ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peta sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah dan pemahaman serta apresiasi pemilik atau pengelola UKM terhadap sistem informasi akuntansi. Kemudian mengidentifikasi kebutuhan sektor UKM di daerah terkait sistem informasi keuangan. Selanjutnya mengidentifikasi semua kegiatan yang terkait dengan pembiayaan UKM di setiap sektor daerah. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang pengumpulan datanya melalui kuesioner. Sampel penelitian adalah 25 UKM sektor di daerah yang sudah mengekspor atau berpotensi mengekspor di wilayah Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor UKM di daerah belum memanfaatkan sistem informasi akuntansi dengan baik; bahkan beberapa UKM belum melakukan standar pelaporan keuangan yang sesuai yang membutuhkan pengembangan sistem informasi keuangan yang komprehensif. Dengan sistem informasi keuangan yang komprehensif, manajemen UKM dapat menghasilkan laporan keuangan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku serta lebih mudah menyebarluaskan laporan tersebut.

Kata kunci: sistem informasi akuntansi, UKM, sektor unggulan daerah, Indonesia

PENDAHULUAN

Perkembangan usaha kecil dan menengah di Indonesia saat ini begitu pesat, hal ini terbukti dengan sektor ini mampu bertahan pada saat krisis ekonomi selama lebih dari 6 tahun (Rachman, dkk., 2023). UKM memiliki keunggulan tersendiri dalam membantu para pekerja ini berkembang dalam iklim bisnis yang dinamis yang memerlukan sinergi antara bakat yang ditarik organisasi dan pelanggan yang ditariknya (Khairunnisa, dkk., 2022). Akuntansi adalah sistem informasi yang menghasilkan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi suatu perusahaan (Pasaribu, dkk., 2022). Akuntansi UKM di gunakan untuk memenuhi kebutuhan standar pengelolaan sistem informasi keuangan dalam perusahaan sehingga pencatatan keuangan perusahaan tersistem dengan baik dan benar untuk meminimalisir resiko kebangkrutan (Karim, A., Indarto, S., dkk., 2021). Seperti halnya antusiasme terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) oleh Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mengembangkan tingkat tindakan, waktu ekstra dalam perjalanan ke dan berurusan dengan bank, asosiasi pusat, dan lain-lain (Hertati, 2023).

Sistem informasi akuntansi (SIA) memandu tindakan terbaik dalam mengalokasikan sumber daya yang langka dalam kegiatan bisnis dan ekonomi. SIA dapat membantu bisnis, khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mengatasi masalah jangka pendek dalam pembiayaan, pengeluaran, dan arus kas dengan menerapkan mekanisme pemantauan dan pengendalian (Berk 2017; Kunttu dan Torkkeli 2018). Menerapkan informasi akuntansi dapat membantu UKM dalam lingkungan yang sangat dinamis dan kompetitif mengintegrasikan elemen operasional ke dalam perencanaan strategis jangka panjang (Burch 2018; Whah dan Shiang 2018).

Inisiatif untuk menstandarkan pelaporan keuangan ditandai dengan diluncurkannya standar untuk entitas kecil dan menengah dalam Standar Akuntansi Keuangan Internasional. Untuk memastikan standar tersebut dapat diterapkan di Indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP). Standar tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi perusahaan kecil dan menengah dalam membuat laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Namun keterbatasan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki UKM dalam pelaporan keuangan merupakan permasalahan nasional yang perlu menjadi perhatian semua pihak. Keterbatasan ini merupakan salah satu kendala signifikan yang dihadapi sektor UKM dalam pelaporan keuangan, yang melemahkan asuransi kesehatan mereka di lembaga keuangan.

Laporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen kepada pemangku kepentingan. Laporan keuangan harus memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi keuangan suatu organisasi. Pentingnya kualitas laporan keuangan juga didukung oleh beberapa penelitian yang menyatakan bahwa kualitas informasi memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan organisasi di era kompetisi ini (Dasewicz, Simon, and Ramanujam 2020; Bernhardt, DickensonJones, and De 2017; Burch 2018).

Sistem informasi akuntansi adalah sistem untuk mencatat, biasanya berbasis komputer, yang menggabungkan prinsip dan konsep akuntansi untuk mendapatkan sistem informasi dan akan digunakan untuk menganalisis dan mencatat transaksi bisnis. Output dari sistem informasi akuntansi adalah laporan keuangan pengguna dan data akuntansi. Sistem informasi akuntansi sangat penting untuk semua organisasi, bahkan untuk keuntungan; mereka tentu membutuhkan sistem informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi dirancang untuk melakukan kegiatan dan operasi organisasi dan memberikan informasi kepada pengguna mengenai informasi organisasi atau pemangku kepentingan (Batubara 2019; Dasewicz, Simon, dan Ramanujam 2020). Kombinasi atau interaksi antara manusia, teknologi, dan perekayasaan memungkinkan organisasi mengatasi masalah yang muncul dalam organisasi (Gou dan Huang 2019; Xu, Zhao, dan Yang 2019; Dasewicz, Simon, dan Ramanujam 2020).

Akuntansi keuangan adalah sumber utama informasi untuk pengelolaan UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM memiliki informasi manajemen yang terbatas dan kemampuan kontrol yang rendah dan keputusan pada dasarnya dibuat secara ad hoc (Ali, Gongbing, dan Mehreen 2018; Okello Candiya Bongomin et al. 2017; Rasheed dan Siddiqui 2019). Kesadaran manajer akan pentingnya aspek keuangan sangat beragam, dan penggunaan komputer untuk menyiapkan informasi akuntansi bagi manajemen belum dilakukan secara optimal. Sebaliknya, beberapa penelitian menyatakan bahwa manajer akan memperoleh kontrol dan informasi yang efektif dengan cara yang tidak terlalu formal sehingga pengambilan keputusan akan lebih canggih dan dapat diantisipasi sejak awal. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji persepsi UKM tentang pentingnya informasi akuntansi, terutama informasi di luar cakupan sistem akuntansi keuangan (Bernhardt, Dickenson-Jones, dan De 2017; Berk 2017).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian survei terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah yang ada di wilayah Mamuju, Indonesia, dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan UKM akan sistem informasi keuangan. Sampel penelitian adalah 25 UKM sektor di daerah yang sudah mengekspor atau berpotensi mengekspor di wilayah Indonesia. Identifikasi ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang jenis dan bentuk sistem informasi keuangan yang diperlukan untuk disesuaikan dengan peraturan dan standar yang berlaku. Kemudian survei dilanjutkan untuk mengidentifikasi semua kegiatan yang berkaitan dengan keuangan UKM dan kesesuaian antara sistem informasi keuangan yang ada dengan peraturan dan standar yang berlaku. Identifikasi ini dilakukan untuk menyusun bag of account yang sesuai untuk digunakan dalam laporan keuangan UKM

HASIL DAN PEMBAHASAN

  • Karakteristik Responden

Kabupaten Mamuju merupakan salah satu Kabupaten dengan sektor unggulan yang memiliki potensi ekspor. Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mamuju, terdapat 25 UKM lokal unggulan yang berpotensi ekspor dan dapat dikelompokkan pada Tabel 1.

Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa sebagian besar UKM lokal merupakan unggulan sektor pangan. Khas hingga saat ini, produk-produk baru tersebut akan masuk ke pasar nasional, sedangkan kerajinan dan tenun merupakan sektor lain yang cukup potensial yang telah memasuki pasar ekspor. Sedangkan usaha lain yang memiliki potensi ekspor cukup tinggi adalah usaha pengolahan kopi yang kini menjadi komoditi Mamuju. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja karena UKM melibatkan lebih dari 60.000 tenaga kerja. Selain untuk memasok pasar dalam negeri, produksi kopi Kabupaten Mamuju saat ini telah memasuki pasar ekspor ke beberapa negara, antara lain Taiwan, Korea dan Rusia. Namun proses ekspor kopi tidak dilakukan langsung oleh UKM di Mamuju melainkan oleh eksportir di kota lain seperti Mamasa. Hal itu terjadi karena kendala internal dan eksternal, antara lain minimnya modal dan minimnya pengetahuan tata cara ekspor. Sebagian besar dari total responden telah memulai usahanya lebih dari sepuluh tahun. Lima puluh persen UKM memiliki penjualan antara 1 miliar hingga 3 miliar, sedangkan sisanya berpenghasilan kurang dari 1 miliar.

KESIMPULAN

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) belum sepenuhnya memaksimalkan pemanfaatan sistem informasi akuntansi disebabkan kurangnya sosialisasi sistem informasi akuntansi bagi UKM. Namun, mereka tahu bahwa menerapkan sistem informasi akuntansi itu penting, namun mereka berpikir bahwa kegiatan bisnis mereka tetap berjalan tanpa menerapkannya. Sedangkan bagi UKM yang sudah ekspor, sistem informasi akuntansi yang digunakan belum maksimal, nantinya dapat menggunakan Microsoft Excel untuk mencatat transaksi harian hingga laporan keuangan setiap bulan.

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU
BUTUH VERSI FULL?
LANGSUNG CHAT ADMIN GERAIJASA.COM DI WA 0821-3805-4433