INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA

ABSTRAK

Prestasi belajar Fisika dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal siswa. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi adalah interaksi sosial dengan teman-teman dalam kegiatan belajar. Dalam pembelajaran modern, pembelajarannya berpusat pada siswa, sehingga interaksi siswa diperlukan untuk belajar tentang kompetensi dasar tertentu. Potensi dan motivasi siswa dalam belajar diharapkan berkembang dengan interaksi sosial yang baik agar mendapatkan hasil yang maksimal. Interaksi sosial merupakan aspek penting dari pembelajaran Fisika karena siswa mendapat kesempatan untuk mengekspresikan pemikiran mereka sendiri untuk mendorong refleksi pada pengetahuan yang mereka miliki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang melibatkan 36 siswa untuk kelas sepuluh, kelas sebelas, dan kelas dua belas SMA Negeri 1 Kebumen dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk interaksi sosial dan dokumentasi untuk hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar dan interaksi sosial siswa kurang baik. Berdasarkan hasil analisis data, terlihat bahwa interaksi sosial dan prestasi belajar Fisika masih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi sosial siswa mempengaruhi prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fisika.

PENDAHULUAN

Setiap siswa pada dasarnya adalah makhluk sosial yang selalu melakukan interaksi dengan siswa lain di lingkungan belajar mereka. Kemampuan berinteraksi sosial secara optimal adalah salah satu tujuan dari proses pembelajaran siswa yang diadakan di sekolah. Menurut peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Pendidikan disebutkan bahwa belajar adalah proses interaksi antara siswa, antara pendidik dan peserta didik dengan sumber belajar di lingkungan belajar. Interaksi antara peserta didik dalam lingkungan belajar melibatkan pengembangan emosional imitasi dan identifikasi dalam bentuk pengetahuan yang mampu membangkitkan simpati dan motivasi dalam belajar. Hasil interaksi adalah perubahan perilaku siswa baik dari segi akademik maupun sikap. Intensitas dan kualitas interaksi sosial menentukan keberhasilan siswa di bidang akademik.1

Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan saat ini adalah kegiatan belajar yang mengutamakan aspek pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran Fisika, yang dapat dilihat pada kebijakan pendidikan, lebih menekankan pada evaluasi pembelajaran pengetahuan seperti ujian sekolah, ujian nasional, persiapan menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Kegiatan belajar cenderung didominasi oleh latihan atau trik untuk menjawab pertanyaan dan bukan pada konsep mencerahkan. Akibatnya, pembelajaran di kelas lebih didominasi oleh guru. Pembelajaran adalah arah satu arah atau berpusat pada guru sehingga dampaknya adalah kurangnya interaksi di antara siswa dalam belajar di kelas atau di sekolah. Efeknya pada kurangnya kemampuan interaksi, misalnya, perilaku egois, kurangnya sikap, kurangnya perhatian, dan kecenderungan untuk mengklasifikasikan sesuai dengan latar belakang tertentu. Interaksi sosial adalah aspek penting yang membuka kesempatan siswa untuk mengekspresikan pemikiran dan ide-ide mereka sehingga dapat mendorong mereka untuk melakukan refleksi.2 Kemampuan untuk berinteraksi sosial secara maksimal adalah salah satu tujuan dari proses belajar siswa yang diadakan di sekolah. Siswa akan lebih mudah diterima di lingkungan sekolah terutama di kelas jika mereka mampu berinteraksi dengan baik terutama dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa siswa yang merasakan interaksi yang baik dengan teman-teman di kelas berkontribusi dalam pelajaran yang hebat di kelas.3

Prestasi belajar siswa di sekolah selalu dikaitkan dengan begitu banyak komponen lingkungan belajar.4 Lingkungan belajar memiliki pengaruh besar pada prestasi akademik siswa dalam Matematika. Faktor lingkungan seperti lingkungan sekolah dapat dilihat dari interaksi sosial dengan teman dan guru. Dalam interaksi sosial, selalu ada interaksi dan hubungan yang terjalin antara orang, individu dengan individu lain.5 Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tidak mungkin untuk memiliki kehidupan bersama karena interaksi sosial dengan individu atau kelompok lain berkontribusi terhadap kesejahteraan kita.6 Hubungan timbal balik ini juga terjadi dalam proses pembelajaran.

Para guru akan merasa lebih akrab, baik di antara siswa atau antara guru dan siswa, jika setiap orang di sekolah terbiasa merawat lingkungan. Studi menunjukkan bahwa uasana kelas mendorong siswa untuk mengeksplorasi, memperdalam cara berpikir, untuk menemukan beberapa pemikiran alternatif dan belajar untuk menerima masukan dari orang lain atau lingkungan. Guru harus menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Perubahan suasana hati yang sesuai dengan harapan siswa mempengaruhi peningkatan hasil belajar.7

Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan guru, dapat disimpulkan bahwa SMA Negeri 1 Kebumen memiliki masalah dalam hal kemampuan untuk berinteraksi sosial. Penelitian tentang hubungan antara interaksi sosial dan prestasi belajar Fisika siswa perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 di mana literasi menjadi hal terpenting dalam proses pembelajaran.8 Siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik jika mereka dapat bekerja sama dalam memahami sumber belajar.

Lingkungan belajar yang kooperatif, didukung oleh pembelajaran permanen, memberikan peluang untuk berhasil, berkontribusi pada pengembangan keterampilan sosial dan pribadi. Siswa belajar secara efektif dalam kelompok, seperti mendorong satu sama lain untuk mengajukan pertanyaan, menjelaskan dan membenarkan pendapat mereka, mengartikulasikan penalaran, dan menguraikan pengetahuan.9 Manfaat dari pembelajaran ini dapat tercapai jika ada interaksi di kedua kelompok belajar. Sesuai dengan penjelasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dan prestasi belajar siswa.

METODE

Penelitian ini bersifat deskriptif korelasional dengan seluruh populasi penelitian SMA Negeri 1 Kebumen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Banyak sampel dalam penelitian ini adalah 36 siswa yang terdiri dari siswa kelas X, XI, XII dan masing-masing dari 12 siswa. Alat yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian untuk mengukur kemampuan interaksi sosial dan dokumentasi untuk mengukur prestasi belajar siswa. Siswa diberikan kuesioner tentang interaksi sosial siswa dalam pembelajaran Fisika. Untuk setiap kelas, diambil 12 siswa dari program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Hipotesis antara kemampuan interaksi sosial (X) dan prestasi belajar (Y) menggunakan rumus Product Moment Karl Pearson.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *