I. PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang

Menurut definisi International Energy Agency (IEA) (Asriyati, 2019), Energi Baru dan Terbarukan (EBT) adalah energi yang berasal dari proses alam yang diisi ulang secara terus menerus dan secara berkelanjutan dapat terus diproduksi tanpa harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil. Sedangkan, Energi Terbarukan merupakan energi yang berasal dari sumber energi terbarukan yang ketersediaan sumbernya bisa digunakan kembali setelah sumber itu digunakan atau dihabiskan (Sianipar, 2015). Beberapa sumber Energi Baru dan Terbarukan misalnya biofuel, biomasa, panas bumi, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), angin, energi matahari, pasang surut dan gelombang laut (Retnowulan, 2019). Selain itu, pemanfaatan energi baru dan terbarukan dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lingkungan jika dibandingkan dengan energi tak terbarukan karena EBT cukup cepat untuk dapat dipulihkan kembali secara alami. Artinya, EBT yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alami tidak akan habis jumlahnya dan dapat bersifat berkelanjutan apabila dikelola dengan baik (Jaelani, 2017).

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab I, Pasal 1 Ayat 8, jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi (Tirtarahardja, 2005). Pada tahun 2018, jumlah sekolah yang ada di Indonesia menurut data kemendkbud adalah 217.586 (Rijal, 2018). Semakin banyak sekolah yang ada di Indonesia memberikan peluang dalam menerapkan energi baru terbarukan.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, energi baru terbarukan telah banyak diterapkan oleh peneliti dalam jenjang pendidikan contohnya pengujian pengaruh sudut datang surya, ketinggian penempatan panel, pengotoran dan bayangan terhadap daya maksimum yang dihasilkan sistem fotovoltaik di Laboratorium Energi Baru dan Terbarukan Universitas Mataram (Anggrawati, Natsir, & Citarsa, 2014). Mengingat sumber energi baru dan terbarukan sangat beragam, maka pada penelitian ini dikumpulkan data-data dari penelitian terdahulu tentang energi baru dan terbarukan dalam jenjang pendidikan di Indonesia.

Kebutuhan dan relevansi penerapan pendidikan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di semua tingkatan telah diakui secara global. Kesadaran tentang pentingnya EBT dalam jenjang pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan. Siswa sebagai pemangku kepentingan di masa depan perlu mengetahui EBT karena banyak dari mereka yang masih belum sadar tentang sumber EBT.

Data-data yang dikumpulkan adalah jurnal yang membahas tentang energi baru dan terbarukan dalam jenjang pendidikan di Indonesia dari tahun 2014 hingga 2020. Data-data tersebut diidentifikasi menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengidentifikasi, memilih dan menilai penelitian secara kritis untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dengan jelas (Dewey, 2016). Tinjauan sistematis harus mengikuti protokol atau rencana yang didefinisikan dengan jelas di mana kriteria dinyatakan dengan jelas sebelum tinjauan dilakukan.

I.2 Rumusan Masalah

Apa saja profil Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam jenjang pendidikan di Indonesia?

I.3. Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau profil Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam jenjang pendidikan di Indonesia.

I.4 Metodologi

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) yang mengidentifikasi, memilih dan menilai penelitian secara kritis untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dengan jelas (Dewey, 2016). Tahap-tahap penelitian SLR meliputi:

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433