama Dinas Pariwisata yang telah ditunjuk pemerintah untuk mengelola sektor kepariwisataan.

Dalam memajukan dan mempromosikan dunia pariwisata, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman telah memiliki website yang beralamat di https://pariwisata.slemankab.go.id/. Pada periode penelitian ini dilakukan  yaitu  tahun 2018, website tersebut masih tetap up to date khususnya informasi tentang pariwisata. Selain website, Dinas Pariwisata berperan dalam kemajuan dan peningkatan pariwisata di Kabupaten Sleman melalui promosi menggunakan media massa seperti surat kabar dan pamphlet. Meskipun demikian metode tersebut belum cukup untuk mengkomunikasikan kepariwisataan secara meluas kepada wisatawan lokal maupun asing. Dalam proses komunikasi, komunikator memegang peranan Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat dikatakan keberhasilan dari komunikasi sangat bergantung pada kualitas komunikator.

Dinas Pariwisata sebagai penanggung jawab akan kemajuan sektor pariwisata menyadari bahwa sektor pariwisata mempunyai peranan penting dalam pengembangan suatu daerah serta dapat menambah pendapatan daerah maka berusaha keras dalam memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Sleman. Salah satu bentuk pemasaran yang di lakukan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman untuk meningkatkan citra kawasan pariwisata daerah melalui duta wisata (Dimas Diajeng Kabupaten Sleman) yang diharapkan dapat membantu dalam mempromosikan pariwisata dan menggali potensi wisata lain sebagai upaya mengembangan wisata yang ada. Menurut Satriawan (2013: 39) duta wisata adalah ikon atau figur pariwisata dan Kebudayaan yang terpilih setelah melewati serangkaian proses seleksi yang dikemas dalam bentuk pemilihan yang diikuti oleh generasi muda atau remaja.

Di Kabupaten Sleman saat ini sudah mempunyai duta wisata Dimas Diajeng Sleman yang mempromosikan objek-objek pariwisata secara offline dan online. Di bidang pariwisata, peran duta wisata Dimas Diajeng Sleman sangat penting karena dapat membantu masyarakat dan wisatawan untuk dapat mengkomunikasikan tentang objek wisata. Hal itu dikarenakan informasi pariwisata dan desa wisata di Sleman belum menyebar luas di masyarakat maupun wisatawan lokal dan asing. Sarana yang belum memadai akan membuat masyarakat dan wisatawan lokal maupun asing sulit untuk mendapatkan informasi tentang objek wisata di Kabupaten Sleman. Duta wisata Dimas Diajeng diharapkan dapat memberikan dorongan dalam hal pengenalan potensi Sleman di sektor pariwisata.

Dengan banyaknya objek wisata di Kabupaten Sleman, tugas Dinas Pariwisata tidaklah mudah dan gampang. Sehingga mereka memerlukan bantuan dari duta wisata Dimas Diajeng Sleman untuk mempromosikan objek wisata di Kabupaten Sleman. Dalam mengkaji tentang peran duta wisata Dimas Diajeng Sleman, maka peneliti mengambil penelitian dengan judul “Duta Wisata Dimas Diajeng Sleman Dalam Mengkomunikasikan Objek Wisata di Kabupaten Sleman.”

B. Rumusan Masalah

Dengan penjelasan dalam  latar belakang permasalahan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran duta wisata Dimas Diajeng Sleman dalam mengkomunikasikan objek wisata di Kabupaten Sleman?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran duta wisata Dimas Diajeng Sleman dalam mengkomunikasikan objek wisata di Kabupaten Sleman dan mendeskripsikan kerjasama antara duta wisata Dimas Diajeng Sleman dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memiliki manfaat:

1. Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan terutama dalam bidang komunikasi, mengenai penerapan teori teori komunikasi seperti teori komunikasi pemasaran dan teori komunikasi persuasif yang diterapkan oleh duta wisata Dimas Diajeng Sleman dalam mengkomunikasikan objek wisata di Kabupaten Sleman.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai peran duta wisata Dimas Diajeng Sleman dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengkomunikasikan objek wisata yang ada.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *