A. Pendahuluan

Teknologi Komunikasi dan Informasi(TIK) memiliki peran khusus di Indonesia karena karakteristik sosial ekonomi dan geografis bangsa yang unik. Dalam disiplin ilmu saintifik yang disebut dengan TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall]

Dalam konteks yang lebih luas, TIK merangkumi semua aspek yang berhubungan dengan mesin (komputer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untuk menangkap (mengumpulkan), menyimpan, memanipulasi, mengantarkan dan mempresentasikan suatu bentuk informasi. Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang penting dalam mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarluaskan informasi digital melalui saluran mikroelektronik. TIK mengabungkan bidang teknologi seperti komputerisasi, telekomunikasi, elektronik dan bidang informasi seperti data, fakta, dan proses.

Pertumbuhan yang cepat dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mempengaruhi perkembangan ekonomi dunia.[1] Hampir selama 20 tahun terakhir, teknologi komunikasi di Indonesia telah mencapai kemajuan yang sangat pesat, berkat pembangunan nasional. Kemajuannya ditopang dengan Satelit Palapa dan forum komunikasi seperti kelompencapir. Namun tingkatannya masih rendah, upaya untuk meningkatkannya lebih tinggi dari keadaan sekarang tentunya tidak ringan karena kemajuan dan kemampuan teknologi komunikasi tidak terlepas dari kemajuan dan kemampuan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi serta industri bangsa Indonesia.  Upaya untuk meningkatkanya lebih tinggi dari keadaan sekarang tidak ringan karena harus di imbangi dengan kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi industri indonesia. Pengembangan teknologi komunikasi Indonesia masih berkisar pada aspek perangkat keras dan secara terbatas pada perangkat lunak. Namun ada beberapa hal positif dalam sistem komunikasi Indonesia misalnya Penggalakan Radio Swasta (Nasional), Pers atau surat kabar masuk desa.[2]

Di sisi lain, kondisi teknologi informasi Indonesia relatif tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini dapat diperhatikan dari ketersediaan infrastruktur teknologi informasi, jumlah komputer yang digunakan dalam perusahaan, atau akses internet. Bank Dunia (2000) melaporkan keuntungan dari teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Mereka adalah rasio komputer 9.9 per 1000 orang, sambungan telepon 91 per 1000 orang, jumlah host internet 0.8 per 10.000 orang dan pengguna internet dari 2 juta orang. Investasi pada TIK tercatat sebanyak US $ 3.54 Miliar atau 2.2% dari PDB dengan TIK per kapita sebesar US $ 16.6.[3]

Era informasi telah melanda dunia dengan kekuatan yang kuat mempengaruhi masyarakat. Didukung sepenuhnya oleh teknologi komunikasi, informasi menyebar jauh menjadi lebih cepat dan lebih murah. Pengembangan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbeda dalam banyak dimensi: antar negara (maju vs berkembang) dan dalam negara (status sosial-ekonomi tinggi vs rendah, dll). Perbedaan tersebut terutama karena perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia terutama dalam keterampilan, pengetahuan dan pendidikan. Aplikasi TIK tergantung pada beberapa faktor. Pertama, tergantung pada keberadaan infrastruktur TIK. Misalnya, teknologi internet pertama akan membutuhkan infrastruktur telepon yang baik, sebelum kemudian salah satu mungkin mulai mempertimbangkan koneksi internet nirkabel. Kedua, aplikasi TIK juga tergantung pada keterampilan dan pengetahuan masyarakat. Aplikasi ini bukan soal yang diimpor dan digunakan. Sebaliknya, aplikasi ini membutuhkan tingkat tertentu pengetahuan dan keterampilan sebelum seseorang mampu untuk mengoperasikan peralatan dengan benar.

Proliferasi teknologi, khususnya TIK, telah secara signifikan mengubah tatanan sosial dan hubungan interpersonal. Namun, fleksibilitas dan kemajuan teknologi ini telah membuktikan perannya sebagai langkah mendukung dalam kegiatan kehidupan manusia dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas. Beberapa manfaat TIK yang bisa dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Manfaat secara langsung dihubungkan dari layanan yang disediakan, sedangkan manfaat tidak langsung adalah menargetkan pengembangan kebijakan, infrastruktur, konten, dan sistem pendukung.

Kebanyakan lembaga donor internasional dan pemerintah negara berkembang sekarang menyadari bahwa pemerintahan yang stabil dan demokratis serta institusi publik yang dikelola dengan baik sangatlah penting bagi peningkatan kondisi kehidupan orang-orang miskin dan untuk memerangi kemiskinan. Hubungan yang bersifat pemerintah-ke-pemerintah (G2G), pemerintah-ke-bisnis (G2B), dan pemerintah-ke-masyarakat (G2C) menjadi tulang punggung aplikasi TIK di pemerintah dan pemerintahan. Tujuannya adalah untuk menjadikan pemerintah lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan (e-government) sekaligus juga agar lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Istilah e-government dan e-governance sering tertukar, pengertian e-government dapat menjadi penerapan pemerintahan yang lebih efektif secara umum, jika diimplementasikan dan diatur dengan baik, sedangkan e-governance dapat berkembang menjadi tata kelola yang partisipatif jika didukung dengan baik dengan prinsip-prinsip, tujuan, program, dan arsitektur yang benar. Implementasi e-government adalah suatu perubahan cara kerja seluruh jajaran pemerintahan yang tadinya menggunakan perangkat manual menjadi terotomatisasi dengan menggunakan perangkat teknologi informasi dan Komunikasi, e-government bukan hanya milik atau urusan Dinas Kominfo saja, akan tetapi merupakan urusan setiap komponen dalam pemerintahan (Pemerintah Kota Bogor, 2013).

Implikasi dari teknologi untuk sektor sosial dan untuk pemerintahan sama besar. Beberapa pengamat menyarankan hal itu hanya masalah waktu sebelum mekanisme pasar memastikan bahwa semua warga dunia menikmati keuntungan dari masyarakat informasi global.[4] TIK dapat memberikan cara paling sederhana untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan warga negara dengan menggunakan e-government. Oleh karena itu, TIK harus lebih dikembangkan oleh pemerintah Indonesia, jika mereka ingin mendapatkan manfaat tersebut.[5]

B. Idenfifikasi Masalah

  • Bagaimana profil Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia?
  • Apa kegunaan utama dari TIK?
  • Bagaimana pemanfaatan TIK sebagai e-government?

C. Pembahasan

1. Profil Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memainkan peran penting dalam masyarakat saat ini. Transformasi struktural dalam perekonomian, masyarakat dan budaya cenderung bekerja lebih cepat di era informasi. Media yang berbeda memfasilitasi penyebaran informasi. Sementara mesin cetak dianggap sebagai peristiwa revolusioner di masa lalu, penemuannya tidak dimanapun juga untuk mencocokkan dampak dari munculnya internet dalam beberapa dekade terakhir. Menanggapi fenomena ini, banyak negara dalam perjalanan mereka mempersiapkan orang-orang mereka dengan kebijakan kerangka pembangunan TIK untuk dapat mengatasi masalah kesenjangan digital.

Kesenjangan digital merupakan perbedaan ketidakmampuan orang atau kemampuan untuk mengakses informasi melalui internet dan teknologi informasi lainnya dan layanan karena geografi, ras, status sosial ekonomi, gender dan kemampuan fisik (Norris 2001: 4). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara orang-orang yang memiliki akses dan sumber daya untuk menggunakan alat-alat baru informasi dan komunikasi, seperti internet, dan orang-orang yang tidak menggunakannya. Istilah ini juga menggambarkan perbedaan antara orang-orang yang memiliki keterampilan, pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan teknologi dan mereka yang tidak menggunakannya. Kesenjangan digital dapat terjadi antara mereka yang tinggal di daerah pedesaan dan mereka yang tinggal di daerah perkotaan, antara berpendidikan dan tidak berpendidikan, antara kelas ekonomi, dan pada skala global antara negara-negara industri maju.

Saat ini adopsi tidak sama teknologi mengecualikan banyak orang atau komunitas menuai buah dari perekonomian. Sebuah komunitas dengan populasi terdidik yang melek teknologi lebih mungkin untuk menarik dan mempertahankan bisnis baru, dan bisnis baru ini pada gilirannya menarik lebih banyak orang berpendidikan, melek teknologi dalam bidang, sebaliknya. Sederhananya, jika masyarakat ingin tetap kompetitif dalam menarik, mempertahankan dan mengembangkan bisnis dalam perekonomian saat ini, mereka harus mengembangkan fasilitas modern telekomunikasi dan menumbuhkan tenaga kerja terlatih untuk dapat bertahan.

Kesenjangan digital akan lebih parah dalam akses ke komputer pribadi dan penggunaan internet (karena biaya yang lebih tinggi) dari pada akses ke telepon. Perhatikan bahwa yang terakhir sangat diperlukan untuk akses ke internet. Meskipun pengguna teknologi TIK tampaknya dalam jumlah kecil di beberapa negara, namun masalah dasar yang membentuk kesenjangan cukup kompleks. Kerentanan ekonomi, sistem budaya dan politik di setiap negara diyakini menjadi masalah yang muncul dari kesenjangan digital. Terdapat masalah serupa di beberapa negara Asia Pasifik yang berurusan dengan fenomena kesenjangan digital, khususnya dalam strategi dan prioritas kebijakan dalam pengembangan TIK.

2. Kegunaan Utama dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Duncombe dan Heeks (1999) mengkategorikan penggunaan TIK menjadi tiga bagian utama: (1) komunikasi bisnis; (2) pengolahan data; dan (3) pengendalian produksi. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa TIK dapat digunakan secara luas untuk komunikasi bisnis, dan lebih tepat untuk mengakses informasi. Aparatur yang berbeda seperti telepon, faksimili atau internet dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis. Sebagai sarana untuk komunikasi bisnis, TIK melakukan beberapa tugas. Pertama, TIK digunakan untuk mengakses informasi yang berfungsi sebagai masukan untuk pengambilan keputusan bisnis. Hal tersebut juga menyarankan bahwa layanan informasi berbasis internet mungkin memainkan peran yang lebih besar di masa depan. Layanan ini dapat menyediakan layanan dukungan bisnis melalui perantara lokal maupun dari sumber-sumber resmi. Mengakses informasi tidak hanya untuk masukan bisnis, tetapi juga untuk pasar dan pelanggan serta untuk lingkungan bisnis.

TIK juga memainkan peran penting dalam melakukan transaksi. WTO (1998) mengidentifikasi empat bidang tentang bagaimana e-commerce dapat mempermudah bagi negara-negara berkembang untuk melakukan transaksi: (i) sehingga memudahkan kelompok produsen lokal dan UKM untuk mengakses pasar dunia; (ii) menarik negara-negara maju untuk produk pertanian dan tropis dunia ketiga; (iii) memungkinkan UKM di negara-negara berkembang untuk menghubungkan lebih efektif untuk rantai pasokan dunia; dan (iv) mendorong penyediaan sektor jasa skala kecil di negara berkembang untuk menghubungkan lebih banyak dengan pasar global.

Kegunaan kedua dari TIK menurut Ducombe dan Heeks (1999) untuk pengolahan data. Bagian dalam pengolahan data ini termasuk rekening bisnis, persediaan, penggajian, faktur, dll. Hardware TIK sering merupakan solusi dari jumlah yang terus meningkat dari tugas di suatu perusahaan. Dalam kasus software, sering terjadi kasus dimana software bisnis sebelum dikemas tidak memenuhi kebutuhan bisnis individu.

Penggunaan ketiga TIK untuk pengendalian produksi. Pengendalian produksi diperlukan untuk semua skala produksi, tetapi bahkan lebih penting ketika perusahaan tumbuh lebih besar. Tugas yang terlibat dalam pengendalian produksi, terutama ketika untuk perusahaan besar, cukup luas di mana aparat TIK berperan dalam kegiatan tersebut.


Sumber:

[1] Anonym, “Master Plan of Small and Medium Industry Development 2002-2004: Policy and Strategy”, Department of Trade and Industry, 2002.

[2] http://daviahmad.weebly.com/pengaruh-teknologi-komunikasi-terhadap-perilaku-masyarakat.html

[3] Anonym, “Information and Communication Technology at a Glance”, World Bank Report, 2002.

[4] Tapscott, D. (1995) The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence. New York: McGraw-Hill.

[5] Ekaputri, Gahayu Handari. The Importance of Information and Communication Technology (ICT) for Development to Indonesia’s Future. http://workspace.unpan.org/sites/internet/documents/G3ID12%20The%20Importance%20of%20Information%20and%20Communication%20Technology%20%28ICT%29%20for%20Development%20to%20Indonesia%E2%80%99s%20Future.pdf

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433