BAB I PENDAHULUAN

  • Latar Belakang

Saat ini banyak bisnis kuliner yang berkembang pesat di Indonesia. Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup. Tanpa makanan dan minuman, seseorang tidak dapat bertahan hidup. Maka pemenuhan terhadap makanan menjadi hal mutlak bagi manusia yang ingin tetap menjaga kelangsungan hidupnya, juga perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang konsumtif disertai dengan perminatan pasar yang meningkat menyebabkan bergesernya pola konsumsi yang mengarah pada intensitas masyarakat dalam membeli makanan.

Indonesia terkenal dengan koleksi kuliner tradisional dan cita rasa daerahnya yang berbeda. Setiap etnis memiliki makanan lokalnya masing-masing yang mengarah pada karakter dan keunikan yang beragam. Keunikan inilah yang membuat salah satu daerah di Indonesia dikenal dengan kulinernya yang nikmat, seperti Bandung yang terkenal dengan Martabak Pecenongan.

Kota Bandung telah tumbuh menjadi pusat yang sangat penting di Indonesia, menunjukkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi terutama di wilayah Rancaekek Kabupaten Bandung. Perkembangan kuliner yang pesat di Bandung sejalan dengan perkembangan budaya dan perilaku pelanggan. Di era serba praktis ini, masyarakat cenderung mengonsumsi makanan cepat saji. Beberapa dari mereka tidak punya waktu untuk memasak atau membuat makanan sendiri. Orang ingin merasakan pengalaman baru yang sulit didapat jika makan di rumah, selain kepraktisan dan variasi menu (Binathara & Budian, 2022:12).

            Salah satu makanan tradisional yang masih banyak digemari oleh masyarakat Bandung adalah Mie Kocok yang merupakan makanan yang memiliki cita rasa kuah kaldu yang kental dengan menggunakan mie kuning gepeng yang lembut dan irisan kikil, taoge, bakso, jeruk nipis, dan di taburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng. Makanan ini populer di wilayah Jawa Barat.

            Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam minat melakukan pembelian. Melihat bahwa minat beli adalah subjek yang menarik bagi para pembuat kebijakan dan praktisi bisnis dalam mengetahui variabel mana yang paling penting dalam mempengaruhi minat beli untuk kelompok konsumen dan bantuan khusus pemilik restoran untuk membuat prediksi pada pilihan konsumen restoran (Ronaldo dkk, 2015). Seperti harga, kualitas pelayanan, produk,gaya hidup dan lain sebagainya.

            Menurut Sukirno (2002: 75), “Permintaan merupakan keinginan seorang konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga tertentu selama periode waktu tertentu”. Faktor-faktor yang yang mempengaruhi permintaan adalah: 1) harga barang itu sendiri, 2) harga barang substitusi, 3) pendapatan konsumen, dan 4) jumlah pembeli. Menurut Gilarso (2003: 22), “Penawaran merupakan sejumlah barang, produk, atau komoditi yang tersedia dalam pasar yang siap untuk dijual kepada konsumen yang membutuhkan”. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran adalah: 1) harga barang itu sendiri, 2) harga barang substitusi, 3) biaya produksi, dan 4) jumlah produsen di pasar.

            Dari latar belakang diatas peneliti tertarik untuk menganalisa lebih lanjut permintaan dan penawaran terhadap Mie Kocok Mas Ato ditinjau dari teori permintaan dan penawaran dengan kurva, nilai elastisitas, biaya produksi, dan Analisa pasar.

  • Rumusan Masalah
  1. Bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pada Mie Kocok Mas Ato?
  2. Bagaimana nilai elastisitas permintaan dan penawaran pada Mie Kocok Mas Ato?
  3. Bagaimana keseimbangan pasar pada Mie Kocok Mas Ato?
  4. Bagaimana variable produksi pada Mie Kocok Mas Ato?
  5. Termasuk apakah Analisa pasar pada Mie Kocok Mas Ato?
  • Tujuan penelitian
  1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pada Mie Kocok Mas Ato.
  2. Untuk mengetahui nilai elastisitas permintaan dan penawaran pada Mie Kocok Mas Ato.
  3. Untuk mengetahui keseimbangan pasar pada Mie Kocok Mas Ato.
  4. Untuk mengetahui variable produksi pada Mie Kocok Mas Ato.
  5. Untuk mengetahui termasuk apakah Analisa pasar pada Mie Kocok Mas Ato.

BAB II PEMBAHASAN

  • Profil Usaha dan Poduk

            Mie kocok merupakan kuliner daerah khas Bandung yang memiliki cita rasa kuah kaldu yang kental dengan menggunakan mie kuning gepeng yang lembut dan irisan kikil, taoge, bakso, jeruk nipis, dan di taburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng.

            Mie Kocok Mas Ato merupakan salah satu tempat makan yang berada di Jl. Nusa Indah Raya No.63, Rancaekek Wetan, Kab. Bandung. Lokasi usaha mie kocok mas ato sangat strategis karena berada di jalan utama pintu masuk perumahan. Mie kocok mas ato sudah berdiri selama 29 tahun, dari tahun 1992 hingga sekarang. Harga dari mie kocok tersebut mulai dari Rp. 15.000 – Rp.  17.000/porsi.

  • Faktor-faktor Permintaan
  • Pengertian Permintaan

     Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan berkaitan dengan keinginan konsumen akan suatu barang dan jasa yang ingin dipenuhi. Dan kecenderungan permintaan konsumen akan barang dan jasa tak terbatas.

  • Hukum Permintaan

     Hukum permintaan yaitu hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat.

  • Jenis-jenis Permintaan

Jenis-jenis permintaan dapat dibagi berdasarkan dua faktor, yaitu berdasarkan daya beli konsumen dan jumlah permintaan. Berikut ini adalah detail pembagiannya :

  • Berdasarkan Daya Beli Konsumen

Jenis-jenis permintaan berdasarkan daya beli konsumen dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Permintaan Efektif, yaitu sejumlah permintaan yang disertai dengan adanya daya beli dan sudah dilaksanakan.
  2. Permintaan Potensial, yaitu sejumlah permintaan yang disertai dengan adanya daya beli, tetapi belum dilaksanakan.
  3. Permintaan Absolut, yaitu sejumlah permintaan yang tidak disertai dengan adanya daya beli, dan lebih cenderung berupa angan-angan belaka (khayalan).
  4. Berdasarkan Jumlah Permintaan

Adapun jenis-jenis permintaan berdasarkan jumlah permintaan dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Permintaan Individu yang merupakan sejumlah permintaan dari individu (perorangan) terhadap barang atau jasa tertentu.
  2. Sementara Permintaan Pasar merupakan hasil penjumlahan dari permintaan-permintaan individu terhadap barang atau jasa tertentu.
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan
  • Harga barang itu sendiri

           Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan menurun, sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan meningkat.

  • Harga barang subtitusi (pengganti)

           Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula.

  • Harga barang komplementer (pelengkap)

           Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila

harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.

  • Jumlah pendapatan

           Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun.

  • Selera konsumen

           Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula.

  • Intensitas kebutuhan konsumen

           Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat,

  • Perkiraan harga di masa depan

           Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli.

  • Jumlah penduduk

           Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

  • Studi Kasus dan Kurva Permintaan

     Mie kocok Mas Ato memiliki menu andalan mie kocok bakso yang dijual dengan harga Rp. 17.000 mempunyai permintaan 100 porsi setiap harinya, namun dikarenakan sedang masa pandemi diadakan promosi maka mie kocok bakso dijual dengan harga Rp.16.000 dan tingkat penjualannya naik menjadi 120 porsi. Maka kurva permintaannya sebagai berikut:

BAB III PENUTUP

  • Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran diantaranya harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan konsumen, selera masyarakat, biaya produksi dan juga teknologi.
  2. Berdasarkan data harga dulu dan sekarang bisa dikatakan Mie Kocok Mas Ato dikategorikan sebagai barang elastis dikarenakan E > 1 untuk permintaannya dan barang elastis dikarenakan E < 1 untuk penawarannya.
  3.  Usaha Mie Kocok Mas Ato termasuk kedalam pasar persaingan monopolistik, hal ini berdasarkan banyaknya penjual serupa di sekitar Rancaekek serta kebutuhan konsumen.

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU
BUTUH VERSI FULL?
LANGSUNG CHAT ADMIN GERAIJASA.COM DI WA 0821-3805-4433