1. Perubahan apa yang telah terjadi pada JOGER dan Pandawa Lima Tour dalam 10 tahun terakhir?

Pertama, usaha JOGER mulai dirintis sejak bulan juli pada tahun 1980 dengan bermodal dasar Rp. 500 ribu dengan sistem pemasaran door to door alias gedor-gedor rumah orang. Mulai tanggal 19 januari 1981 berdirilah toko ‘Art & Batik Shop Joger’ di jl. Sulawesi 37, Denpasar. Nama ‘Joger’ adalah singkatan atau gabungan dari nama depan saya JOseph dengan nama depan teman sekolah saya di Hotel Fachscule, Jerman dulu, GERhard Seeger yang menghadiahi kami dengan uang sebesar US $ 20.000. Art & Batik Shop Joger kedua berdiri pada tahun 1986 di. Jln. Sulawesi 41 Denpasar. Lalu pada tahun 1986 dibuka ‘Joger ketiga’ yang diberi nama ‘Joger Handicraft Centre’. Jl. Raya Kuta, Kuta.

Namun pada akhir tahun 1989, 2 dari 3 toko JOGER ditutup. Dan sejak itu JOGER mengubah orientasi bisnisnya dari ‘profit oriented’ menjadi ‘happiness oriented’ dalam arti, JOGER menaruh pengejaran kebahagiaan (happiness) di atas pengejaran keuntungan (profit), di mana JOGER pun untuk bersikap lebih BAJU2RA6BER alias lebih BAik, JUjur, RAmah, RAjin, BERtanggung jawab, BERimajinasi, BERinisiatif, BERani, BERsyukur dan sehingga benar-benar bisa BERmanfaat bagi diri sendiri dalam arti optimal dan se-luas2nya, yaitu juga bermanfaat bagi para stakeholders & lingkungan hidup. Dan dengan satu toko atau gerai, JOGER tidak lagi mengejar, tapi justru bias lebih fokus untuk meningkatkan ke BAJU2RA6BER an JOGER sehingga JOGER pun dikejar oleh uang (profit).

Sejak tahun 1989 itu jugalah JOGER mulai secara lebih terbuka dan percaya diri menyebar luaskan konsep berpikir (filosofi) Garing, melalui gerakan moral atau NSM (Niat Swadaya Masyarakat) Garing Joger, untuk menyeimbangkan PMDN & PMA JOGER (PMDN adalah Penanaman Modal Dunia Nyata). (sedangkan PMA adalah Penanaman Modal Akhirat), dan sejak 1989 itu jugalah JOGER memutuskan untuk lebih suka punya sedikit yang cukup, daripada punya banyak (uang) tapi kurang (waktu). Lalu pada tahun 1990 atau 3 tahun sebelum adanya pelarangan resmi pemakaian nama-nama ‘berbau’ asing (Barat), atas inisiatif JOGER sendiri, JOGER pun mengganti nama tokonya menjadi ‘Pabrik Kata-kata Joger’.

Sejak tahun 1990-an itulah JOGER dengan konsep ‘happiness oriented’nya mulai banyak diundang untuk ‘menyesatkan orang ke jalan yang benar’ dalam berbagai forum resmi ataupun tidak resmi di perguruan-perguruan tinggi ataupun lainnya. Banyak penghargaan yang sudah JOGER peroleh, tapi juga ada beberapa kritikan maupun teguran konyol yang telah terpaksa JOGER tanggapi secara positif dan optimis. Sejak tahun 1998 atas desakan banyak pihak, JOGER mulai membuka sebuah wadah PMA non-formal untuk umum, berupa NSM Garing Transparan yang segala pemasukan, pengeluaran, maupun kegiatan tata, kelola, dan pertanggung jawabkan secara sangat otonom dan transparan. Sudah banyak kemashalatan yang sempat JOGER lakukan untuk banyak orang maupun lingkungan hidup, tapi banyak juga yang belum, akan tetap JOGER lakukan sesuai dengan asas TASLUPUPAT (kepanTASan, keperLUan, kemamPUan, dan kesemPATan).[1]

Produk-produk dari JOGER seperti Kaos, Tas, Sendal, dan Furnitur lainnya. Awalnya masyarakat belum tau dan belum tertarik dengan product yang di jual oleh JOGER namun karena seiring berjalannya waktu dan tren yang terus bergerak akhirnya produk-produk Toko JOGER di terima dan menarik banyak masyarakat karena setiap barang seperti Kaos dan souveni-souvenir lainnya terdapata  kata-kata yang unik khas JOGER. hingga akhirnnya nama JOGER menjadi nama besar dan harum. Pada tanggal 7 Juli 1987 diputuskan bahwa JOGER hanya akan di buka di satu toko di Bali dimana hanya akan bisa di jumpai di Jl. Raya Kuta, Bali. Dan sejak tahun 1990-an hingga saat ini JOGER di sebut sebagai PABRIK KATA-KATA.

Kedua, PT. Pandawa Lima Tour & Travel adalah salah satu biro perjalanan wisata resmi di Bali yang bergerak dalam bidang usaha perjalanan wisata yang mencakup pengadaan akomodasi, transportasi dan produk wisata lainnya. PT. Pandawa Lima Tour & Travel merupakan solusi bagi para wisatawan yang membutuhkan layanan wisata seperti layanan akomodasi baik hotel maupun villa, paket wisata atau paket liburan, kegiatan tour harian maupun charter kendaraan sampai dengan semua aktivitas adventure yang ada di pulau Bali.[2]

Pandawa Lima Tour berdiri tahun 1998 (bernaung dibawah payung perizinan perusahaan lain) dengan segment pasar awal yaitu melayani berbagai kegiatan adventure (khususnya white water rafting) untuk para wisatawan yang sudah berada di Bali. Pandawa Lima Tourmemiliki beragam produk yaitu reservasi hotel, paket liburan, paket bulan madu, paket wisata hemat, paket meeting, paket outing, tour harian, sewa kendaraan, wisata petualangan, paket khusus group, tiket pesawat, Malaysian market, Overseas market.

2. Sebutkan dan tentukan faktor eksternal yang mempengaruhi JOGER dan Pandawa Lima Tour dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi perusahaan?

JOGER menggunakan kata-kata sebagai hiasan di tokonya dan desain kata-katanya disukai oleh para wisatawan. Pada tahun 2010 JOGER berhasil memperoleh penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) karena sudah membuat lebih dari 6.000 desain. Selain itu JOGER juga telah mendapat penghargaan lain yaitu penghargaan ‘Adi Nugraha Bahasa’ dari Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2000, penghargaan dari MURI sebagai pelopor pembuat tulisan dengan huruf Braille pada media kaos pada tahun 2007, dan dinobatkan oleh Insight Bali Magizine sebagai The President of Words pada tahun 2009. Penghargaan-penghargaan tersebut membuat JOGER semakin dikenal banyak orang.

Dalam menjalankan usaha Pabrik Kata-Kata JOGER, beberapa hambatannya adalah banyak pengusaha yang meniru, bahkan menjiplak desain-desain yang dibuat olehnya dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Sedangkan demi menjaga kualitas, harga, dan kreativitas, maka JOGER tidak mungkin menjual produk mereka dengan harga yang lebih murah. Bukan hanya desain saja yang ditiru, merek “JOGER” pun ditiru oleh pihak lain dengan jenis usaha lain. Untuk mengatasi hal tersebut, pada tahun 1999, tujuh penjiplak telah ditindak oleh pihak JOGER melalui jalur hukum dan beberapa dari para penjiplak tersebut sempat dimasukkan ke dalam penjara.

Kreativitas JOGER juga terlihat dari cara pemasaran produk yang dicetuskannya, yang disebut sebagai dispromotion yaitu sebuah konsep promosi yang tidak mempromosikan, yaitu sikap berpromosi yang positif untuk mencapai jumlah penjualan yang optimal, bukan maksimal, dalam arti, bukan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan menjual barang sebanyak-banyaknya, melainkan menjual sesuai dengan kemampuan dan kualitas produksinya. Hal tersebut dilakukan dengan landasan orientasi ke arah tujuan pencapaian happiness, bukan profit. Konsep dispromotion justru membatasi konsumen dalam membeli produk-produk JOGER. Hal tersebutlah yang membuat JOGER unik sehingga makin dikenal banyak orang bahkan dari mancanegara.

Sejak JOGER didirikan sampai sebelum tahun 1987, JOGER berorientasi pada keuntungan (profit oriented). Pada tahun 1987, JOGER menutup kedua tokonya sebab waktunya tersita untuk mengurus toko-tokonya, sedangkan waktu yang dihabiskan bersama keluarga masih kurang. Sejak saat itu, JOGER mencetuskan bahwa usahanya adalah usaha yang berorientasi pada kebahagiaan (happiness oriented).

JOGER juga memiliki kebijakan untuk tidak membuka cabang di luar Bali, meskipun banyak permintaan supaya JOGER membuka cabang di luar Bali. Hal tersebut akan mengurangi masuknya ‘devisa’ untuk Bali. Kebijakan JOGER untuk tidak membuka cabang di luar Bali ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen untuk selalu membeli produk-produk JOGER ketika berkunjung ke Bali. Dengan kebijakan tersebut, produk-produk JOGER telah menjadi buah tangan khas Bali yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Bali, hingga muncul opini di masyarakat bahwa “belum ke Bali kalau belum ke JOGER”.

Kreativitas JOGER juga terlihat dari caranya mengelola dengan sistem kekeluargaan. Para pelanggannya sebagai “VIP” yang merupakan singkatan dari “Very Iseng Person” dan sapaan “Good morning! Selamat pagi!” yang selalu diucapkan untuk menyapa pengunjung Pabrik Kata-Kata JOGER. Bukan hanya terlihat dalam sebutan “anak buah” dan “uang saku” saja yang memberi kesan kekeluargaan pada manajemen JOGER. Aturan yang dibuat di dalam sistem manajemen JOGER juga boleh dilanggar asal bisa dipertanggungjawabkan, misalnya bila ada anak buahnya yang ingin mengambil uang JOGER, maka harus minta ijin terlebih dahulu supaya tidak dikatakan mencuri. Dalam memilih karyawan pun, Pak Joger memiliki pertimbangan yang berbeda dari pengusaha lainnya.

Usaha yang didirikan dan dikelola oleh Pak Joger telah berhasil menarik perhatian masyarakat dengan kreasi dan inovasinya dalam menghasilkan produk-produk, baik berupa kalimat-kalimat singkat maupun barang, serta dalam sistem manajemen dan strategi pemasaran yang dibuatnya, yang berbeda dari wirausahawan lainnya. Ide-ide kreatif dalam berwirausaha tersebut mampu menghasilkan kenaikan jumlah pengunjung, yang seiring dengan kenaikan jumlah keutungan dalam 10 tahun belakangan ini sebanyak sekitar 5% – 10 %.[3]

Faktor eksternal Pandawa Lima Tour antara lain persaingan antar usaha dengan lingkup yang sama, persaingan harga yang tidak sesuai dan terbatas, cuaca buruk saat penyeberangan antar pulau mendadak ditiadakan karena kecilnya armada transportasi laut Indonesia. Faktor eksternal tersebut mempengaruhi perusahaan untuk semakin bersaing dengan kompetitor bisnis di bidang yang sama. Selain itu, dominasi wisatawan Australia yang mengunjungi Bali adalah hal yang menguntungkan bagi perusahaan, mengingat karakteristik wisatawan ini yang umumnya gemar akan aktivitas yang berbau petualangan.

Citra Bali yang mencapai puncaknya akhirnya tercoreng oleh beberapa tragedi yang sempat melumpuhkan industri pariwisata di pulau ini. Peristiwa “Bom Bali” adalah sebuah pukulan yang memaksa para pelaku pariwisata termasuk Pandawa Lima Tour untuk merangkak dari awal kembali karena industri pariwisata Bali seakan hampir terhenti akibat peristiwa ini. Berkat kesabaran dan kerja keras para pelaku pariwisata di Bali dibantu pihak pemerintah sebagai stabilisator, lambat laun akhirnya citra Bali sebagai destinasi kunjungan wisata dapat dipulihkan kembali. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik adalah salah satu faktor pendorong yang mengembalikan kondisi pariwisata Bali seperti sedia kala. Kesempatan ini dipergunakan oleh team Pandawa Lima Tour untuk mencoba membangun kembali usaha jasa wisata dengan mengoptimalkan sektor market yang sudah ada, yaitu pengadaan jasa wisata kepada para wisatawan domestik.

Pada tanggal 8 Agustus 2008 adalah saat-saat paling bersejarah karena tanggal tersebut adalah titik awal berdirinya PT. Pandawa Lima Tour & Travel yang telah mengantongi izin operasional sendiri dan diakui secara sah oleh Dinas Pariwisata sebagai salah satu Biro Perjalanan Wisata yang ada di pulau Bali. Hal ini tentu saja menambah kepercayaan diri semua team untuk lebih giat lagi dalam berkarya untuk perusahaan dan juga untuk memajukan industri pariwisata di Bali pada umumnya.[4]

3. Pilih pada masalah umum yang telah Anda temui di tempat kerja. Gunakan model perilaku karyawan untuk mencari dan menjelaskan mengapa masalah ini ada.

Krama Banjar Adat Luwus meminta kontribusi kepada “JOGER” sebanyak satu kuintal beras, yang jika dirupiahkan nilainya berkisar antara 750 hingga 800 ribu per bulan. Namun sejak Januari 2013 dinaikkan dua kali lipat menjadi 2 kuintal atau setara dengan Rp 1,5 juta. Meskipun belum sama-sama sepakat, kontribusi Januari dan Februari tetap dibayarkan, dengan nilai seperti sebelumnya.  Hasil pertemuan dengan warga, kontribusi Januari-Februari dikembalikan. Akhirnya JOGER memilih tutup karena tidak bermanfaat lagi bagi warga. Dilansir oleh Bali Post, Kelian Adat Luwus Made Tarik menjelaskan bahwa naiknya kontribusi dari JOGER tersebut hasil paruman warga yang didasarkan pada naiknya kebutuhan krama adat untuk menggelar upacara di Tri Kahyangan setempat. Ia mengakui bahwa sebahagian porsi sumber dana upacara adat bersumber dari kontribusi 32 perusahaan yang berdiri di wilayah banjar adatnya. Dari 32 perusahaan tersebut, menurut Made Tarik, hanya Joger yang menolak kenaikan kontribusi. Kenaikan kontribusi itu, sempat dimusyawarahkan bersama pihak JOGER dan krama adat. Hasilnya buntu. Akhirnya krama adat sepakat mengembalikan kontribusi Januar – Februari 2013. Namun meski mengembalikan kontribusi, menurut Tarik, pihak adat dan warga tetap mendukung JOGER melanjutkan aktivitas usahanya. Terlebih-lebih banyak warga setempat yang menggantungkan hidup dari toko oleh-oleh khas Bali itu. Bahkan meskipun misalnya JOGER tidak membayar retribusi, masih menurut made Tarik, warga tetap mendukung kelangsungan aktivitas usaha yang berpapan nama “Teman JOGER” itu. Warga berharap ada mediasi lanjutan untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.[5]

Menurut Davis dan Newstorm (1985), ada empat model perilaku organisasi yang menunjukkan evolusi pemikiran dan perilaku pada bagian manajemen dan manajer. Empat model atau kerangka kerja organisasi adalah :

  1. Otokratis – Dasar dari model ini adalah kekuatan dengan orientasi manajerial otoritas. Para karyawan pada gilirannya berorientasi terhadap ketaatan dan ketergantungan pada bos. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah subsisten. Hasil kinerja minimal.
  2. Kustodian – Dasar dari model ini adalah sumber daya ekonomi dengan orientasi manajerial uang. Para karyawan pada gilirannya berorientasi pada keamanan dan manfaat dan ketergantungan pada organisasi. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah keamanan. Hasil kinerja adalah kerjasama pasif.
  3. Mendukung – Dasar dari model ini adalah kepemimpinan dengan orientasi manajerial dukungan. Para karyawan pada gilirannya berorientasi terhadap prestasi kerja dan partisipasi. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah status dan pengakuan. Hasil kinerja terbangun drive.
  4. Kolegial – Dasar dari model ini adalah kemitraan dengan orientasi manajerial kerja sama tim. Para karyawan pada gilirannya berorientasi ke arah perilaku yang bertanggung jawab dan disiplin diri. Kebutuhan karyawan yang terpenuhi adalah aktualisasi diri. Hasil kinerja adalah antusiasme moderat.

Menurut pendapat Saya terkait kasus JOGER, model perilaku organisasinya adalah otokratis dimana karyawan JOGER taat dan tergantung pada bos. Sang bos menyuruh untuk menutup JOGER karena kasus premanisme, karyawan yang sebagian besar berdomisili di lingkungan sekitar tempat kerja JOGER, mau tidak mau menutup JOGER karena keputusan evolusi pemikiran dan perilaku pada bagian manajemen dan manajer JOGER. Hanya dikarenakan permasalahan dengan desa setempat, JOGER tutup sementara dan mengecewakan banyak pengunjung JOGER. Menurut Saya, pihak JOGER tidak perlu menutup secara mendadak toko JOGER. Namun, setelah JOGER tutup, muncul berbagai dukungan agar tidak ada premanisme di Bali terutama untuk JOGER yang memang sudah menghidupi banyak SDM di Luwus. Setelah JOGER tutup sementara, muncullah sebuah petisi online yang mendukung agar menolak premanisme di Bali. Petisi ini muncul di Change.org yang merupakan media bagi orang-orang untuk mendukung atau menentang sesuatu secara online tetapi ditindaklanjuti secara nyata. Apabila terjadi masalah yang sama, sebaiknya evolusi pemikiran dan perilaku pada bagian manajemen dan manajer JOGER diharapkan lebih memperhatikan karyawan-karyawannya dengan tidak menutup JOGER secara mendadak sehingga menimbulkan banyak pengangguran.


Daftar Pustaka

Davis, Keith., dan John W. Newstrom. (1995). Perilaku Dalam Organisasi. Edisi Ketujuh. Terjemahan. Jakarta : Erlangga.

[1] http://www.jogerjelek.com/riwayat-hidup-mr-joger/

[2] http://www.pandawalimatour.com/

[3] http://repository.maranatha.edu/12721/3/0830062_Chapter1.pdf

[4] http://www.pandawalimatour.com/portal/index.php/profil-perusahaan/74-sejarah-perusahaan.html

[5] http://popbali.com/merasa-tak-bermanfaat-bagi-banjar-toko-oleh-oleh-joger-tutup/

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433