Site icon geraijasa.com

Kehamilan Ektopik

Dalam status perkembangannya, kehamilan ektopik merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Kehamilan ektopik adalah setiap kehamilan di mana implan sel telur yang dibuahi di luar rongga intrauterin. Lebih dari 95 persen kehamilan ektopik terjadi di saluran tuba.1 Kehamilan ektopik adalah penyebab paling umum kematian ibu pada trimester pertama kehamilan.2 Kehamilan ektopik dapat mengalami abortus atau ruptur apabila massa kehamilan berkembang melebihi kapasitas implantasi misalnya tuba dan peristiwa ini di sebut sebagai kehamilan ektopik terganggu.3

Kehamilan ektopik terganggu merupakan keadaan darurat medis dan penyebab utama kematian ibu pada trimester pertama serta merupakan 10% -15% dari semua kematian ibu.4 Kehamilan ektopik terganggu sering bermasalah dan sulit dipahami di instansi gawat darurat. Insidensinya bervariasi antara 1 hingga 2% kehamilan.5

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, frekuensi kehamilan ektopik terganggu masih meningkat dan merupakan penyebab pertama kematian ibu pada trimester pertama yang mengganggu kesuburan lebih lanjut.  Secara umum, di Indonesia, kejadian kehamilan ektopik berkisar 5-6 per seribu kehamilan. Kehamilan pars insterstisialis tuba hanya 1% dari semua kehamilan tuba. Kehamilan ektopik ganda angka kejadiannya 1 di antara 15.000-40.000 persalinan.6

Kehamilan ektopik masih merupakan salah satu masalah utama dalam bidang obstetri. Kehamilan ektopik terjadi pada kira-kira satu dari 50 kehamilan. Penting untuk diketahui bahwa kehamilan ektopik tidak dapat berkembang menjadi kehamilan atau bayi yang sehat. Sang ibu harus dirawat untuk menghindari risiko dan komplikasi yang dapat mengancam jiwa.

PEMBAHASAN

I. DEFINISI

Istilah ektopik berasal dari bahasa Inggris, ectopic, dengan akar kata dari bahasa Yunani, topos yang berarti tempat. Jadi istilah ektopik dapat diartikan “berada di luar tempat yang semestinya”.7 Kehamilan ektopik merupakan komplikasi utama kehamilan dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup besar di antara wanita usia reproduksi.8 Kehamilan ektopik merujuk pada kehamilan ekstrauterin, yaitu implantasi ovum yang dibuahi di luar rongga endometrium, di dalam bagian distal tuba fallopi sekitar 95% dari kasus kehamilan ektopik.9 Apabila pada kehamilan ektopik terjadi abortus atau pecah, dalam hal ini dapat berbahaya bagi wanita hamil tersebut maka kehamilan ini disebut kehamilan ektopik terganggu.7

II. ETIOLOGI

1. Faktor dalam lumen tuba

2. Faktor pada dinding tuba

3. Faktor diluar dinding tuba

4. Faktor lain

III. FAKTOR RISIKO

Beberapa studi faktor risiko yang diperkirakan sebagai penyebab kehamilan ektopik adalah infeksi saluran telur (salpingitis), dapat menimbulkan gangguan pada motilitas saluran telur, riwayat operasi tuba, cacat bawaan pada tuba, seperti tuba sangat panjang, kehamilan ektopik sebelumnya, aborsi tuba dan pemakaian IUD, kelainan zigot, yaitu kelainan kromosom, bekas radang pada tuba (radang menyebabkan perubahan-perubahan pada endosalping, sehingga walaupun fertilisasi dapat terjadi, gerakan ovum ke uterus terlambat), operasi plastik pada tuba, dan abortus buatan.11 Faktor risiko kehamilan ektopik termasuk usia yang lebih tua, merokok, kehamilan ektopik sebelumnya, kehamilan dengan alat kontrasepsi, riwayat salpingitis atau penyakit menular seksual, kegagalan ligasi tuba dan penggunaan progestin khusus kontrasepsi.12 Kesadaran yang lebih besar tentang faktor-faktor risiko dan peningkatan teknologi (penanda biokimiawi dan ultrasonografi) memungkinkan kehamilan ektopik diidentifikasi sebelum perkembangan kejadian yang mengancam jiwa.

Ingin dibuatkan seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no wa 082138054433

Exit mobile version