MEDIA KOMUNIKASI, FUNGSI DAN JENISNYA

PENDAHULUAN

Pada perkembangan jaman yang semakin maju dengan teknologinya yang semakin berkembang, manusia tidak akan lepas dari media komunikasi, karena melalui media komunikasi inilah suatu hubungan antar komunikan yang terhalang suatu jarak dapat dijalin dengan lebih baik. Robins (1996) mengemukakan model proses komunikasi terdiri dari tujuh bagian: (1) Sumber komunikasi, (2) Pengkodean, (3) pesan, (4) saluran, (5) Pendekodean,(6) penerima, dan (7) umpan balik. Sumber, misalnya mengawali suatu pesan dengan pengkodean suatu pikiran. Pengkodean ini akan dipengaruhi oleh ketrampilan, sikap, pengetahuan, dan sistem sosial budaya. Dalam sebuah proses komunikasi, jarak jauh seorang komunikan harus melakukan perencanaan dan persiapan yang matrang sehingga dia dapat merasakan tanggapan atau imbal balik dari suatu komunikasi yang dibangun tersebut. Selain persiapan tersebut seorang komunikan juga harus memperhatikan faktor-faktor pendukung seperti sifat-sifat komunikan yang dituju dan memahami sifat-sifat media yang sedang digunakan dalam sebuah komunikasi.

Untuk pemahaman secara sederhana media komunikasi sendiri dapat dijelaskan dengan dua kata yaitu media dan komunikasi. Kedua kata tersebut mempunyai arti yang berbeda dan mempunyai penjelasan masing-masing. Media sendiri mempunyai pengertian sarana komunikasi yang berbentuk cetak maupun audio visual, sedangkan komunikasi sendiri mempunyai pengertian proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan disekitarnya.

PEMBAHASAN

Pengertian Media Komunikasi

Semua hal yang digunakan untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan dan menyampaikan  sebuah informasi maka dapat disebut dengan media komunikasi. Dalam keseharian masyarakat media komunikasi merupakan hal yang mempunyai peran penting. Hal tersebut dilakukan karena untuk mengikuti perkembangan jaman yang semakin hari semakin berkembang pesat seperti penyampaian sebuah informasi-informasi yang harus sampai ke tujuan dengan cepat, tepat, akurat, mudah, murah, efektif dan efisien.

Dalam pengertian yang lebih detail media sendiri dibagi menjadi empat golongan, antara lain:

Media antar pribadi

Menurut Sayline Wen yang mengkategorikan perkembangan awal pada seuatu media komunikasi dengan enam hal seperti berikut:

Suara

Komunikasi tanpa menggunakan bahasa seperti dengan menggunakan berbagai gerakan tubuh dilengkapi dengan beberapa ekpresi dilakukan dan dikembangkan sebelum mereka mampu menggunakan bahasa maupun teks. Komunikasi yang dilakukan dengan cara tersebut mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang tidak efektif dalam praktiknya. Salah satu kendala yang sering terjadi adalah tentang persoalan makna yang terjadi antara kedua belah pihak. Menurut sayling Wen (2002: 18), berdasarkan catatan teks yang ad bahasa sumerian muncul antara tahun 4000 SM hingga tahun 3500 SM. Bangsa Tionghoa tidak menggunakan bahasa hingga tahun 2000 SM.

Grafik

Grafik digunakan sebagai komunikasi antar pribadi ketika teks belum digunakan dalam sebuah komunikasi. Penggunaan media komunikasi dengan grafik ini banyak digunakan pada massa prasejarah. Grafik-grafik banyak ditulis atau di lukiskan di dinding-dinding untuk mencatat sebuah peristiwa-peristuwa penting yang terjadi pada kehidupan mereka. Selain mencatat peristiwa-peristiwa penting tersebut mereka juga mempunyai pendapat bahwa dengan dibuatnya grafik-grafik pada dinding-dinding maka secara tidak sengaja mereka mendidik generasi berikutnya. Sebagai contoh gafik-grafik tersebut dapat dilihat di gua prasejarah atau candi Borobudur.

Teks

Dalam penggunaannya teks lebih baik digunakan, hal tersebut karena pada komunikasi dengan suara atau bahasa grafik masih mempunyai keterbabtasan-keterbatasannya. Menurut Sayling Wen (2002: 23) menjelaskan beberapa komunikasi kelemahan dengan suara dan grafik yaitu tentang komunikasi yang abstrak. Berdasarkan permasalahan tersebut maka mendorong lahirnya komunikasi dengan teks dalam model-model komunikasi alternative pada massa itu. Pada sejarahnya teks pertama muncul di dataran mesopomia dei daerah timur tengah.

Musik

Musik dapat digunakan sebagai media komunikasi karena terdapat banyak budaya masyarakat yang harus dilakukan dengan bantuan seuah musik. Dalam keseharian ketika suku aborigin melakukan perburuan mereka menggunakan  musik sebagai media komunikasikannya

Animasi

Animasi dalah gambar tunggal yang dapat menyampaikan sekian banyak makna, yang umumnya digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan komunikasi dari seseorang ke orang lain. Berdasarkan sejarah, animasi modern saat ini pada mulanya dikembangkan dari permainan bayang-bayang serta lentera ajaibTionghoa di zaman dahulu. Dalam tradisi budaya indonesia, seni wayang dengan meggunakan tampilan dua dimensi adalah juga gagasan-gagasan awal tentang animasi modern saat ini. Beberapa bangsa didunia; di Eropa, Afrika, dan Asia memiliki kesnian wayang, dengan demikian maka dapat pula simpulkan bahwa tradisi wayang memberi ilustrasi pada lahirnya animasi modern.

Video

Video adalah salah media antarpribadi yang lahir di zaman teknologi modern. Mulai video orang dapat menyampaikan gagasan-gagasan mereka kepada orang lain. Sayling  Wen memiliki alasan tersendiri untuk mengatakan video sebagai media komunikasi antarpribadi, walaupun media ini bukan merupakan media tradisional sebagai dasar lahirnya model komunikasi era berikutnya. Alasan Wen hanya melihat bahwa melalui vidio orang dapat menyampaikan gagasan pribadinya kepada orang lain, begitu pula sebaliknya.

Media Penyimpangan

 Ketika Rogers mengatakan era lanjutan dari era tulis adalah era media cetak, maka era ini ada kesamaannya dengan era dimana media penyimpanan yang sebenarnya telah berada pada era modern, namun gagasan-gagasan dari jenis media penyimpanan itu sebenarnya sudah ada sejak permulaan era cetak. Sayling Wen (2002:39-63) mengatakan bahwa, jenis-jenis media penyimpanan adalah;

Buku dan Kertas

Kira-kira 3000 tahu yang lalu, bangsa Tionghoa menemukan media penyimpanan pertama yang sempurna dalam sejarah manusia yaitu buku. Di zaman Sumerians dan Mesir, buku dipahat pada batu ubin besar, tanah liat, atau daun papirus. Diawal abad pertengehan, para imam di Eropa menulis di atas gulungan daun papirus, kemudian lambat laun menggunakan perkamen yang dibuat dari kulit hewan karena alasan efisiensi dan mutu yang lebih baik. Pada tahap berikutnya ketika ditemukan kertas sekitar 1500 tahun lalu, maka media penyimpanan dibuat dalam bentuk buku seperti sekarang ini. Buku menjadi media pemyimpanan teks dan grafik yang paling lama umurnya, sehingga buku dan kertas menjadi peninggalan umat manusia yang sangat penting.

Kamera

Gagasan awal lahirnya kamera adalah lukisan potret yang pernah dilakukan oleh seorang pelukis istana, yaitu Wang Zhaojun. Pada waktu itu para wanita bangsawan berlomba-lomba membayar lebuh banyak kepada Wong agar ia dapat melukis potret mereka lebih cantik dari objek lukisannya sendiri. Orang kemudian membutuhkan sebuah teknologi yang dapat memotret objek secara lebih objektif. Baru kemudian sekitar 150 tahun lalu Louis Jacques Mande Daguerre dari Prancis menemukan daguerreotype, nyaitu tipe fotografi pertama yang mengekspos gambar pertama dan jelas pada tahun 1837. Temuan spektakuler ini kemudiaan di sempurnakan pada revolusi industri dengan perekayasan mekanis dan optik. Kamera dapat menyimpan gambar yang realistis secara cepat dan tepat sebaimana objek aslinya. Proses pengambilan gambar yang cepat, gambar-gambar yang dihasilkan oleh kamera dapat diproses ulang berkali-kali dan dapat diperbesar dari objek semula, merupakan penemuan besar dalam sejarah media penyimpanan saar itu.

Alat Perekam Kaset

Kira-kira 150 tahun yang lalu, selang beberapa lama ketika kamera ditemukan, Thomas Alva Edision menemukan Phonograf, nyaitu alat pemutar piringan hitam. Berawal dari temuan Edision inilah saat ini masyrakat dapat menyimpan berbagai macam suara dan musik dalam bentuk kaset rekaman.

Kamera Film Proyektor

Pada tahun 1872 Gubernur Amerika, Leland Stanfoard, meminta juru kameranya untuk memasang 12 kamera dipacuan kudanya un tuk memotret ketika seekor kuda berlari. Sang gubernur sedang ingin memenangkan pertarungan argumentasi dengan temannya bahwa sebenarnya kuda lari dengan empat kakinya menyentuh tanah. Maka ke-12 kamera itu disiapkan pada jarak yang sama dan secara berturut-turut menciptakan kamera film proyektor lahir setelah sang juru kamera  mengatur ke-12 gambar tersebut diatas sebuah roda dan memutar rodanya di hadapan sebuah kamera dengan lampumya, yang terlihat ada aksi kuda yang sedang berlari. Hal ini terjadi karena manusia memiliki persistensi penglihatan ya ng menghasilkan ilusi seekor kuda sedang berlari. Setelah melakukan pemotretan dengan 12 kamera kemudian ditingkatkan dengan 40 kamera sehingga mengghasilkan urutan gambar yang memotret kuda yang sedang berlari. Akhirnya 12 kamera dapat menghasilkan 12 gambar secara berturut-turut, dan gambar-gambar itu akhirnya dapat membuktikan kalau memang kuda itu berlari dengan keempat kakinya menyentuh tanah.

Gagasan untuk menciptakan kamera film proyektor lahir setelah sang juru kamera mengatur ke-12 gambar tersebut diatas sebuah rodanya dihadapan sebuah kamera dengan lampunya. Yang terlihat ada aksi kuda yang sedang berlari. Hal ini terjadi karena manusia memiliki persistensi penglihata yang menghasilkan ilusi seekor kuda yang sedang berlari. Setelah melakukan pemotretan dengan 12 kamera kemudian ditingkatkan dengan 40 kamera sehingga menghasilkan urutan gambar yang lebih luas. George Eastman, seorang penemu di zaman Edision, menghasilkan film seluloid yang memungkinkan pengambilan gambar serangkaian aksi dalam satu rol film. Kemudian William KL Dackson menemukan kamera film dengan menggunakan film seluloid, dan seorang lainnya, Thomas Armat mengembangkan kamera tersebut menjadi proyektor. Sayling Wen (2001: 15) berpendapat bahwa karena persistensi penglihatan manusia, serta penemuan kamera, penggulung film serta proyektor, animasi, dan film dapat dihasilkan.

Video Pita Perekam

Pertengahan abad ke-20, perusahaan TV belum dapat merekam program-programnya sehingga semua acara disiarkan secara langsung. Kesulitan ini terjadi apabila TV ingin menyiarkan kembali acara-acara itu, apalagi kalau acara tersebut cukup penting dan dinanti-nantikan pemirsa.Pada tahun 1956, sebuah perusahaan Amerika meluncurkan alat perekam video yang pertama di dunia, yang dapat merekam gambar pada kaset magnetis. Sony dan     Philips kemudian melakukan riset-riset pengembangan untuk mengurangi biaya kaset video sekaligus untuk meningkatkan kualitas rekaman video.Pada tahun 1967, Sony berhasil menciptakan sebuah alat perekam video industri, kemudian pada lima tahun berikutnya sony memperkenalkan seperangkat alat rekaman video berwarna. Tahun 1972, Philips memperkenalkan alat perekam video baru Yang dilengkapi dengan pengatur arus listrik, pengatur waktu, dan dapat dikoneksikan dengan TV sehingga memudahkan pengerjaan siaran TV. Terakhir alat perekam video ini berkembang dengan model Beta dan VHS dan sebagainya (Yenne dan Soetrisno, tt.:96).

Disk Optikal

Teknologi penyimpanan lainnya yang berkembang dengan pesat dengan menggunakan teknologi optikal, yaitu disk video, Disk video compact (VCD),CD Foto, CD Plus,CD Interaktif (CDI), Digital versatile Disk (DVD). Semua teknologi ini menggunakan teknologi optikal untuk membaca piringan logam. Saat ini baik VCD maupun DVD sudah diciptakan dengan kemampuan membaca dan merekam data dan gambar, sehingga penggunaannya  seperti menggunakan kertas, yaitu dapat ditulis dan dihapus, selain untuk menyimpan data.

Disk dan Hard disk

Disk dan hard disk memiliki jenis teknologi yang hampir sama dengan kegunaan sebagai media penyimpanan. Disket dan hard disk menggunakan teknologi optikal dengan bahan yang berbeda. Disket diproduksi dari plastik sedangkan hard disk dibuat dari logam dengan mengandalkan jarum baca menggantikan fungsi optik. Saat ini disket tak lagi digunakan namun hard disk tetap digunakan sampai pada density terabite, baik internal, eksternal, maupun portable yang dapat digunakan berpindah-pindah dari satu internal komputer ke terminal komputer lain dengan hanya menggunakan koneksi USB maupun bluetooth.

Flash Disk

Ini adalah teknologi media penyimpanan yang nantinya akan menggantikan teknologi optik. Flash Disk merupakan teknologi elektrik penyimpanan data dengan mengandalkan chip untuk menyimpan, membaca, dan menulis data maupun gambar. Teknologi ini begitu cepat berkembang sehingga kapasitasnya terus berkembang. Dalam waktu kurang dari tiga tahun semenjak alat ini dipasarkan dengan kapasitas 8 GB sampai dengan 32 GB bahkan diatas itu.

KESIMPULAN

Sebagai pengguna media, kita harus memperhatikan karakteristik masing-masing media komunikasi, mungkin timbul pertanyaan, media mana yang efektif dalam mencapai sasaran komunikasi. Jawabannya sudah tentu kembali kepada sifat media serta pemilikan media pada masyarakat. Banyaknya kelebihan media tidak dimiliki oleh khalayak, sudah tentu informasi yang disampaikan tidak akan mengena sasaran yang ingin dicapai.

Dalam pemilihan media komunikasi, perlu diketahui penggunan multimedia yang lebih dari satu media jauh lebih baik dibanding dengan single media atau satu media sebab kelemahan satu media bisa ditutupi oleh media yang lain. Hanya saja penggunaan multimedia memerlukan dukungan dana yang lebih besar daripada menggunakan satu media dengan dana relatif kecil.

DAFTAR PUSTAKA

Cangara Hafied,. Prof. Dr. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Pt. RadjaGrafindo Persada.

Stephen P. Robbins1996. Perilaku Organisasi, Konsep, Kontroversi dan Aplikasi. Alih Bahasa : Hadyana Pujaatmaka. Edisi Keenam. Penerbit PT.Bhuana. Ilmu Populer, Jakarta. 

“Ingin dibuatkan makalah seperti ini??
Butuh Versi Lengkap??
Atau ada tugas-tugas costum lainnya??
Silahkan Hubungi geraijasa.com di no 082138054433″

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *