A. Pendahuluan

Masalah etika selalu berkaitan dengan manusia ketika berperilaku dalam lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan kerja. Sebagai suatu objek, etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang dikerjakannya itu salah, benar, baik atau buruk.[1]

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Etika merupakan pemikiran kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun kelompok (Yosephus. 2010).

Dalam literatur tentang pelayanan publik dan administrasi publik, etika merupakan salah satu elemen yang sangat menentukan kepuasan publik yang dilayani sekaligus keberhasilan organisasi pelayanan publik itu sendiri. Misalnya, dengan menggunakan nilai-nilai moral yang berlaku umum (six great ideas) seperti nilai kebenaran (truth), kebaikan (goodness), kebebasan (liberty), kesetaraan (equality), dan keadilan (justice), kita dapat menilai apakah para aktor tersebut jujur atau tidak dalam penyusunan kebijakan, adil atau tidak adil dalam menempatkan orang dalam unit dan jabatan yang tersedia, dan bohong atau tidak dalam melaporkan hasil manajemen pelayanan (Yeremias T. Keban, 2001).

Perkembangan yang pesat dari investasi dan keuangan di dunia membutuhkan suatu standar untuk investor dan pemilik perusahaan untuk merekrut profesional dalam bidang investasi dan keuangan. Chartered Financial Analyst (CFA) adalah sertifikasi profesi paling terkemuka untuk profesional yang bekerja di bidang keuangan dan investasi. Di Amerika Serikat, memiliki sertifikasi profesi CFA merupakan pencapaian yang sangat tinggi karena material yang diujikan sangat dalam dan praktis dibandingkan dengan gelar lainnya.

Organisasi yang membutuhkan pemegang CFA adalah manajemen investasi, konsultan, bank, asuransi, pensiun, dan institusi keuangan lainnnya. Kebutuhan dari pemegang CFA sangat tinggi karena hanya ada kurang dari 60 orang di Indonesia yang memegang gelar profesi CFA. Di Indonesia, terdapat peningkatan perusahaan multinasional dan lokal yang membutuhkan calon pekerjanya yang memenuhi kualifikasi sebagai CFA. Salah satu persyaratan CFA adalah etika (ethics). Pemegang gelar sertifikasi CFA harus setuju dan terikat oleh kode etik yang atur oleh CFA Institute dan standar profesi yang dilaksanakan.[2]

B. Identifikasi Masalah

Essay ini mencoba membahas masalah etika standar di Indonesia terkait bilamana Saya menjadi presiden Indonesia dan bagaimana Saya bisa menegakkan etika standar di Indonesia. Sebagai Presiden, hal yang dapat Saya lakukan agar Indonesia dapat lebih baik dalam penerapan Standards of Conducts yang telah Saya pelajari dari Chartered Financial Analyst (CFA). Essay ini mencoba menganalisis kondisi atau suasana etis yang ada di Indonesia; problem-problem utama masalah etika apa saja yang dapat Saya identifikasi sebagai masalah etika di Indonesia berdasarkan rangking prioritas permasalahan etik yang menurut perspektif Saya paling penting.

C. Pembahasan

1. Etika Pendidikan

Salah satu etika pendidikan yang wajib dipahami oleh semua guru yaitu mendidik tidak harus dengan kekerasan. Beberapa moral yang paling umum, masalah hukum dan etika dalam pendidikan yang paling sering dihadapi oleh para pemberi dan penerima pendidikan, bersama dengan lembaga pendidikan sendiri, para stockholder, orang tua dan wali siswa yaitu[3] seragam sekolah, masalah disiplin, mengatasi diversity, dan grading. Contoh etika dalam pendidikan, etika murid dengan gurunya seperti trending topik saat ini kasus di Bantaeng guru yang mencubit siswa kemudian dipenjara.[4]

Mulai lunturnya  moral dan etika seiring perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan budaya dari luar sangat berpengaruh. Bekal iman dan nilai-nilai pancasila yang tidak kuat membuat moral dan etika mulai pudar. Etika pendidikan mencakup etika berbicara, moral, sopan santun, serta tata krama yaitu anak muda jaman sekarang banyak berulah dan tidak tahu malu; anak muda kurang menghormati orang yang lebih tua; orang yang membuang sampah sembarangan misalnya naik mobil langsung buang sampah lewat jendela. Etika tata krama misalnya mengucapkan terima kasih. Etika berbicara ketika berbicara dengan yang lebih tua dengan nada yang sopan dan nada rendah.

3. Etika Bisnis

Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Penyimpangan atau pelanggaran etika bisnis bisa terjadi ketika hal-hal tersebut tidak dipatuhi oleh para pelaku bisnis. Banyak pelanggaran etika bisnis dalam kegiatan berbisnis untuk menguasai pasar, memperluas pangsa pasar, dan mendapatkan banyak keuntungan. Praktek bisnis yang terjadi selama ini dinilai masih cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktek-praktek tidak terpuji.


Sumber:

[1] Muhammad Nuh, S.H.,M.H.,Adv. Etika Profesi Hukum, Pustaka Setia Offset, 2011, hlm xvii.

[2] http://edp.mm.feb.ugm.ac.id/cfa_id/

[3] http://www.kompasiana.com/citradara/permasalahan-etika-pendidikan-di-indonesia_54f5f611a3331184108b4567

[4] http://makassar.tribunnews.com/2016/06/01/sidang-kasus-guru-cubit-murid-di-bantaeng-masuki-tahap-keterangan-saksi

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433