I. Pendahuluan

Latihan atau training adalah suatu kegiatan atau usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seorang pegawai atau tenaga kerja dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu.

Menurut Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 1974, latihan adalah bagian pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan di luar system pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktek dari pada teori.

Pelatihan dan pengembangan dapat membantu untuk menjamin bahwa anggota organisasi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan secara efektif, mengambil satu tanggung jawab baru, dan beradaptasi dengan perubahan kondisi. Pelatihan ini terfokus pada pengajaran anggota organisasi (sumber daya manusia) tentang bagaimana mereka dapat menjalankan pekerjaan dan membantu mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang di butuhkan untuk kinerja yang efektif. Sedangkan pengembangan terfokus pada membangun pengetahuan dan keterampilan anggota organisasi sehingga mereka dapat dipersiapkan untuk mengambil tanggung jawab dan tantangan baru.

Dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari peranan sumber daya manusia sangat penting, karena SDM merupakan salah satu faktor pendukung yang paling utama dari sebuah perusahaan untuk menunjang semua kegiatan perusahaan.

Sehingga diperlukan pembinaan dan pengembangan mengenai kinerja karyawan secara efektif demi kelancaran proses kegiatan dalam suatu perusahaan yang akan datang. Kinerja seorang karyawan berperan penting bagi suatu perusahaan, karena kinerja setiap karyawan merupakan sumbangan bagi tercapainya kinerja setiap fungsi perusahaan dan pada gilirannya kinerja fungsi-fungsi perusahaan memberi sumbangan terhadap pencapaian kinerja perusahaan.

II. Perumusan Makalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, yang menjadi pokok perumusan pada makalah ini adalah :

a. Pengembangan SDM Sebagai Bidang Keahlian Profesional

Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), merupakan suatu kegiatan yang seharusnya dilakukan oleh suatu organisasi atau perusahaan.

pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat vital untuk dilakukan oleh suatu organisasi atau perusahaan karena dengan adanya  pengembangan SDM maka organisasi atau perusahaan yang bersangkutan berarti telah melakukan adaptasi terhadap lingkungan dan perkembangan demi mencapai SDM yang berkualitas. Dengan SDM yang berkualitas tentu saja akan meningkatkan produktivitas kerja dari suatu organisasi atau perusahaan.

Pengembangan karyawan merupakan unsur penting dari berbagai upaya  perusahaan untuk bersaing pada perekonomian yang baru, memenuhi tantangan  persaingan global dan perubahan sosial, menyertakan kemajuan teknologi dan  perubahan perancangan pekerjaan (Noe et all, 2014)

Gouzali (2000) dalam Kadarisman (2013) mengemukakan pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan organisasi, agar  pengetahuan (knowledge), Kemampuan (ability), dan keterampilan (skill) mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan.

Hasibuan (2000:96) mengemukakan pengertian pengembangan sebagai berikut:

“Pengembangan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan”.

  • Pentingnya Pengembangan SDM

Pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi sudah merupakan kebutuhan dikarenakan tuntutan  dinamika lingkungan, perkembangan teknologi maupun persaingan bisnis yang terus berjalan. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan Hasibuan (1994:75) bahwa:

“pengembangan karyawan ini dirasa  semakin penting manfaatnya, karena tuntutan pekerjaan atau jabatan, sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin ketatnya persaingan diantara perusahaan yang sejenis”.

  • Dasar-Dasar Pengembangan SDM

Menurut U.S. Office of Personnel Management, 1999:3, ada empat komponen penting dalam pengembangan sumber daya manusia, yaitu:

  1. Mengadopsi pendekatan strategis dalam perencanaan sumber daya manusia,
  2. Memperoleh dan mengembangkan staf yang sesuai dengan kebutuhan dasar organisasi,
  3. Mengembangkan budaya organisasi yang berorientasi pada kinerja, dan
  4. Menjaga terpeliharanya prinsip-prinsip prestasi (merit principles).
  • Sejarah Pengembangan SDM

Pemikiran tentang memahami dan menganalisis kerja manusia baru tercetus kira-kira 70 tahun yang lalu yang dirintis oleh Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915) dengan karyanya Scientific Management.

  1. FREDERICK WINSLOW TAYLOR (1856 – 1915)

Taylor memusatkan perhatiannya pada 5 langkah, yaitu seleksi orang, menemukan metoda kerja yang paling baik, merancang sarana kerja yang cocok serat memanfaatkan, melatih dan memotivasi karyawan. Ia mempersamakan manusia dengan mesin. Mesin akan bekerja baik jika dipelihara dan dilumasi dengan baik, demikian juga halnya dengan manusia. Manusia harus disediakan kondisi kerja yang baik, harus terlatih dan diupah secukupnya, sehingga ia otomatis akan bekerja dengan baik. Ternyata Taylor telah kehilangan penglihatan terhadap hal-hal yang essential, yaitu bahwa : manusia adalah kreatif, memiliki perasaan dan emosi serta memiliki kecerdasan. Taylor memiliki pemahaman yang jelas perihal peranan manajemen dan kebutuhan akan peningkatan produktivitas, namun ia tidak tahu bagaimana menggugah semangat kerja para karyawan.

2. FRANK GILBRETH ( 1868 – 1924 )

Frank Gilbreth dapat dianggap sebagai pencetus System Management. Dia memandang semua gerakan operasional satu dengan lainnya berkaitan dan harus dilakukan dengan cara yang paling sistematis. Gilbreth menanggapi kenyataan bahwa tingkat produksivitas seseorang tergantung dari kepribadian dan lingkungan kerjanya.

3. ELTON MAYO (1880 – 1949)

Elton Mayo terkenal dengan penelitiannya di bidang Human Relations pada Western Electric Company di Hawthorne – Chicago. Mayo berkesimpulan, pertama bahwa orang dapat menunjukkan produktivitas yang tinggi bila menyadari bahwa dia memperoleh pengakuan dan penghargaan. Kedua, bahwa para pekerja akan mengembangkan norma-norma produksinya sendiri dan tidak mengakui norma-norma resmi. Mereka ini mempunyai pemimpin informal sendiri yang lebih mereka patuhi daripada pemimpin regu kerjanya yang resmi.

Produktivitas dikendalikan oleh para rekan sekerja dan para pengawas. Perilaku para pekerja dikendalikan oleh suasana kelompok. Pekerja secara individual kehilangan identitasnya dan menjadi anggota kelompok sepenuhnya. Pemahaman yang cukup terhadap kelompok-kelompok kerja semacam itu adalah penting demi tercapainya efisiensi organisasi.

Butuh versi lengkapnya?
Atau ada custum tugas lainnya?
Hubungi aja team geraijasa di wa 08213805433 atau emal team@geraijasa.com