Abstrak

Koperasi adalah badan usaha yang berbadan hukum dan berlandaskan kekeluargaan dengan mengutamakan rasa persaudaraan bagi seluruh anggotanya. Salah satu faktor penting dari sebuah organisasi koperasi adalah manajemen. Berhasil atau tidaknya koperasi tergantung pada kualitas dan kerja dalam manajemen. Manajemen koperasi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu manajemen dalam lingkup koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan manajemen, yuridis dan normatif. Informan dalam penelitian ini yaitu pengurus koperasi, pegawai, dan anggota di kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan masih relatif rendah di kalangan pengurus khususnya. Fokus lingkup koperasi yang perlu direvitalisasi adalah yang memiliki unit usaha di bidang simpan pinjam.

Kata kunci: Koperasi, Lingkungan, Manajemen, Pemerintahan

Pendahuluan

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan sebagaimana yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan perkoperasian (Wibowo & Subagyo, 2017). Undang-undang tentang Koperasi yang berlaku saat ini adalah Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992. Menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, pengertian koperasi adalah badan usaha dan badan hukum yang didirikan berdasarkan gerakan ekonomi rakyat dan berdasarkan kekeluargaan. Dalam pengurusan koperasi, asas kekeluargaan merupakan ciri utama yang berkaitan dengan strategi operasional, kebijakan penggabungan, peleburan koperasi, dan perbuatan hukum lainnya. Sepanjang tidak termasuk dalam hukum pidana, dapat diselesaikan dengan asas kekeluargaan dan semangat gotong royong. Perwujudannya adalah musyawarah dalam Rapat Anggota (Permadi & Wisudawan, 2018). Asas kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar hukum keberadaan koperasi di Indonesia.

Setiap individu dan kelompok dalam organisasi maupun perusahaan memerlukan adanya peran dari fungsi manajemen (Choerudin, 2022). Elemen penting dari proses menajemen ada empat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian (Lestari, dkk., 2023). Praktik manajemen mengacu pada aktivitas, sikap, dan perilaku mereka terhadap fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dalam koperasi. Praktik manajemen mencerminkan tolok ukur mereka sendiri dan cara yang lebih baik dalam memanfaatkan sumber daya koperasi untuk manfaat dan kemajuan yang lebih besar bagi semua anggota.

Salah satu faktor penting dari sebuah organisasi koperasi adalah manajemen. Berhasil atau tidaknya koperasi tergantung pada kualitas dan kerja dalam manajemen. Manajemen koperasi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu manajemen dalam lingkup koperasi. Anggota diberi tanggung jawab dan wewenang untuk mengatur, merencanakan, dan mengendalikan sumber daya koperasi untuk mencapai tujuan koperasi (Hendra, dkk., 2021). Manajemen koperasi adalah kegiatan profesional yang dilakukan oleh koperasi untuk membantu seluruh anggota koperasi dalam mencapai tujuannya (Husaini & Fitria, 2019). Manajemen koperasi adalah pengaturan unsur-unsur manajemen dengan memfungsikan fungsi-fungsi manajemen planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (penyusunan personalia), leading (pengarahan) dan controlling (pengendalian) pada organisasi koperasi untuk mencapai tujuan koperasi (Maulana & Rosmayati, 2020).

Distrik navigasi adalah unit pelaksana teknis pemerintahan di bidang perambuan, penerangan pantai, dan elektronika pelayaran dalam lingkungan Departemen Perhubungan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Perhubungan Laut. Distrik navigasi bertugas menyelenggarakan perambunan dan penerangan pantai, elektronika dan telekomunikasi, serta mengatur penggunaan dan pemeliharaan kapal-kapal negara. Fasilitas yang lazim dimiliki oleh distrik navigasi antara lain menara suar, rambu suar, stasiun radio pantai, baik di kolam pelabuhan maupun di laut lepas, kapal-kapal negara, bengkel dermaga, serta laboratorium pengamatan laut (Sasono, 2012).

Dalam perkembangan koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok terdapat kendala yaitu manajemen koperasi dengan faktor internal yaitu anggota kurang paham atau belum mengetahui arti koperasi, kurang peduli dengan perilaku koperasi, dan masih adanya banyak anggota koperasi yang beranggapan bahwa manajemen koperasi sudah dipercayakan kepada pengurus, sedangkan kendala faktor eksternal adalah modal koperasi yang terbatas.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka untuk meningkatkan perekonomian anggota, pemahaman tentang pentingnya koperasi harus disosialisasikan kepada seluruh anggota sehingga benar-benar dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung tentang manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok.

