Perilaku Konsumen Online

1. Pendahuluan

Di era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi selalu berkembang dan perkembangannya setiap hari semakin cepat. Perkembangan pengguna internet yang sangat pesat menunjukkan bahwa potensi pasar maya (pasar digital) sangat besar, sehingga mencari pangsa pasar melalui pasar maya sangat menjanjikan. Internet adalah salah satu produk jasa yang sangat mudah dioperasikan dan dapat digunakan oleh semua kalangan dan dapat digunakan sepanjang waktu (setiap saat). Kelebihan itulah yang menjadi salah satu faktor pendorong berkembangnya internet di seluruh dunia. Penggunaan internet dewasa ini sudah menjadi sebuah gaya hidup bagi sebagian penduduk di dunia, demikian juga halnya yang terjadi di Indonesia.

Menurut data Kominfo, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014 sudah mencapai 83,7 juta pengguna atau dan peringkat keenam di dunia dalam hal pengguna internet. eMarketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang padatahun 2017. Ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia sudah mengalami perkembangan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Dengan melihat data tersebut, teknologi internet  akan semakin ramai karena beberapa tahun kedepan, pengguna internet di Indonesia akan bertambah dan bukannya hanya di Indonesia saja, namun seluruh dunia.

2. Permasalahan

Dari uraian di atas, maka permasalahan yang akan diangkat dalam paper ini adalah :

  1. Bagaimana perilaku konsumen Indonesia saat ini terkait dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang?
  2. Bagaimana cara perusahaan beradaptasi dan berkolaborasi dengan adanya internet agar kegiatan ekonomi bisa terus berjalan?

3. Pembahasan

a. Perilaku Konsumen Indonesia di Tengah Perkembangan Teknologi yang Berkembang

Infrastruktur distribusi di Indonseia terfragmentasi secara geografis dan toko-toko mom-and-pop mendominasi di banyak kategori konsumen. Saluran kemudian mulai berkembang, dimana ritel modern telah membuat terobosan yang cepat (Budiman, Chhor & Razdan, 2013).[1] Untuk rumah dan produk kecantikan, kami menemukan bahwa pembeli di semua tingkatan lebih cenderung untuk membeli di toko-toko rantai di mal. Untuk telepon seluler, loyalitas saluran menjadi tidak kalah penting dari loyalitas merek sebagai pelanggan mulai merasa nyaman dengan penawaran dan layanan mal. Di sini sekali lagi, evolusi tidak seragam di kota; ritel modern, misalnya, lebih sering terjadi pada klaster kota Jakarta daripada di Surabaya.  

Indonesia masa kini merupakan sebuah pasar nasional yang dinamis dengan besarnya peluang. Negara tersebut erlah memiliki angka yang tumbuh paling konsisten di antara ekonomi global lebih dari sepuluh tahun lalu, dengan GDP per tahun yang tumbuh rata-rata hamper  persen. Indonesia juga merupakan peringkat 16 ekonomi terbesar di dunia, dengan GDP USD 878 miliar. Sedangkan inflsi telah tumbuh da nada beberapa ketidakstabilan di beberapa pasar saham dan mata uang Indonesia, landasan jangka panjang Indonesia, demografi yang menguntungkan, konsumsi privat yang tinggi dan urbanisasi yang cepat masih positif.

Peneterasi ponsel pada populasi perkotaan Indonesia telah mencapai 88 persen (Lubis, 2014).[1] Kepemilikan perangkat tersebut menjadi salah satu faktor yang paling signifikan yang mempengaruhi perilaku belanja konsumen di seluruh negeri. Meningkatnya kemakmuran ketersediaan konektivitas dengan kecepatan tinggi dan berkembangnya penawaran online akan menambah dampak ini di tahun-tahun mendatang. Dengan pertumbuhan yang akan terus berlanjut ini, e-commerce menjadi kesempatan besar para pedagang ritel dan operator untuk bersama-sama memasuki basis konsumen online yang berkembang.


[1] Lubis, M., (2014). Indonesian Consumers Flock Online to Purchase Products and Services, diakses dari: http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2014/indonesian-consumers-flock-online-to-purchase-products-and-services.html

[1] Budiman, A., Chhor, H., Razdan, R., (2013). Understanding the diversity of Indonesia’s consumers, diakses dari: http://www.mckinsey.com/global-themes/asia-pacific/understanding-the-diversity-of-indonesias-consumers   

b. Upaya Perusahaan Beradaptasi dan Berkolaborasi dengan Internet untuk Aktivitas Ekonomi di era Digital

Pemandangan digital yang berkembang seiring dengan beberapa tren lain menciptakan kesempatan bagi perusahaan untuk memberikan nilai tambah layanan kepada pelanggan mereka. Mereka tidak lagi terpaku pada pemikiran tradisional dalam memberikan pelayanan. Tren telah bertahan selama bertahun-tahun. Namun, di lain waktu, tren lain mungkin lebih kuat. Misalnya, pada tahun 2015, tren terlihat di antara konsumen digital di seluruh dunia adalah prevalensi pertumbuhan mobile banking.

Industri e-commerce di Indonesia (belanja online) diperkirakan akan melanjutkan pertumbuhan yang cepat di tahun-tahun mendatang karena semakin banyak orang Indonesia memiliki akses ke Internet di tengah negara itu meningkat per kapita PDB (menghasilkan kelas menengah yang berkembang pesat).[1] Daya beli masyarakat Indonesia telah berkembang dengan cepat dan dalam kombinasi dengan popularitas smartphone, orang semakin membeli barang konsumen online.

Ada empat kategori dari pembeli online Indonesia menurut Google:

  1. pembelanja baru-baru ini; membuat pembelian secara online dalam 30 hari terakhir
  2. pembelanja non-baru; melakukan pembelian secara online dalam enam bulan terakhir
  3. non-secara online shopper; adalah online tapi tidak membeli barang secara online
  4. penjual online; telah menjual produk secara online

[1] Martanto, K., Ramawy, R., (2014). Business Opportunities in Indonesia: Online Shopping Gains Popularity. Diakses dari: http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/business-opportunities-in-indonesia-online-shopping-gains-popularity/item1836

4. Kesimpulan

Perkembangan pengguna internet yang sangat pesat menunjukkan bahwa potensi pasar maya (pasar digital) sangat besar, sehingga mencari pangsa pasar melalui pasar maya sangat menjanjikan. Dua hal yang ditangkap di dalam penulisan paper ini, yaitu perilaku konsumen online dan strtegi perusahaan menghadapi perkembangan digital yang pesat. Berdasarkan laporan di atas ditunjukkan bahwa konsumen digital Indonesia menikmati belanja online bersamaan dengan pertumbuhan kepemilikan perangkat yang terkoneksi.

Konsumen Indonesia cenderung menggunakan internet untuk pencarian produk, terutama untuk fashion, elektronik dan komputer serta produk-produk rekreasi dan buku. Konsumen akan mencari informasi produk terutama melalui Google, pencarian jejaring sosial dan yang sangat penting adalah rekomendasi. Sebagian besar konsumen Indonesia berbicara sedikit bahasa Inggris sehingga mereka cenderung memilih informasi produk yang menggunakan bahasa Indonesia. Selain itu konsumen Indonesia juga menggunakan telepon genggamnya dengan sering dibandingkan komputer untuk aktivitas online, terutama untuk kegiatan jejaring sosial. Konsumen Indonesia menganggap bahwa belanja online merupakan aktivitas yang berhubungan dengan jejaring social dan komunitas. Sedangkan asosiasi merek asing terhadap kualitas cukup tinggi dan dapat meningkatkan daya beli mereka.

Daftar Pustaka

Budiman, A., Chhor, H., Razdan, R., (2013). Understanding the diversity of Indonesia’s consumers, diakses dari: http://www.mckinsey.com/global-themes/asia-pacific/understanding-the-diversity-of-indonesias-consumers  

Lubis, M., (2014). Indonesian Consumers Flock Online to Purchase Products and Services, diakses dari: http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2014/indonesian-consumers-flock-online-to-purchase-products-and-services.html

Martanto, K., Ramawy, R., (2014). Business Opportunities in Indonesia: Online Shopping Gains Popularity. Diakses dari: http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/business-opportunities-in-indonesia-online-shopping-gains-popularity/item1836

Ingin dibuatkan paper seperti ini??
Butuh versi lengkap??
Atau ada tugas costum lainnya??
Hubungi aja geraijasa.com di wa 0821-3805-4433

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *