Pada dasarnya, prisip pencatatan persediaan adalah menggunakan nilai historis. Namun, ketika nilai persediaan turun di bawah harga perolehan, maka terjadi penyimpangan prinsip tersebut. Adapun penurunan nilai persediaan ini dapat terjadi karena perubahan harga jual atau kerusakan barang. Hal ini berarti perusahaan dapat tidak menggunakan prinsip nilai historis saat kemampuan menghasilkan pendapatan dari persediaan menurun di bawah nilai historis. Contohnya, PT Arkana adalah perusahaan manufaktur yang memiliki persediaan dalam proses dengan cost sebesar Rp 15.000.000. Persediaan ini memiliki harga jual Rp 20.000.000. Diperkirakan untuk menyelesaikan barang dalam proses ini diperlukan biaya Rp 1.500.000, sedangkan untuk menjual persediaan tersebut diestimasi sebesar Rp500.000. Berdasarkan soal diatas, anda diminta utk:

  1. Menentukan berapa nilai persediaan yang dilaporkan
  2. Menganalisis metode yang dipakai untuk menilai persediaan pada PT Arkana tersebut.

Untuk mendapatkan jawaban dari soal diatas silahkan hubungi team geraijasa.com di no whatsapp 0821-3805-4433.