Rumusan Permasalahan

Bagaimana manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok?

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini dikatakan deskriptif karena bermaksud menggambarkan suatu keadaan atau fenomena sebagaimana adanya (Anggito & Setiawan, 2018). Penelitian deskriptif dalam konteks ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok. Informan yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini adalah pegawai dan anggota koperasi di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan data primer dan sekunder yaitu data primer, dimana data tersebut diperoleh dari sumber utama. Dalam hal ini sumber utama adalah pengurus dan anggota koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok, dan data sekunder, dimana sumber data penelitian diperoleh melalui media perantara atau tidak langsung berupa buku, jurnal, dan publikasi. Semua data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis berdasarkan metode analisis yang sesuai dengan metode penelitian yang digunakan. Peneliti menggunakan metode kualitatif, yaitu analisis berdasarkan pernyataan keadaan dan ukuran kualitas atau nonstatistik, yaitu cara melaporkan data dengan cara mendeskripsikan, memberikan gambaran, dan mengklasifikasikan serta menjelaskan semua data yang terkumpul sebagaimana adanya.

Pembahasan

Organisasi koperasi yang telah terbentuk memerlukan pelaksanaan manajemen koperasi, termasuk Bagan Struktur Organisasi yang relevan, perangkat dan fungsi organisasi koperasi. Kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok memiliki Bagan Struktur Organisasi seperti pada umumnya seperti pada gambar 1 berikut.

Hasil penelitian manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok yang peneliti lakukan, peneliti hanya memperoleh gambaran umum. Kepemimpinan merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Data empiris menyebutkan bahwa sikap ini masih relatif rendah di kalangan pengurus khususnya koperasi. Tanpa sikap ini, pengurus tidak lebih dari pegawai biasa yang menggantungkan hidupnya pada koperasi. Kemampuan manajerial berkaitan dengan kemauan dan ketersediaan manajer untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen secara proporsional dan profesional sehingga yang dikerjakan merupakan hasil kerja yang teratur dan terukur (Muchamad, 2012).

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pengurus koperasi, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) karyawan atau anggota koperasi dilakukan seminar atau pelatihan. Pengembangan SDM di koperasi ini dilakukan melalui pelatihan formal dan informal. Pengurus ikut dan aktif dalam pelatihan, dimana koperasi berupaya mendidik anggota agar memiliki keterampilan dengan memberikan pelatihan melalui kegiatan bengkel. Koperasi di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok bergerak dalam berbagai bidang usaha. Pelaksana koperasi ini pandai dalam menjalankan tugasnya di bidang koperasi masing-masing. Manajemen kepegawaian di koperasi ini sudah baik (Sasmitha, 2018). Hal ini terlihat saat meninjau kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok.

Kesimpulan

Koperasi adalah badan usaha yang berbadan hukum dan berlandaskan kekeluargaan dengan mengutamakan rasa persaudaraan bagi seluruh anggotanya. Koperasi hadir untuk memajukan kesejahteraan anggota pada umumnya. Salah satu faktor penting dari sebuah organisasi koperasi adalah manajemen. Berhasil atau tidaknya koperasi tergantung pada kualitas dan kerja dalam manajemen. Manajemen koperasi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu manajemen dalam lingkup koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen koperasi pemerintahan di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok.

Data empiris menyebutkan bahwa sikap ini masih relatif rendah di kalangan pengurus khususnya koperasi. Fokus lingkup koperasi yang perlu direvitalisasi adalah yang memiliki unit usaha di bidang simpan pinjam. Terdapat 5 (lima) indikator yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Tanggung Jawab, Kemandirian, serta Keadilan dan Kesetaraan yang diperlukan koperasi di lingkungan kantor Distrik Navigasi Tibe B Tanjung Priok untuk melakukan pertemuan rutin dengan anggota dan karyawannya.

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU
BUTUH VERSI FULL?
LANGSUNG CHAT ADMIN GERAIJASA.COM DI WA 0821-3805-4433