Site icon geraijasa.com

Pengaruh Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), Dan E-Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen

Abstract

Sektor manufaktur Indonesia yang berorientasi pasar mengalami gejolak akibat melemahnya pasar di sejumlah negara. Pesanan mulai dibatalkan dan dikurangi, bahkan memangkas produksi pabrik hingga 50%. Dari hulu ke hilir, pabrik pakaian dalam hingga industri alas kaki, industri garmen dan tekstil mulai lebih efisien. Pasalnya, pasar luar negeri, termasuk Eropa, menunjukkan tanda-tanda pelestarian. Ketentuan serupa juga telah ditetapkan oleh API, Asosiasi Tekstil dan Pakaian Indonesia. Produksi pakaian sering dikaitkan dengan tekstil. Kerajinan tekstil adalah berbagai jenis kerajinan yang terbuat dari bahan kain atau tenun. Kerangka kerja ini dibentuk dari tolak ukur terhadap variabel-variabel yang akan diteliti. Tolok ukur tersebut didasarkan pada teori dan penelitian sebelumnya yang telah diuraikan dan menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), Dan E-Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Survei berbasis kuesioner dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian yang dilakukan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelanggan yang pernah melakukan pembelian barang material di Sukoharjo. 138 orang berpartisipasi dalam penelitian ini, yang merupakan jumlah sampel. Berdasarkan hasil penelitian hendaknya dapat disempurnakan lagi pada peneliti yaitu menambah kan variabel lain sebab uji koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0.307. Hal ini berarti 30,7% dari variabel perubahan Keputusan Pembelian Konsumen bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), dan E-Marketing sedangkan sisanya sebesar 69,3% dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Keyword: Tekstil, Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), E-Marketing

PENDAHULUAN

Sektor manufaktur Indonesia yang berorientasi pasar mengalami gejolak akibat melemahnya pasar di sejumlah negara. Pesanan mulai dibatalkan dan dikurangi, bahkan memangkas produksi pabrik hingga 50%. Dari hulu ke hilir, pabrik pakaian dalam hingga industri alas kaki, industri garmen dan tekstil mulai lebih efisien. pemutusan hubungan kerja selain pemutusan hubungan kerja (PHK). Industri mainan anak mulai terpuruk akibat penurunan penjualan ekspor. Para pedagang mainan mulai khawatir, meski tidak berujung pada PHK. Pasalnya, pasar luar negeri, termasuk Eropa, menunjukkan tanda-tanda pelestarian. Ketentuan serupa juga telah ditetapkan oleh API, Asosiasi Tekstil dan Pakaian Indonesia. Produksi pakaian sering dikaitkan dengan tekstil. Kerajinan tekstil adalah berbagai jenis kerajinan yang terbuat dari bahan kain atau tenun. Kerajinan tekstil tradisional meliputi: ulos, batik, songk et, dan kain yang ditenun dengan tangan.

Menurut Presiden API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, raksasa tekstil global seperti Vietnam, China, dan Bangladesh bisa masuk ke pasar Indonesia. setelah pasar ekspor utama, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, melemah. Selain itu, ini adalah tujuan ekspor tekstil dari Indonesia. Kondisi serupa juga telah ditetapkan oleh API, Asosiasi Tekstil dan Pakaian Indonesia. Menurut Presiden API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, raksasa tekstil global seperti Vietnam, China, dan Bangladesh bisa masuk ke pasar tersebut. Pasar Indonesia, setelah pasar ekspor utama, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, melemah. Selain itu, ini adalah tujuan ekspor tekstil dari Indonesia. Kondisi ini dapat memotivasi pelaku bisnis tekstil untuk mencari pasar yang signifikan seperti Indonesia (cnbcindonesia.com, 2022). Memahami pengambilan keputusan pelanggan sangat penting untuk pertumbuhan yang menguntungkan, dan khususnya dalam mendorong pengembangan produk atau keputusan investasi penjualan dan pemasaran. Banyak organisasi menghabiskan sumber daya yang signifikan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara tepat dan dini agar tetap terdepan dalam persaingan. Secara tradisional, proses pengambilan keputusan pelanggan berkisar pada harga, kualitas produk, dan layanan pelanggan. Dengan kemajuan teknologi, atribut produk dan layanan telah berubah dan telah menyebabkan perubahan dalam proses pengambilan keputusan juga.

Atas dasar harga berlaku, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) industri pakaian jadi dan tekstil sebesar Rp 180,22 triliun pada tahun 2021 Industri pakaian jadi dan tekstil nasional mengalami kontraksi sebesar 4,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang diukur dengan PDB konstan harga (2010). Kontraksi ini terjadi untuk kedua kalinya dalam dua tahun. Penurunan ini sejalan dengan pertumbuhan belanja konsumsi masyarakat untuk sandang, alas kaki, dan jasa perawatan yang minus 0,06% per tahun (databoks.katadata.co.id, 2022).

Kesadaran merek suatu produk membedakannya dari merek pesaing dan menjangkau konsumen. Konsumen lebih cenderung membeli nama merek yang sudah dikenal daripada yang tidak dikenal dari bisnis yang mempertahankan tingkat kesadaran merek yang tinggi. Kesadaran merek mengarah pada kepercayaan, artinya semakin banyak pengakuan yang dimiliki merek kami, semakin sukses merek atau bisnis. Ini adalah dasar untuk memperoleh audiens pelanggan dan membantu mereka memahami dan merasa nyaman dengan produk dan layanan – meningkatkan ekuitas merek.

Khalayak yang dituju akan memiliki tingkat kesadaran merek yang tinggi jika suatu merek dikembangkan dan dipasarkan secara efektif. Kesadaran merek perusahaan juga memiliki dampak yang signifikan terhadap persepsi pelanggan potensial. Hubungan antara perilaku membeli atau menggunakan konsumen Indonesia dan kesadaran merek telah menjadi subyek dari banyak penelitian. Tak perlu dikatakan bahwa keputusan pelanggan untuk membeli suatu produk dapat dipengaruhi sebagian oleh merek. Dengan kata lain, terlepas dari kualitas produk yang kita miliki, kita memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk membeli barang dari merek yang lebih kita kenal daripada barang dari merek asing. Karena berpotensi meningkatkan keuntungan secara tidak langsung, para pelaku bisnis pun berlomba-lomba meningkatkan brand awareness pembeli.

Sebelum internet, ketika konsumen ingin membeli sesuatu, mereka akan meminta rekomendasi teman dan keluarga mereka. Tapi hari ini, salurannya berbeda tetapi kebiasaannya sama. Konsumen yang terhubung saat ini mencari rekomendasi dalam bentuk Electronic Word Of Mouth (e-WOM). Faktanya, e-WOM telah menjadi salah satu indikator bukti sosial terkuat untuk bisnis saat ini. e-WOM adalah berbagi informasi tentang suatu produk atau layanan dalam bentuk rekomendasi media sosial, ulasan online, atau konten yang dibuat oleh influencer (Yudhi P, 2020). Berbagi informasi ini dilakukan di mesin pencari seperti Google dan Bing, situs eCommerce seperti Amazon dan eBay, aplikasi populer seperti Telp, Nextdoor, dan Tripadvisor, dan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, Tik Tok, dan YouTube. Pengaruh e-WOM telah berkembang dengan mantap dalam beberapa tahun terakhir dan menghadirkan peluang luar biasa bagi pemasar bisnis multi-lokasi. e-WOM adalah jembatan yang kuat antara pencarian online dan tindakan pembelian di dunia nyata (uberall.com, 2022).

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU MAU VERSI LENGKAP DARI TUGAS INI?
YUK WA KE ADMIN GERAIJASA DI 0821-3805-4433

KERANGKA PEMIKIRAN

(Sugiyono, 2017) menjelaskan bahwa penjelasan awal dari gejala yang menjadi fokus masalah adalah kerangka berpikir. Kerangka kerja ini dibentuk dari tolak ukur terhadap variabel-variabel yang akan diteliti. Tolok ukur tersebut didasarkan pada teori dan penelitian sebelumnya yang telah diuraikan dan menjadi dasar penelitian ini. Para peneliti telah mengusulkan kerangka teoritis berikut:

METODE PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), Dan E-Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Survei berbasis kuesioner dengan pendekatan kuantitatif merupakan jenis penelitian yang dilakukan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelanggan yang pernah melakukan pembelian barang material di Sukoharjo. 138 orang berpartisipasi dalam penelitian ini, yang merupakan jumlah sampel. Studi ini dilakukan pada Oktober 2022. Sampling non-probabilitas digunakan untuk pengambilan sampel studi, dan kuesioner didistribusikan dengan berani menggunakan Google Forms untuk pengumpulan data. sebagai sampel menggunakan rumus Slovin dan margin kesalahan 5%.

PEMBAHASAN

H1: Pengaruh Brand Awareness (X1) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

Variabel Brand Awareness memiliki signifikan sebesar 0.031 lebih kecil dari taraf signifikan 0.050, maka H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Brand Awareness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian dari (Ariadi et al., n.d.) dan (Ekonomi Unisma et al., 2020) bahwa Brand Awareness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

H2: Pengaruh Electronic Word Of Mouth (e-WOM) (X2) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

Variabel Electronic Word Of Mouth (e-WOM) memiliki nilai signifikan sebesar 0.044 lebih kecil dari taraf signifikan 0.050, maka H2 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Electronic Word Of Mouth (e-WOM) berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Rossa, 2021) dan (Prasetyo, 2021) bahwa Electronic Word Of Mouth (e-WOM) berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

H3: Pengaruh E-Marketing (X3) Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

Variabel E-Marketing memiliki nilai signifikan sebesar 0.037 lebih besar dari taraf signifikan 0.050, maka H3 diterimadi sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial E-Marketing berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (HaniSamuel, 2009) dan (Candra Irawan, 2020) bahwa E-Marketing berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

H4: Pengaruh Brand Awareness (X1), Electronic Word Of Mouth (e-WOM) (X2), dan E-Marketing (X3) Secara Simultan Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Y)

Secara signifikan sebesar 0.004 lebih kecil dari taraf signifikan 0.05. mengindikasikan bahwa Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth, dan E-Marketing secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen, sehingga H4 diterima.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil pembahasan yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya dan didukung dengan data yang ada. maka berikut kesimpulan yang dapat ditarik oleh peneliti:

  1. Brand Awareness berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.
  2. Electronic Word Of Mouth (e-WOM) berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.
  3. E-Marketing berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.
  4. Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), dan E-Marketing secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian hendaknya dapat disempurnakan lagi pada peneliti yaitu menambah kan variabel lain sebab uji koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0.307. Hal ini berarti 30,7% dari variabel perubahan Keputusan Pembelian Konsumen bisa dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel Brand Awareness, Electronic Word Of Mouth (e-WOM), dan E-Marketing sedangkan sisanya sebesar 69,3% dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU MAU VERSI LENGKAP DARI TUGAS INI?
YUK WA KE ADMIN GERAIJASA DI 0821-3805-4433

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Kusuma, A. H. P., Sudirman, A., Purnomo, A., Aisyah, S., Sahir, S. H., Rumondang, A., … & Simarmata, J. (2020). Brand Management: Esensi, Posisi dan Strategi. Yayasan Kita Menulis.

Sudarso, A., Kurniullah, A. Z., Halim, F., Purba, P. B., Dewi, I. K., Simarmata, H. M. P., … & Manullang, S. O. (2020). Manajemen Merek. Yayasan Kita Menulis.

Wangsa, I. N. W., Rahanatha, G. B., Yasa, N. N. K., & Dana, I. M. (2022). Promosi Penjualan Untuk Membangun Electronic Word Of Mouth Dan Mendorong Pengambilan Keputusan Pembelian. Penerbit Lakeisha.

Suryani, T., MM, P., Nurhadi, M., & Fauzi, A. A. (2020). E-marketing Bagi UKM: Strategi Periklanan, Website & Media Sosial. Jakad Media Publishing.

Setiadi, N. J., & SE, M. (2019). Perilaku Konsumen: Perspektif Kontemporer pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen Edisi Ketiga (Vol. 3). Prenada Media.

MAU DIBUATKAN TUGAS SEPERTI INI?
ATAU MAU VERSI LENGKAP DARI TUGAS INI?
YUK WA KE ADMIN GERAIJASA DI 0821-3805-4433

Exit mobile version