Pemikiran Dan Peradaban Islam

Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Perdagangan Islam sebelum berkembang di ASEAN/Indonesia

A. Pendahuluan

Perdagangan secara umum berarti kegiatan jual beli barang dan/atau jasa yang dilakukan secara terus menerus dengan tujuan pengalihan hak atas barang dan/atau jasa dengan disertai imbalan atau kompensasi (SK MENPERINDAG No. 23/MPP/Kep/1/1998). Dalam Al-quran, perdagangan dijelaskan dalam tiga bentuk, yaitu tijarah (perdagangan), bay’ (menjual) dan Syira’ (membeli). Selain istilah tersebut masih banyak lagi istilah-istilah lain yang berkaitan dengan perdagangan, seperti dayn, amwal, rizq, syirkah, dharb, dan sejumlah perintah melakukan perdagangan global (QS. Al-Jum’ah : 9). Secara terminologi bai’ (perdagangan) adalah pertukaran harta dengan harta dengan saling meridhoi, atau pemindahan kepemilikan dengan menukar dalam bentuk yang diperbolehkan oleh syari’at Islam.[1]

Perdagangan Islam sebelum berkembang di ASEAN atau Indonesia telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Perdagangan merupakan salah satu aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sebagian besar kehidupan beliau sebelum diangkat sebagai rasul adalah sebagai pedagang. Beliau mulai merintis karir dagangnya sejak usia 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berusia 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu (beliau berusia sekitar 37 tahun).[2]Dengan demikian, Nabi Muhammad SAW telah berprofesi sebagai pedagang selama sekitar + 25 tahun ketika beliau menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW lebih lama menjalankan profesinya sebagai pedagang dibandingkan sebagai rasul. Nabi Muhammad SAW sebagai seorang praktisi perdagangan yang sukses menganjurkan umatnya untuk berwirausaha.

Dalam teori spesialisasi (Adam Smith) dan teori perdagangan bebas (David Ricardo) masing-masing menekankan perlunya transaksi perdagangan dengan negara asing dengan melihat keunggulan absolut dan komparatif yang dimiliki, namun perdagangan hanya terbatas pada barang (produk) saja, tidak termasuk tenaga kerja dan modal (Supawi Pawenang, 2008).

Peradaban Islam adalah bagian-bagian dari kebudayaan Islam yang meliputi berbagai aspek seperti moral, kesenian, dan ilmu pengetahuan, serta meliputi juga kebudayaan yang memilliki sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan, dan ilmu pengetahuan yang luas.[3] Umat Islam memposisikan diri untuk memberikan pilihan middle way (jalan tengah) bagi semua urusan manusia dan memberikan solusi dengan ide-ide unggul yang tepat guna baik untuk kepentingan ekonomi, politik, sosial, keamananan, perbadaban, ilmu pengetahuan maupun kehidupan beragama dan lain-lain. Ajaran Al-Quran telah menjadi penuntun hidup yang menata dan telah memberi manfaat yang sangat baik bagi manusia. Prinsip hidup middle way dalam Al-Quran dinyatakan bahwa:

Artinya “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”[4]

Umat Islam menerapkan hidup yang seimbang (tengah-tengah) baik untuk hal-hal spiritual maupun material (finansial). Kesempatan hidup di bumi bukan untuk merusak, melainkan untuk berbuat kebajikan yang penuh dengan rahmat. Islam yang diajarkan oleh Al-Quran, dibimbing oleh Nabi Muhammad SAW dan dipraktek oleh para sahabatnya adalah Islam yang sejuk dengan semangat rahmatan lil ‘alamin.[5]

Islam rahmatan lil ‘alamin atau Islam moderat atau Islam nusantara merupakan istilah yang sama. Pemikiran Islam rahmatan lil ‘alamin semestinya tidak kehilangan jati dirinya sehingga mampu berinteraksi dan akomodatif dalam segala jaman, itulah sebabnya perlu fondasi atau landasan yang kuat yang menjadi ciri mendasar dari Islam rahmatan lil ‘alamin atau Islam moderat. Mustafa Malaikah menjelaskan bahwa pendekatan pemikiran Islam yang kuat insya Allah akan mampu:

  1. Menggabungkan antara yang salaf (terdahulu) dengan tajdid (pencerahan atau pembaharuan).
  2. Menyeimbangkan antara yang tsawabit (tetap, tidak berubah) dengan mutaghayyirat (bisa berubah-ubah).
  3. Berhati-hati dengan segala sesuatu yang berbau status quo.
  4. Memahami Islam secara menyeluruh dan komprehensif.[6]

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin mampu beradaptasi dan berdialog dengan budaya lokal, kebiasaan, dan berpikir penduduk setempat yang saat itu masih dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan Buddha.[7]

Islam mengakui empat jenis kontrak dagang (Abdul Maksud Bin Abu Muhammad Asyraf, 2008) :

  1. Muqo’idah, perdagangan dengan cara tukar-menukar barang (barter)
  2. Sarf, saling memberi
  3. Salam, harga disetujui sebelumnya dan barang diantar kemudian
  4. Bay Mutlaq, Transaksi Kontan

Sumber:

[1] Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah jilid 5, Terj. Mujahidin Muhayan, Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2012) hlm. 34).

[2] M. Syafii Antonio, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (Jakarta: Tazkia Publishing & ProLM Centre, 2007), hal. 77.

[3] M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam, cet. 2 (Yogyakarta : Pustaka Book Publisher, 2009), hlm. 8.

[4] Al-Quran dan Terjemah dengan Transliterasi Arab – Latin (Surabaya: Karya Agung, 2006), 717. Surah ke 28, Al-Qasas Anbiya ayat 77.

[5] Achmad Satori Ismail dan kawan-kawan, Islam Moderat: Menebar Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, peny. Tim Ikadi, cet. Kedua (Jakarta: Pustaka Ikadi, 2012), 13. Kutipan diambil dari mukadimah yang ditulis oleh Samson Rahman.

[6] Mustafa Malaikah, Fie Ushul Al-Dawah Muqtabisaat Min Kutub Ad-Duktuut Yusuf Al-Qardhawi, terj. Manhaj Dakwah Yusuf Al-Qardhawi, Harmoni Antara Kelembutan dan Ketegasan (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001), 69-71.

[7] Lukman Hakim Saifuddin, “Epilog: Islam dan Akulturasi Budaya,” dalam Islam Nusantara dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan, 339.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *