Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan Supervisor HRD dan Budaya Kerja terhadap Kinerja Karyawan Divisi HRD Metro Indah Mall Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada objek penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan Metro Indah Mall Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Dalam menganalisis data penelitian menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja; (2) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim organisasi; (3) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (4) Budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (5) Iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (6) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui budaya kerja; dan (7) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja terhadap kinerja karyawan  pada Metro Indah Mall Bandung. (5) Iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (6) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui budaya kerja; dan (7) Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja terhadap kinerja karyawan divisi HRD pada Metro Indah Mall Bandung.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Budaya Kerja, Iklim Organisasi dan Kinerja Karyawan

PENDAHULUAN

Hubungan antara kepemimpinan dan budaya kerja terhadap kinerja karyawan telah banyak dibahas dalam berbagai penelitian. Pengukuran hubungan juga dilakukan dengan menggunakan berbagai indikator atau dimensi. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh kepemimpinan Supervisor HRD dan budaya kerja terhadap kinerja karyawan divisi HRD Metro Indah Mall Bandung. Kondisi eksisting lokasi penelitian menunjukkan ada 4 orang yang mengalami penurunan penilaian kinerjanya dan hanya ada satu orang yang mengalami peningkatan kinerja. Hal inilah yang melatar belakangi mengapa penelitian ini dilakukan. Di tengah pandangan positif terhadap pimpinan di divisi HRD, kinerja karyawan ternyata tidak mencerminkan harapan perusahaan. Supervisor HRD sudah membangun hubungan baik dengan karyawan. Namun tetap saja ada karyawan yang terlambat masuk kerja atau bolos kerja pada jam kerja. Padahal dengan gaya kepemimpinan yang hangat, hal itu tidak seharusnya terjadi. Sebaliknya, hal itu bisa terjadi karena kelonggaran peraturan bagi karyawan. Peneliti ingin mengetahui apakah variabel kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan atau ada faktor lain yang berperan. Seorang pemimpin yang baik harus menjaga keseimbangan antara mengelola kerja tim dan mencapai target mereka. Oleh karena itu jika kinerja di bawah standar disebabkan oleh kepemimpinan, maka harus ada tindakan korektif yang diterapkan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional dapat tercapai [1]. Kepemimpinan adalah ketika seseorang mengilhami yang lain sehingga mereka rela melakukan upaya maksimal untuk mencapai tujuan. Peran pemimpin jelas untuk memotivasi atau mendorong karyawan untuk melakukan yang terbaik. “Leadership is doing the right thing, at the right time, through the right way” [2]. Jika kita berbicara tentang pemimpin maka kita harus mempertimbangkan karakteristik dan gaya mereka. Ada banyak pendekatan kepemimpinan mulai dari pendekatan sifat dan kepribadian, perilaku, kontingensi atau situasional, transaksional, transformasional, dan kepemimpinan diri [3].

Kepemimpinan dapat mempengaruhi kualitas budaya kerja dalam organisasi. Pengertian Budaya Kerja Menurut Kotter & Hesket (1992), budaya kerja dikonseptualisasikan sebagai keyakinan dan nilai-nilai kerja yang membentuk pola perilaku kerja karyawan dalam organisasi [4]. Budaya kerja merupakan seperangkat pola perilaku yang melekat pada setiap individu dalam suatu organisasi. Budaya kerja merupakan kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh karyawan dalam suatu organisasi, pelanggaran terhadap kebiasaan ini tidak ada sanksi yang tegas, tetapi dari perilaku organisasi secara moral telah disepakati bahwa kebiasaan tersebut merupakan kebiasaan yang harus dilakuka, ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan [5]. Permasalahannya adalah bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Budaya kerja merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terciptanya kinerja karyawan. Budaya kerja yang tidak kondusif dan motivasi kerja yang rendah dapat mengakibatkan rendahnya kinerja karyawan. Dari hasil observasi awal peneliti bahwa budaya kerja di divisi HRD Metro Indah Mall Bandung belum seperti yang diharapkan. Selain itu, karena ada beberapa karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya seringkali tidak dilakukan secara langsung sehingga mengakibatkan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, kurangnya umpan balik kepada karyawan yang memiliki kinerja baik. Misalnya tidak ada evaluasi terhadap karyawan yang tidak bekerja secara maksimal.

Banyak penelitian yang membahas hubungan antara kepemimpinan, budaya kerja dan kinerja karyawan. Penelitian Nariah dkk. menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan [6]. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai [7]. Penelitian lain menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan dan budaya kerja secara parsial maupun secara simultan terhadap kinerja karyawan [8]. Di sisi lain, penelitian Shodikin menunjukkan bahwa kepemimpinan ditemukan tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai [9]. Oleh karena itu, terdapat kesenjangan penelitian yang signifikan, dan penting untuk memahami sifat hubungan yang ada antara kepemimpinan dan budaya kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji pengaruh kepemimpinan dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai pada divisi HRD Metro Indah Mall Bandung.

METODE PENELITIAN

  • Desain penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian melalui perhitungan matematis untuk membuktikan secara ilmiah apakah ada hubungan yang terjadi antara variabel penelitian dengan sejauh mana implikasi variabel tertentu yang akan dibuktikan dalam penelitian ini [10]. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan yang kemudian diuji hipotesisnya. Selain itu, data kuantitatif dapat diinterpretasikan dengan analisis statistik berdasarkan prinsip matematika, sehingga pendekatan kuantitatif dipandang sebagai objek secara ilmiah dan rasional.

  • Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di divisi HRD Metro Indah Mall Bandung yang berjumlah 43 karyawan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu [11]. Alasan penggunaan teknik purposive sampling ini karena cocok digunakan dalam penelitian kuantitatif atau penelitian yang tidak menggeneralisasi. Berdasarkan perhitungan di atas, ditentukan sampel sebanyak 35 responden.

  • Metode pengumpulan data

Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 35 responden dimana responden diminta untuk menjawab pertanyaan dengan memilih item jawaban yang telah disediakan dengan menggunakan skala Likert yang berisi lima tingkat pilihan jawaban mengenai persetujuan responden terhadap pernyataan dari masing-masing penelitian. indikator variabel.

  • Teknik Analisis Data

Bagi peneliti menganalisis data menggunakan software SPSS versi 26. IBM SPSS merupakan program yang berfungsi sebagai pengelola data dan penganalisa menggunakan data statistik. Paket Statistik untuk Ilmu Sosial, atau SPSS, telah populer digunakan di berbagai bidang pendidikan dan profesional.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan divisi HRD Metro Indah Mall Bandung. Hal ini sejalan dengan teori transaksional. Teori ini pertama kali digagas oleh seorang sosiolog Max Weber yang kemudian dipelajari lebih dalam oleh Bernard M Bass pada awal tahun 1980-an. Teori ini cenderung menekankan kinerja dan hasil. Selain itu, teori ini juga menjelaskan kepemimpinan berdasarkan kesepakatan yang dibuat dan disepakati bersama, serta berdampak positif bagi keuntungan bersama. Dari hal tersebut secara tidak langsung telah meningkatkan dan mempengaruhi kinerja, baik kinerja pimpinan maupun kinerja bawahan atau pegawainya.

Temuan ini juga mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kiswanto (2010) dengan hasil variabel kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Garcia & Victor (2008) menunjukkan bahwa kepemimpinan menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja karyawan. Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Li Chung Kai (2009), menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh baik terhadap kinerja karyawan. Dari temuan tersebut juga berarti bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja kinerja karyawan divisi HRD Metro Indah Mall Bandung, pimpinan perlu menerapkan kepemimpinan dalam orientasi tugas dimana pimpinan perlu memberikan pengarahan kepada karyawan sebelum melaksanakan pekerjaan, ditetapkan aturan yang harus dipatuhi agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai

Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Budaya Kerja.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja di Metro Indah Mall Bandung. Robbins (2007, 432), dari penelitiannya menyatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi baik individu maupun kelompok untuk mencapai tujuan. Kemampuan pegawai untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi merupakan cerminan dari kinerja pegawai. Oleh karena itu kepemimpinan memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kinerja pegawai. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astria Karisa (2018) yang menyimpulkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Salah satu teori kepemimpinan yang banyak diperbincangkan adalah yang dikemukakan oleh Blake dan Mounton dalam Pace and Faules (2005) yang semula disebut managerial grid, namun sekarang disebut leadership grid. Kisi-kisi ini bersumber dari hal-hal yang mendasari perhatian pemimpin yaitu perhatian terhadap tugas atau hal-hal yang direncanakan untuk diselesaikan oleh organisasi dan perhatian terhadap orang-orang serta unsur-unsur organisasi yang mempengaruhinya, salah satu unsur yang dimaksud adalah budaya kerja. Dari budaya kerja inilah yang akan mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia untuk mencapai produktivitas kerja di suatu instansi atau organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

Budaya kerja dapat terlaksana dengan baik, apabila pemimpin mampu menjalankan fungsinya sesuai dengan perannya, artinya peran pemimpin dapat mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan bawahannya agar perilaku bawahan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan akan membantu membentuk budaya kerja. Dalam mengembangkan budaya kerja seorang pemimpin harus memiliki nilai dan keyakinan yang jelas dan kuat tentang organisasi yang diinginkan. Pemimpin memiliki kontribusi sebagai pencipta dan pembentuk budaya kerja di instansi atau organisasi, karena memiliki kemampuan dan kekuatan untuk itu. Selain itu, pemimpin memiliki visi dan misi, kemudian memberikan contoh dan menyebarkannya yang kemudian diikuti oleh bawahannya. Hubungan saling terbuka dan saling percaya merupakan hal yang mendukung penyebaran nilai dan norma yang ada dalam budaya kerja.

Pengaruh Budaya Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja di Metro Indah Mall Bandung. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Mangkunegara (2006) yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja yang sukses adalah budaya kerja. Jika budaya kerja semakin baik maka kinerja karyawan akan semakin tinggi. Oleh karena itu penting bagi Metro Indah Mall Bandung untuk menerapkan budaya kerja, sehingga dampak dari aplikasi ini dapat menjadi kunci keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa budaya kerja mempengaruhi kinerja karyawan.

Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suprayitno, dkk (2014) yang menyatakan bahwa variabel budaya kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan secara parsial variabel budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh Hakim (2015) dan Alia et al. (2015) yang semuanya menyatakan bahwa budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.

KESIMPULAN

Dalam penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan, budaya kerja terhadap kinerja karyawan divisi HRD Metro Indah Mall Bandung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, peneliti menyimpulkan sebagai berikut: Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya kerja; Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap iklim organisasi; Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; Budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; Iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai melalui budaya kerja

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU
BUTUH VERSI FULL?
LANGSUNG CHAT ADMIN GERAIJASA.COM DI WA 0821-3805-4433