1. Bagaimana aktivitas perdagangan (internasional) seharusnya dijalankan secara adil dan etis, dalam konteks fair trade.

Nopirin (2000) menyatakan bahwa perdagangan internasional mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi negara. Sumber permasalahan berasal dari penerapan mekanisme pasar dalam sistem perdagangan internasional yang berakhir pada distribusi pendapatan yang tidak adil contohnya harga kopi dan teh di pasar internasional berfluktuasi dalam ekuilibrium dinamis jangka panjang. Kenaikan dan penurunann harga merupakan proses alamiah, terkait dengan keseimbangan penawaran dan permintaan. Namun demikian dalam penetapan harga diduga terdapat praktek tidak fair dengan peraturan yang dilakukan oleh perusahaan multinasional pengolah kopi dan teh.

Menghadapi kondisi yang demikian, muncul sebuah gerakan perdagangan yang adil atau yang lebih dikenal dengan Fair Trade. Gerakan  ini bertujuan memberdayakan para produsen marjinal dari negara-negara berkembang agar mereka dapat mengembangkan usahanya dan memperbaiki kualitas hidupnya. Fair trade adalah sebuah bentuk kemitraan yang didasarkan pada dialog, transparansi dan perhatian, untuk menciptakan keadilan yang lebih besar dalam perdagangan.[1]

Fair trade merupakan gerakan sosial yang muncul sebagai respon terhadap kegagalan perdagangan liberal dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi dunia. Fair trade muncul sebagai alternatif dari bentuk perdagangan bebas (free trade) yang menurut banyak orang sangat tidak adil khususnya bagi petani atau buruh miskin di negara-negara selatan, dengan mendorong kesadaran terutama kepada konsumen di negara-negara maju tentang dampak-dampak negatif yang disebabkan oleh sistem perdagangan konvensional (liberal).

“The Fair Trade movement today is a global movement. Over a million small-scale producers and workers are organized in as many as 3,000 grassroots organizations and their umbrella structures in over 50 countries in the South. Their products are sold in thousands of World-shops or Fair Trade shops, supermarkets and many other sales points in the North and, increasingly, in sales outlets in the Southern hemisphere. The movement is engaged in debates with political decision-makers in the European institutions and international fora on making international trade fairer. And Fair Trade has made mainstream business more aware of its social and environmental responsibility. In short: Fair Trade is becoming increasingly successful.” (European Fair Trade Association, 2006).

2. Prinsip-prinsip fair trade dapat berjalan beriringan dengan delapan Millennium Development Goals (MDGs).

Berdasarkan data Report on Fair Trade Trends in US, Canada & Pacific Rim tahun 2003 terdapat tujuh prinsip-prinsip dasar fair trade yaituCreating opportunities for economically disadvantaged producers, Gender Equity, Transparency and accountability, Payment of a fair price, Working conditions, Environmental Sustainability. Gerakan fair trade berbagi banyak tujuan di balik Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/MDGs). Perlakuan yang adil, pengembangan masyarakat, kerjasama dan kesempatan yang sama berada di pusat dari keduanya[1].


Sumber:

[1] http://www.traidcraftschools.co.uk/media/1b4a3240-0197-4fe5-a958-13f7150f1bb1

[1] Savio W. Fair Trade sebuah Alternatif positif. Surakarta. Yayasan Samadi. 2003.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433