Sumber Daya manusia (SDM) Telkom

Pendahuluan

Sumber daya manusia (SDM) adalah orang-orang yang ada di dalam perusahaan yang berkaitan langsung dengan pekerjaanya di dalam perusahaan. Sumber daya manusia merupakan aset vital organisasi karena perannya dalam implementasi strategi sangat penting yaitu sebagai subjek pelaksana dari strategi organisasi (Fajra, 2011). Sumber daya manusia juga merupakan fungsi dalam perusahaan yang berhubungan dengan orang-orang dan masalah-masalah yang berkaitan dengan orang-orang seperti kompensasi dan tunjangan, merekrut dan merekrut karyawan, karyawan onboarding, manajemen kinerja, pelatihan, serta pengembangan dan budaya organisasi.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) adalah penyedia telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia. Perusahaan, yang mayoritas dimiliki oleh pemerintah Indonesia, memiliki pangsa pasar yang mendominasi antara 45 dan 50 persen dalam hal pelanggan telepon seluler di Indonesia. Telkom adalah salah satu perusahaan Indonesia terbesar dalam hal kapitalisasi pasar. Ini adalah perusahaan induk dari Telkom Group, yang bergerak dalam berbagai bisnis termasuk telekomunikasi, multimedia, properti, dan jasa keuangan. Sampai dengan tahun 2016, Telkom memiliki 14.933 karyawan Telkom dan terdapat 8.943 karyawan pada enitas anak.

Sebagai sumber daya manusia perusahaan, karyawan menentukan citra perusahaan dan kepuasan konsumen. Karyawan yang memiliki motivasi kerja yang baik dan merasa puas merupakan aset penting perusahaan, karena akan meningkatkan performa serta kesuksesan organisasi (Drake et al., 2009 dalam Chepkosgey, 2015: 2).

Makalah ini memaparkan tentang rekrutmen pegawai, langkah-langkah menentukan karyawan berkualitas, pengembangan Sumber Daya manusia (SDM), bagaimana mengukur/menilai prestasi kerja karyawannya dan manfaat penilaian prestasi kerja bagi karyawan dan perusahaan Telkom.

Pembahasan

1. Rekrutmen Pegawai Telkom

Rekrutmen merupakan proses yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan tambahan pegawai yang mencangkup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan pegawai, menentukan kebutuhan pegawai yang diperlukan perusahaan, proses seleksi, penempatan dan orientasi pegawai (Rivai, 2010: 1). Seiring dengan pertumbuhan Telkom yang begitu pesat, rekrutmen pegawai Telkom merupakan suatu proses pengadaan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional. Divisi Human Corporate Management membagi proses pelaksanaan rekrutmen menjadi dua cara yaitu rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal. Telkom menggunakan asas sebagai acuan dalam melaksanakan rekrutmen dan seleksi pegawai yaitu terbuka (dibuka untuk umum), objektif (sesuai dengan kemampuan), melalui tahap rekrutmen dan seleksi, dan memperhatikan kebutuhan perusahaan berdasarkan posisi dan formasi yang tersedia. Pelaksanaan rekrutmen pegawai Telkom dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan.

2. Langkah-Langkah Menentukan Karyawan Berkualitas Telkom

Langkah-langkah Telkom menentukan karyawan berkualitas yaitu:

a. Menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari

Menentukan kandidat yang berasal dari dalam Telkom atau dari luar Telkom merupakan dua alternatif untuk mencari kandidat berkualitas. Penentuan kandidat yang berasal dari dalam Telkom perlu merencanakan kebutuhan staf masa depan yaitu karyawan yang dapat dipindahkan atau dipromosikan. Penentuan kandidat yang berasal dari luar Telkom perlu mempertimbangkan metode rekrutmen yang tepat misalnya iklan, employee referrals, walk-ins & write-ins, Depnakertrans, perusahaan pencari tenaga kerja, lembaga pendidikan, organisasi buruh, dan lain sebagainya.

b. Tahap seleksi

Setelah Telkom memilih orang-orang yang tepat, Telkom memanggil kandidat-kandidat yang dianggap memenuhi persyaratan jabatan dan mengumpulkan berkas-berkas lamaran mereka, dan meminta mereka mengisi formulir lamaran pekerjaan yang telah disediakan untuk selanjutnya diproses dalam tahap seleksi untuk kemudian disaring/menyeleksi kandidatnya. Prosedur seleksi perlu dilakukan jika:

  1. pelaksanaan tugas pada jabatan yang akan diisi memerlukan ciri-ciri fisik dan psikis tertentu yang tidak dimiliki oleh setiap orang;
  2. ada lebih banyak kandidat yang tersedia dibandingkan jumlah jabatan yang akan diisi.

Masing-masing teknik seleksi mengukur karaktristik tertentu, sehingga akan memberi informasi yang berbeda-beda mengenai kandidat. Pemilihan suatu teknik/metode sebagai predictor dalam prosedur seleksi sangat tergantung pada ciri-ciri pekerjaan, validitas dan reliabilitas metode, persentase calon yang terseleksi, dan biaya penggunaan teknik tertentu. Beberapa teknik seleksi yang sering digunakan adalah formulir lamaran, data biografi, referensi dan rekomendasi, wawancara, test kemampuan dan kepribadian, test fisik/fisiologis, test simulasi pekerjaan dan assessment center. Proses seleksi dianggap cukup dan petugas rekrutmen sudah dapat menentukan kandidat terbaik untuk jabatan tertentu.

3. Pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) Telkom

Telkom telah melakukan pengembangan Sumber Daya manusia terbukti dengan adanya:

a. Competency Based Human Resource Management (CBHRM)

Penerapan Competency Based Human Resource Management Telkom bertujuan menghapus masalah-masalah HR internal yang selama ini dihadapi yaitu sistem yang masih berbasis senioritas, organisasi yang tidak standar dan serikat pekerja yang terlalu kuat. Sistem Competency Based Human Resource Management yang diterapkan Telkom adalah sistem yang dibangun oleh internal Telkom mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya tidak menggunakan konsultan. Telkom membuat semua aplikasi sistem berbasis online.

b. Telkom CorpU/Telkom Corporate University

Telkom Corporate University dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencerdaskan semua karyawan Telkom. Terdapat tiga fungsi utama Telkom CorpU, yaitu sebagai center of chiefship yang akan melahirkan great leader kelas dunia, center of competence yang melahirkan great people dan sebagai center of certification yang akan melahirkan SDM standar internasional.

c. Remunerasi Karyawan

Telkom memberikan paket remunerasi yang kompetitif sesuai dengan harga pasar terdiri dari gaji pokok dan tunjangan, benefit serta insentif dan bonus yang dikaitkan dengan kinerja dan berbagai fasilitas termasuk fasilitas kesehatan bagi karyawan dan keluarganya.

d. Penghargaan Karyawan

Pemberian penghargaan diatur dalam kebijakan Telkom Employee Reward yang diberikan secara individual dan kelompok dalam berbagai jenis dan bentuk sesuai dengan tingkat kepentingan perusahaan yaitu pemberian apresiasi kesempatan melaksanakan ziarah/ibadah keagamaan, benchmarking ke industri telekomunikasi dan perusahaan berskala global, serta kesempatan mengikuti seminar internasional, dan pemberian insentif khusus.

4. Bagaimana Telkom Mengukur/Menilai Prestasi Kerja Karyawannya

  • Kebijakan Telkom Kd.66/2006 merupakan dasar dari Penilaian Kinerja perusahaan.
  • Telkom menggunakan Competency Based Human Resources Management (CBHRM) untuk mengukur kinerja karyawan sejak tahun 2004 yang pada awalnya digunakan untuk memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya.
  • Sistem penilaian karyawan di Telkom terdiri dari penilaian berdasarkan kinerja dan berdasarkan kompetensi yang dilakukan secara online dan Telkom terbuka untuk benchmarking dengan perusahaan lain.
  • Evaluasi Telkom dilakukan secara berkala yaitu harian, mingguan, bulanan, triwulan, tahunan.
  • Telkom menggunakan metode asas Balance Score Card yaitu suatu sistem manajemen, pengukuran, dan pengendalian secara tepat dan menyeluruh yang dapat memberikan kerangka kerja dan berfikir yang integrasif.
  • Sistem penilaian berbasis intranet yang dapat membuat sistem penilaian lebih efisien baik dari kecepatan, akurat, serta waktu dan biaya.

5. Manfaat Penilaian Prestasi Kerja Bagi Karyawan dan Perusahaan Telkom

Penilaian prestasi kerja adalah proses pemeriksaan hasil kerja yang telah dicapai karyawan dengan hasil kerja yang diharapkan. Penilaian prestasi kerja merupakan proses kegiatan perusahaan mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan sehingga dapat memperbaiki keputusan-keputusan personalia dan memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan kerja mereka.

Penilaian prestasi kerja bagi karyawan bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya prestasi seseorang. Bagi para pegawai, penilaian prestasi kerja berperan sebagai umpan balik, tentang berbagai hal seperti kemampuan, kelebihan, kekurangan dan potensi yang bermanfaat bagi pengembangan karirnya. Bagi perusahaan, hasil penilaian prestasi kerja dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan tentang berbagai hal, seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekrutmen, seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, dan imbalan (Purwanti, 2004: 1)

Kesimpulan

Sumber daya manusia adalah orang-orang yang bekerja untuk suatu perusahaan dalam pekerjaan yang menghasilkan produk atau layanan dari bisnis atau perusahaan. Sumber daya manusia juga dikenal sebagai karyawan, anggota staf, rekan kerja, kolega, anggota tim, atau pekerja di perusahaan dan tempat kerja, disebut personil. Telkom memiliki 14.933 karyawan dan terdapat 8.943 karyawan pada enitas anak. Sebagai SDM perusahaan, karyawan menentukan citra perusahaan dan kepuasan konsumen. Sumber daya manusia juga merupakan fungsi dalam perusahaan yang berhubungan dengan rekrutmen pegawai, langkah-langkah menentukan karyawan berkualitas, pengembangan Sumber Daya manusia (SDM), bagaimana mengukur/menilai prestasi kerja karyawannya dan manfaat penilaian prestasi kerja bagi karyawan dan perusahaan.

Divisi Human Corporate Management Telkom membagi proses pelaksanaan rekrutmen menjadi dua cara yaitu rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan Telkom dalam menentukan karyawan berkualitas yaitu menentukan dimana kandidat yang tepat harus dicari dan tahap seleksi. Telkom sudah melakukan pengembangan SDM terbukti dengan adanya Competency Based Human Resource Management (CBHRM), Telkom CorpU/Telkom Corporate University, Remunerasi Karyawan, Penghargaan Karyawan, Program Pensiun dan Human Capital Master. Telkom menggunakan Competency Based Human Resources Management (CBHRM) untuk mengukur kinerja karyawan sejak tahun 2004. Penilaian prestasi kerja bagi karyawan bertujuan untuk mengetahui tinggi rendahnya prestasi seseorang. Penilaian prestasi kerja karyawan bagi perusahaan untuk mengembangkan kemampuan manajerial perusahaan tersebut dalam upaya mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka

Nurulicak. 2014. Analisis Perusahaan Telkom. http://nurulicak.blogspot.com/2014/08/analisis-perusahaan-telkom.html

Portalhr.com. 2007. Tingkatkan Daya Saing, Telkom Terapkan CBHRM. https://portalhr.com/people-management/learning-development/tingkatkan-daya-saing-telkom-terapkan-cbhrm/ Purwanti, Helmi. 2004. Pelaksanaan Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Dividi Regional III. Bandung: Polban.

Ingin dibuatkan paper seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi geraijasa.com di wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *