STRATEGI PEMASARAN HOLISTIK JASA DAN KUALITAS JASA POLRI BAGIAN LALU LINTAS

A. Latar Belakang

Pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2005: 10). Menurut Hasan (2008: 1), pemasaran adalah sebuah konsep ilmu dalam strategi bisnis yang bertujuan untuk mencapai kepuasan berkelanjutan bagi stakeholder (pelanggan, karyawan, pemegang saham).

Pendekatan terhadap pemasaran yang mencoba mengakui dan mendamaikan lingkup dan kompleksitas kegiatan pemasaran yaitu konsep pemasaran holistik. Konsep pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan, desain, dan implementasi program pemasaran, proses, dan aktivitas yang menggambarkan hubungan saling ketergantungan. Pemasaran holistik menjelaskan bahwa semua hal penting dalam pemasaran dan perspektif yang luas dan terpadu sering diperlukan (Kotler & Keller, 2012: 41). Pemasaran holistik merupakan sebuah konsep dalam pemasaran yang mendefinisikan sebuah entitas (perusahaan) secara keseluruhan bukan hanya sebatas korporasi saja. Konsep pemasaran holistik banyak digunakan oleh perusahaan saat ini dalam rangka menjaga tingkat keberlangsungannya dalam dunia bisnis. Perusahaan secara keseluruhan dalam pemasaran holistik melihat perusahaan sebagai satu kesatuan yang terintegrasi dengan berbagai unsur lainnya yaitu pelanggan (konsumen), stakeholder, dan pemasok.[1]

Salah satu industri pelayanan yaitu Kepolisian Republik Indonesia yang merupakan bagian fungsi pemerintahan Negara di bidang pemeliharaan dan keamanan, ketertiban masyarakat, penegak hukum, perlindungan, pengayom, dan pelayanan pada masyarakat. Peran dan fungsi Polri sebagai aparatur negara yaitu memberikan pelayanan keamanan dengan tujuan melindungi harkat dan martabat manusia sehingga masyarakat dapat melakukan produktivitasnya dengan aman yang menjadi hak bagi seluruh warga negara. Dapat dikatakan juga prinsip yang hakiki dari peran dan fungsi Polri adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyadari bahwa masyarakat adalah sebagai asset utama bangsa.[2]

Masyarakat Indonesia mengharapkan Polri sebagai institusi yang bertugas menyelenggarakan fungsi pemerintahan di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat mampu secara profesional dan proporsional dalam melaksanakan tugasnya (Pasal 2 jo Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002). Salah satu fungsi Kepolisian yang memperoleh tuntutan dan pengharapan yang sangat besar dari masyarakat agar lebih meningkatkan pelayanan dalam pelaksanaan tugasnya adalah fungsi lalu lintas. Seperti yang tercantum dalam Pasal 14 ayat (1) huruf b, disebutkan “menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di jalan raya”.[3]

Polisi Lalu Lintas merupakan fungsi kepolisian dalam rangka menjaga ketertiban, pendidikan masyarakat, penegakan hukum, pengkajian masalah lalu lintas, administrasi registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor serta melaksanakan patroli jalan raya. Melihat begitu kompleksnya tugas Polantas tersebut maka perlu kerja yang ekstra agar tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh aparat kepolisian khususnya polisi lalu lintas. Polisi lalu lintas mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan Polri. Sesuai dengan Pasal 7 ayat 2e dinyatakan bahwa tugas pokok dan fungsi Polri dalam hal penyelenggaraan lalu lintas sebagai suatu urusan pemerintah di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, penegakkan hukum, operasional manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta pendidikan berlalu lintas.[4] Secara tidak langsung dapat dikatakan polisi sangatlah lekat dengan strategi pemasaran holistik jasa.

B. Pembahasan

1. Strategi Pemasaran Holistik Jasa

Konsep pemasaran holistik didasarkan pada pengembangan, perencanaan, dan implementasi program pemasaran, proses pemasaran, dan kegiatan-kegiatan pemasaran yang mengakui keluasan dan interdependensi mereka. Pemasaran holistik mengakui bahwa “segala sesuatu bisa terjadi” pada pemasaran dan bahwa pemasaran perspektif yang luas dan terpadu sering dibutuhkan. Dengan demikian pemasaran holistik merupakan suatu pendekatan terhadap pemasaran yang mencoba mengakui dan mendamaikan lingkup dan kompleksitas kegiatan pemasaran. Empat komponen dari pemasaran holistik yaitu:

  • Pemasaran Relasi

Mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama; pelanggan, pemasok distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan preferensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka. Hasil terakhir dari pemasaran hubungan adalah terbentuknya aset perusahaan yang unik yang disebut jaringan pemasaran. Jaringan pemasaran terdiri dari perusahaan dan pemercaya (stakeholder) dan pendukungnya (pelanggan, karyawan, pemasok, distributor, pengecer, agen periklanan, ilmuan universitas, dan lain-lain) yang dengannya perusahaan membangun bisnis timbal balik yang saling menguntungkan.

Surat Keputusan Polri No. Pol.: Skep/737/X/2005, tanggal 13 Oktober 2005, dan diperbaharui dengan Perkap No. 7 Tahun 2008, bahwa dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, perlu adanya peningkatan hubungan yang harmonis (kemitraan) yang baik antara Polri dan masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan prima sebagai perwujudan dari pelaksanaan tugas Polri, sehingga setiap tindakan yang dilakukan oleh Polri akan senantiasa dipantau dan dikoreksi oleh masyarakat agar Polri dapat lebih bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Penerapan strategi Polmas dalam pelayanan STNK diharapkan kehadiran polisi melalui petugas Polmas di tengah-tengah masyarakat dapat diterima dengan baik guna memberdayakan masyarakat itu sendiri sekaligus memecahkan masalah yang timbul di masyarakat secara profesional dan proporsional.[5] 

  • Pemasaran Terpadu

Program pemasaran terdiri dari sejumlah keputusan tentang kegiatan pemasaran yang meningkatkan nilai untuk digunakan. Kegiatan pemasaran ini adalah segi bauran pemasaran, yang telah didefinisikan sebagai perangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mengejar tujuan pemasarannya. McCarthy mengklasifikasikan alat-alat ini menjadi empat kelompok besar, yang dia sebut empat P tentang pemasaran, Product, Price, Place, Promotion.

Penerbitan administrasi lalu lintas pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), pelayan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pelayan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan pengaduan kehilangan, kecelakaan, kematian, keramaian dan lainnya adalah bentuk pelayanan dari instansi Kepolisian terhadap masyarakat (Ika Roza Setyaningsih, 2009). Polantas banyak melakukan SIM masuk Mal, SIM keliling, Integrated System untuk Public Services Perpanjangan BPKB dan sebagainya. Masyarakat bisa mengecek detail dari sebuah kendaraan bermotor secara on-line. Kerjasama dengan BRI dan bank-bank lain juga terus dilanjutkan.[6]

  • Pemasaran Internal

Tugas pemasaran internal adalah merekrut, melatih, dan memotivasi karyawan yang mampu untuk melayani pelanggan dengan baik. Pemasaran internal harus berlangsung pada dua level. Pada level satu, berbagai fungsi pemasaran, tenaga penjual, iklan, layanan pelanggan, manajemen produk, riset pemasaran harus bekerjasama. Pada level lain pemasaran harus dirangkul oleh departemen lain. Mereka juga harus “memikirkan pelanggan”. Pemasaran bukan satu department yang menjadi orientasi perusahaan.

Polri memiliki departemen yang berbeda dan  terpisah. Tujuan dari adanya departemen yang terpisah ini adalah untuk mencegah terjadinya kecurangan. Sumber daya manusia (SDM) juga merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran proses kerja organisasi, oleh karena itu Polri diharapkan mampu menyediakan dan mengelola sumber daya manusia dan menjamin bahwa personil yang ditunjuk berkompeten terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Untuk menciptakan sumberdaya manusia yang mampu melayani dengan baik sesuai dengan tantangan tugas secara efektif, maka dilaksanakan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut :

  1. Memantapkan pemahaman dan pengertian terhadap tugas-tugas Polri sesuai UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI dan perwujudan penerapan Kode Etik profesi Polri baik dalam tugas maupun kehidupan bermasyarakat kepada personil sehingga dapat lebih memahami makna tugas pelayanan kepada masyarakat tanpa adanya diskriminasi dan lebih mengutamakan kepada kepuasan masyarakat.
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia pada seksi pelayanan STNK Subdit Min Regident Ranmor Polda Metro Jaya, terutama dalam penguasaan pengetahuan dibidang pelayanan publik dan kegiatan Perpolisian Masyarakat.
  3. Melakukan pembinaan mental (EQ) dengan mengadakan acara-acara keagamaan atau kegiatan rohani secara rutin dan terprogram sehingga dapat meningkatkan kinerja (performance) anggota dalam bertindak dan mengambil keputusan yang tepat, karena dalam memberikan pelayanan anggota langsung berhubungan dengan masyarakat, oleh sebab itu diperlukan SDM yang mampu menyeimbangkan kemampuan emosional dengan kemampuan intelenjensia. sehingga diharapkan dapat memperkecil terjadinya penyimpangan tugas/ pungli.
  4. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya serta mengalokasi dana untuk pendidikan kejuruan kepada anggota yang berkompeten dan terbaik dalam tugas di lapangan, sehingga dapat memotivasi anggota yang lain untuk dapat lebih memaksimalkan tugas dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
  5. Meningkatkan kemampuan personil dilapangan dengan mengikutsertakan dalam kegiatan pelatihan identifikasi nomor rangka dan nomor mesin bekerjasama atau bermitra dengan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek), sehingga dapat lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  6. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara terpadu dan rutin untuk meningkatkan kedisiplinan anggota atau petugas pelaksana dalam menjalankan kewajiban sehari-hari dengan melakukan upaya pembinaan seperti kegiatan apel setiap pagi sebelum pelayanan dimulai.

Memberikan reward dan punishment secara tegas tanpa ada intervensi dari pihak manapun.


Sumber:

[1] https://bursanom.com/pemasaran-holistik/

[2] Chryshnanda. “Polri Masa Depan dalam Perspektif Polisi Lalu Lintas”. Dalam http://www.lantas.polri.go.id.

[3] http://www.jalurberita.com/2014/02/langkah-langkah-meningkatkan-pelayanan.html

[4] http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17887/5/Chapter%20I.pdf

[5] http://www.jalurberita.com/2014/02/langkah-langkah-meningkatkan-pelayanan.html

[6] http://hermawan.typepad.com/blog/2009/07/polantas-berbenah-diri-terus-meningkatkan-citra-membangun-karakter.html

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *