Pada tahun 2000-an produk air mineral di Indonesia mulai bermunculan dengan berbagai merek. Ini merupakan ancaman tersendiri bagi Aqua sebagai salah satu produk air mineral tertua sekaligus pelopor di Indonesia. AQUA terus bertahan dan berkembang hingga saat ini dan menjadi market leader di industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia serta menjadi pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Cukup sulit bagi perusahaan lain untuk menyaingi AQUA karena mengingat bahwa AQUA merupakan market leader di bidang AMDK. Laporan Tempo pada 2018 pun menyebutkan bahwa pangsa pasar AQUA di Indonesia telah mencapai 46,7 persen.

Meskipun sudah menjadi market leader pangsa air minum dalam kemasan (AMDK), bukan berarti AQUA tidak memiliki masalah. Pada kenyataanya, para pesaing baik lama maupun baru di industri AMDK terus berkembang dan berinovasi dengan produk air minum dalam kemasannya. Melalui inovasi, pesaing terus meningkatkan kualitas dan keunggulannya di bidang AMDK. Semakin banyaknya pesaing dalam industri air minum dalam kemasan ternyata mempengaruhi pangsa pasar dari AQUA. Hal ini bisa dilihat dari menurunnya pangsa pasar AQUA jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Penurunan pangsa pasar (market share) ini juga disampaikan oleh Hendro Boroena pada tahun 2014 selaku ketua umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (saat ini sudah menjadi mantan ketua ASPADIN), bahwa sejak lima tahun belakang ini artinya tahun 2010 hingga tahun 2014, market share AQUA terus mengalami penurunan akan tetapi tertolong karena kebutuhan pasar meningkat, bertambahnya jumlah pesaing yang ada juga mempengaruhi penurunan market share ini.

Pada tahun 2016, persentase pangsa pasar AQUA adalah sebesar 46,7 %, jika dibandingkan dengan merek lain tentu persentase yang cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan persentase pangsa pasar AQUA tahun 2011 hingga 2013 maka terjadi penurunan yang signifikan. Salah satu bukti persaingan antar produk air mineral adalah persaingan harga. Rata-rata merek-merek air mineral pesaing Aqua memiliki harganya yang lebih murah dibandingkan Aqua.

Hal ini tidak dapat dipandang sepele oleh Aqua karena umumnya pasaran akan lebih memilih suatu merek yang harganya murah tapi dengan isi yang sama, oleh karena itu, perusahaan akhirnya mengakuisisi perusahaan air mineral lainnya untuk dapat bersaing dengan perusahaan yang menjual dibawah harga yang diberikan oleh Aqua. Selain itu, tantangan lain yang harus dihadapi perusahaan Aqua adalah menurunnya kualitas sumber mata air di pegunungan, sehingga Aqua harus tetap mampu memberikan kualitas air mineral yang sama dengan kondisi tersebut.

Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20201012/9/1303950/5-berita-populer-ekonomi-historia-bisnis-kisah-dominasi-aqua-di-pasar-air-minum-meski-angkat-kaki-dari-bursa.

Pertanyaan

  • Menurut Anda, saat ini Aqua berada pada tahapan daur hidup apa, jelaskan dengan disertai ciri-ciri atau karakterisitk pasar (tingkat persaingan, ukuran pangsa pasar, preferensi tingkat harga) dan karakteritik produk (kecepatan pertumbuhan, tingkat keuntungan) pada tahapan daur hidup tersebut.
  • Menurut Anda, apa strategi yang dapat ditawarkan Aqua pada tahapan daur hidup tersebut? Jelaskan!

UNTUK MENDAPATKAN JAWABAN INI SILAHKAN HUBUNGI TEAM GERAIJASA DI WA 0821-3805-4433